Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Tahapan dan Proses Pembentukan Badan-Badan Kelengkapan Negara

Tahapan dan Proses Pembentukan Badan-Badan Kelengkapan Negara – Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, para tokoh pendiri bangsa masih disibukkan dengan pembentukkan badan-badan kelengkapan negara.

Hal ini untuk menyempurnakan seutuhnya kemerdekaan Indonesia. Pembentukkan Lembaga atau badan negara yang dimaksud adalah kepala pemerintahan,

Dewan Perwakilan Rakyat, dan lembaga yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara.

Baca Juga : Daftar Badan Kerjasama Ekonomi Regional

Pada pembahasan kali ini akan dibahas tahapan serta proses pembentukan badan-badan kelengkapan negara yang dapat di simak pada penjelasan berikut ini.

Pembentukan Kepala Pemerintahan (Kekuasaan Eksekutif)

Pada tanggal 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno secara resmi membuka sidang pleno PPKI pertama yang melanjutkan pembahasan rancangan pembukaan dan undang-undang dasar yang sudah dihasilkan BPUPKI. Dalam sidang tersebut, telah ditetapkan 3 keputusan penting, yaitu :

  • Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945 menjadi UUD Negara RI yang sah.
  • Saat masih berupa RUUD, dilakukan beberapa perubahan atas usul Drs. Moh. Hatta. antara lain : pada rumusan sila pertama Pancasila yang sebelumnya “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kemudian pada Bab III, Pasal 6, UUD 1945 yang sebelumnya berbunyi “Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” diubah menjadi “Presiden adalah orang Indonesia asli”.
  • penetapan presiden dan wakil presiden Soekarno dan Drs. Moh Hatta atas usulan Otto Iskandardinata yang kemudian disetujui oleh forum.
  • Membentuk Suatu komite Nasional untuk membantu tugas presiden selama MPR/DPR sedang dibentuk.

Pembentukan Kabinet Rl dan Pemerintahan Provinsi

Menurut UUD 1945 sistem kabinet Indonesia adalah kabinet presidensial, sehingga pada tanggal 19 Agustus, PPKI melanjutkan sidang yang kedua.

Sebelum acara dimulai, Presiden Soekarno menunjuk Ahmad Soebarjo, Soetarjo Kartohadikusumo, dan Mr. Kasman untuk membentuk panitia kecil. Akhirnya, panitia kecil itu menghasilkan beberapa keputusan, yaitu :

  • pembentukan wilayah provinsi Indonesia
  • pembentukan Komite Nasional Indonesia
  • pembentukan kementerian/departemen Indonesia.

Selanjutnya, pada tanggal 2 September 1945 dibentuklah Kabinet Republik Indonesia yang pertama dan 8 propinsi. Kabinet RI pertama ini merupakan Kabinet Presidentil berdasarkan UUD 1945.

Pada hari itu juga Presiden Soekarno menetapkan delapan provinsi yang dimaksud sidang PPKI beserta gubernurnya. Provinsi itu adalah :

  • Provinsi Sumatra (Teuku Muhammad Hasan),
  • Provinsi Jawa Barat (Sutarjo Kartohadikusumo,
  • Provinsi Jawa Timur (R.M Suryo),
  • Provinsi Jawa Tengah (R. Panji Soeroso),
  • Provinsi Sunda Kecil/Nusa Tenggara (Mr. I Gusti Ktut Pudja),
  • Provinsi Maluku (Mr. J. Latuharhary),
  • Provinsi Sulawesi (Dr. G.S.S.J. Ratulangi), dan
  • Provinsi Kalimantan (Ir. Pangeran Muhammad Noor).

Pembentukan Komite Nasional Indonesia (Badan legislatif)

Kemudian dilanjutkan pada siding yang ketiga tanggal 22 Agustus 1945, berhasil ditetapkan tiga keputusan, yaitu :

  1. Pembentukan Komite Nasional Indonesia.
  2. KNIP merupakan badan yang berfungsi sebagai Pusat DPR sebelum Pemilu diselenggarakan yang disusun dari tingkat pusat hingga daerah.
  3. PNI dirancang menjadi partai tunggal di Indonesia, namun akhirnya dibatalkan.
  4. Membentuk Badan Keamanan Rakyat yang berfungsi untuk menjaga keamanan umum masing-masing daerah.

Pembentukan Komite Nasional bertujuan sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia dan berdasarkan kedaulatan rakyat. Wakil KNIP beranggotakan 25 orang dan dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945. Susunan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) adalah :

  • Pimpinan         : Kasman Singadimejo
  • Wakil Ketua I   : Sutarjo Kartohadikusumo, dan
  • Wakil Ketua II  : Mr. J. Latuharhary.

Pada tanggal 16 Oktober 1945, diadakan sidang pertama KNIP yang dipimpin oleh Mr. Kasman Singodimedjo. Dalam sidangnya, ditetapkan dua keputusan yaitu :

  1. Pembentukan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) dengan jumlah anggota 15 orang,
  2. Usulan pemberian hak legislatif KNIP selama DPR/MPR belum terbentuk. Selanjutnya diperkuat dengan Maklumat Wakil Presiden No. X.

Pembentukan Alat Keamanan Negara

Dalam langkah mewujudkan lembaga yang bertugas menjaga keamanan rakyat maka pada tanggal 22 Agustus 1945, dilakukan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang diusulkan PPKI.

BKR dibentuk dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat korban perang.

Pada mulanya, BKR bukan merupakan kesatuan militer resmi. Hal ini dimaksudkan untuk tidak membangkitkan permusuhan dari kekuatan asing yang pada waktu itu ada di Indonesia.

Anggota BKR terdiri dari bekas anggota Peta, Heiho, Keibodan, Seinendan dan KNIL. Untuk mengkoordinir BKR di daerah, maka dibentuk BKR Pusat dengan susunan pengurusnya :

  • Ketua Umum   : Kaprawi
  • Ketua I             : Sutalaksana
  • Ketua II            : Latif Hendraningrat

Setelah mengalami konflik dengan Belanda, pemerintah Republik Indonesia menyadari bahwa keberadaan pasukan tentara reguler merupakan suatu keharusan.

Oleh karena itu, pemerintah akhirnya memanggil mantan Mayor KNIL, Urip Sumohardjo dari Yogyakarta untuk datang ke Jakarta untuk menyusun Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada tanggal 5 Oktober ditetapkanlah Maklumat Presiden yang menyatakan terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pimpinan TKR yang ditunjuk oleh Presiden adalah Supriyadi, yaitu tokoh perlawanan Peta terhadap Jepang di Blitar.

Karena Supriyadi sebagai pimpinan TKR tidak pernah hadir menjalankan tugasnya, Selanjutnya diadakan pemilihan pimpinan TKR yang baru. Pada tanggal 18 Desember 1945, kolonel Sudirman terpilih menjadi pimpinan TKR dan dilantik menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal.

Baca Juga : Bentuk-bentuk kerjasama Internasional


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test