Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Tata Nama Binomial Nomenklatur

Tata Nama Binomial Nomenklatur – Ritaelfianis.com – Selamat siang readers, apa kabarnya nih?

Semoga baik- baik saja yha! Mengenai binomial nomenklatur tentunya asing di telinga kita yha!

Namun tenang, disini akan dibahas dengan jelas mengenai binomial nomenklatur.

Okelah, tanpa basa-basi, langsung aja yuk, berikut penjelasan lengkapnya! Simak baik-baik yha!

Apa yang dimaksud dengan binomial nomenklatur?

Yang dimaksud dengan binomial nomenklatur atau tata nama binomial ini adalah aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata (binomial artinya adalah dua nama) dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies.

Baca Juga : Pengertian Inbreed, Line Breed, Cross Breed, Dan Super Breed Dalam Peternakan

Yang digunakan yaitu nama baku yang diberikan dalam bahasa latin.

Tata nama binomial nomenklatur

Penamaan organisme saat ini diatur dalam ICBN untuk tumbuhan, alga, fungi, lumut kerak, dan fosil tumbuhan: ICZN untuk hewan dan fosil hewan; ICNP untuk prokariota.

Dengan adanya kesatuan nama ini diharapkan agar tidak ada kekeliruan dengan makhluk hidup yang dimaksud di tiap negara.

Sistem binomial nomenklatur ini yaitu sistem pemberian nama hewan dan juga tumbuhan secara benar dan sah berdasarkan kode internasional. Aturan-aturan penamaannya adalah sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua kata. Kata pertama menunjukkan tingkatan marga (genus) yang diawali dengan huruf besar dan kata kedua menunjukkan tingkatan jenis (spesies) yang diawali dengan huruf kecil. Misalnya: Oryza sativa
  2. Penulisan namanya dengan huruf miring atau jika ditulis dengan huruf tegak maka harus diberi garis bawah. Misalnya: Oryza sativa atau Oryza sativa
  3. Nama ilmiah ditulis lengkap apabila disebutkan pertama kali. Penyebutan selanjutnya cukup dengan mengambil huruf awal nama genus dan diber titik nama spesies secara lengkap. Misalnya: Di Indonesia banyak ditemukan Oryza sativa. Mayoritas petani menanam sativa di sawahnya.
  4. Apabila memiliki subspesies, nama tersebut ditambahkan pada kata ketiga. Jadi pada subspesies terdiri atas tiga suku kata atau biasa disebut dengan Trinomial. Misalnya: Felis maniculata domesticus (kucing jinak).

Untuk kelompok lain yang memiliki tingkatan klasifikasi lebih tinggi, aturan penamaannya adalah sebagai berikut:

  • Pada hewan

Nama famili berasal dari nama genus ditambah –iddae. Contoh : Ranidae berasal dari kata Rana (katak). Nama subfamili berasal dari nama genus, ditambah –inae. Contoh: Fasciolinae berasal dari kata Fasciola (cacing pita).

  • Pada tumbuhan

Nama famili diberi akhiran –aceae atau –ae. Contoh: Ranunculaceae yang berasal dari kata ranuncuus. Nama ordo diberi akhiran –ales. Contoh: Filiales (paku-pakuan). Nama divisio diberi akhiran ­–phyta. Contohnya: Spermatophyta

Nah readers, gimana? Sudah paham kan mengenai tata nama binomial nomenklatur.

Kalau belum paham, kalian bisa mengulangi dengan membacanya kembali. Sekian dulu yha informasi kali ini.

Semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kalian.

Terimakasih telah menyempatkan untuk membaca. Jangan lupa tunggu dan baca artikel lainnya yha. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Biosistematika Hewan

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test