Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Tahapan Proses Respirasi pada Tanaman

Tahapan Proses Respirasi pada Tanaman – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘respirasi’ merujuk pada  proses  kegiatan memasukkan dan mengeluarkan udara ke dalam dan dari paru-paru atau bisa disebut juga dengan bernapas.

Semua makhluk hidup di muka bumi tentu memerlukan proses bernapas ini untuk tetap hidup dan juga berfungsi sebagai salah satu faktor pembantu dalam proses pengolahan makanan menjadi energi.

Pada manusia dan hewan, proses bernapas ialah pengikatan oksigen (O2) ke dalam paru-paru, insang, trakea atau alat pernapasan lainnya yang kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk karbon dioksida (CO2).

Oksigen dalam proses bernapas atau respirasi berfungsi sebagai pembakar zat karbohidrat yang kemudian diolah tubuh menjadi zat glukosa yang memiliki peran penting dalam energi manusia dan hewan.

Baca Juga : Pengertian Reaksi Terang dan Reaksi Gelap pada Fotosintesis

Lalu, bagaimana dengan tanaman? Bagaimana cara tanaman bernapas?

Berbeda dengan manusia dan hewan, tanaman memiliki cara unik dalam bernapas.

  1. Tahapan Respirasi Tanaman

Apabila manusia dan hewan memerlukan oksigen untuk proses bernapas, tanaman justru memerlukan karbon dioksida untuk proses respirasi.

Proses bernapas pada tanaman yang dapat disebut dengan fotosintesis, adalah proses dimana tanaman mengikat karbon dioksida yang merupakan hasil sisa pernapasan manusia dan hewan, untuk dijadikan sumber energi bagi proses pengolahan ‘makanan’ mereka.

Bingung? Mari menelisik lebih mendalam!

Fotosintesis pada tanaman memerlukan beberapa zat dalam prosesnya, yaitu karbon dioksida, air dan juga cahaya matahari.

Dari proses pengolahan ketiga zat diatas, tanaman dapat menghasilkan beberapa zat lainnya, sebagai berikut:

  • Glukosa
  • Oksigen

Kedua zat tersebut sangat baik bagi tanaman dan juga makhluk lain di sekitarnya. Glukosa sangat berguna bagi sumber energi tanaman sedangkan oksigen dapat menjadi sumber pernapasan bagi manusia dan hewan.

Bagian terpenting dalam proses fotosintesis pada tanaman ialah zat hijau daun atau klorofil yang mempunyai fungsi sebagai penangkap cahaya matahari.

Meskipun bernama zat hijau daun, pigmen ini tidak hanya dimiliki oleh daun saja, namun juga terdapat pada bagian lain dari tanaman.

Klorofil juga berfungsi sebagai pemberi warna hijau dalam tanaman.

Organel atau kumpulan dari klorofil disebut dengan kloroplas. Daun pada tanaman memiliki beberapa lapisan yang membantu terjadinya fotosintesis, seperti:

  • Mesofil: lapisan sel yang memiliki jutaan kloroplas dalam setiap milimeternya
  • Kutikula: lapisan seperti lilin pada daun yang berfungsi menahan penguapan air secara berlebih dan juga penahan sinar matahari agar tidak terlalu banyak masuk dalam daun.
  1. Bagian-bagian Tanaman yang Aktif Melakukan Respirasi

Selain daun, proses fotosintesis pada tanaman dapat terjadi di beberapa bagian lain pada tanaman, seperti:

  • Ujung akar
  • Ujung batang
  • Biji yang mulai berakar
  • Tunas
  • Kuncup bunga
  1. Sejarah Fotosintesis

Proses fotosintesis pada tanaman tidak serta-merta ditemukan begitu saja. Ada beberapa ilmuwan yang berperan penting dalam penemuan proses respirasi pada tanaman ini, seperti:

  • Robin Hill

Tahun 1937, Robin Hill membuktikan proses fotolisis pada tanaman; yaitu proses pemecahan molekul air (H2O) menjadi hidrogen (H) dan oksigen (O2) dengan bantuan cahaya matahari.

  • Joseph Priestley

Pada tahun 1770, beliau mencoba membuktikan bahwa tanaman menghasilkan oksigen dengan cara menyalakan lilin dan menutupnya dengan gelas yang telah diisi dengan tanaman mint.

Hasilnya, lilin tetap menyala meskipun telah ditutup rapat oleh gelas. Pada percobaan sebelumnya, Priestley menutup lilin dengan gelas tanpa menaruh tanaman di dalamnya.

  • Jan Ingenhousz

Di tahun 1799, Ingenhousz ingin membuktikan proses fotosintesis ini melalui tanaman Hydrilla verticillata.

Beliau menempatkan tanaman tersebut di bawah corong kaca terbalik yang kemudian dimasukkan dalam gelas kimia berisi air dan kemudian dipaparkan pada cahaya matahari.

Hasilnya, muncul gelembung-gelembung pada air yang kemudian diketahui sebagai oksigen.

Hal ini membuktikan bahwa proses fotosintesis pada tanaman menghasilkan oksigen yang baik bagi manusia.

  • Engelmann

Tahun 1822, Percobaan Engelmann berhasil membuktikan bahwa pigmen klorofil memiliki peran penting dalam proses respirasi tanaman.

Beliau membuktikan dengan munculnya bakteri aerob di sekitar kloroplas yang terpapar cahaya matahari.

  • Julius von Sachs

Di tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa tanaman dapat menghasilkan amilum atau zat tepung dari proses fotosintesis dengan uji yodium.

Percobaan ini kemudian dikenal sebagai Uji Yodium di kalangan ilmuwan.

  • F. Blackman

Pada tahun 1905, Balckman berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis tidak bergantung pada cahaya matahari, yang kemudian proses ini disebut reaksi gelap.

Reaksi gelap menunjukkan bahwa karbon dioksida dapat berubah menjadi glukosa tanpa bantuan cahaya matahari atau disebut dengan reduksi karbon dioksida.

Bedasarkan penemuan ini, terdapat dua reaksi pada tanaman terkait fotosintesis yaitu: proses terang (Reaksi Hill) dan reaksi gelap (Reaksi Blackman).

Baca Juga : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Respirasi pada Tanaman

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test