Ritaelfianis.com

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Tahapan Dalam Perkembangan Pada Tulang Osifikasi

tulang-okulasiTahapan Dalam Perkembangan Pada Tulang Osifikasi – Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari tahapan dalam perkembangan pada tulang osifikasi.

Namun sebelum mempelajari tahapan dalam perkembangannya, kita akan mempelajari pengertian tulang terlebih dahulu.

Mari tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita bahas satu per satu.

Pengertian Dari Tulang

Tulang atau dikenal juga dengan istilah kerangka merupakan penopang tubuh mahkluk hidup vertebrata atau bertulang belakang, termasuk juga manusia.

Tanpa adanya tulang, tentunya tubuh kita tidak akan mampu untuk berdiri dengan tegak. Umumnya, tulang terbentuk sejak kita masih bayi atau lebih tepatnya saat kita masih berada di kandungan dan berlangsung secara terus-menerus hingga dekade kedua serta tersusun secara teratur.

Baca Juga : Fungsi dan Peranan Sumsum Tulang Belakang

Selanjutnya, pertumbuhan tulang lengkap lainnya akan terjadi ketika kita belum memasuki umur 30 tahun. Setelah memasuki umur 30 tahun atau lebih, tulang juga akan mengalami perubahan yang dinamakan dengan remodeling.

Tulang adalah reservoir terbanyak dari kalsium dan phosphate, sebab 99% kalsium dan 90% phosphate yang ada di tubuh berada di tulang.

Tahapan Dalam Perkembangan Pada Tulang Belakang

Osifik merupakan proses dimana sel-sel mesenkim dan kartilago akan diubah menjadi tulang selama pengembangan.

Diawali saat proses perkembangan embrio, kerangka tetap terutama tulang rawan akan terbentuk untuk menghasilkan komponen struktur dasar dan kerangka tubuh.

Sedangkan rangka berasal dari membran-membran menyerabut dan tulang rawan hialin, pada bulan-bulan pertama ketika embrio berkembang. Jaringan tersebut, kemudian akan digantikan oleh tulang melalui dua proses osifikasi atau pembentukan tulang yang berbeda.

1). Proses Pembentukan Tulang yang Pertama

Umumnya, proses pembentukan tulang yang pertama disebut dengan proses osifikasi intramembran yang terjadi saat membran menyerebut digantikan oleh jaringan tulang.

Akan tetapi, proses ini hanya terjadi pada tulang pipih tertentu saja yang diringkas dalam dua langkah dasar yaitu :

  • Tulang spons mulai berkembang ditempat-tempat yang terletak didalam membran yang dinamakan dengan pusat osifikasi.
  • Sumsum tulang merah terbentuk didalam jaringan tulang spons yang diikuti dengan pembentukan tulang padat diluarnya.

2). Proses Pembentukan Tulang yang Kedua

Umumnya, proses pembentukan tulang yang kedua disebut dengan proses osifikasi endokondrium yang terjadi saat tulang rawan hilain digantikan dengan jaringan tulang. Proses ini terjadi pada sebagian besar tulang tubuh, yang terdiri atas beberapa langkah seperti berikut ini :

  • Pada pusat osifikasi primer akan terdorong oleh model tulang rawan, sehingga tulang rawan hialin pecah dan menghasilkan rongga.
  • Kuncup periosteum yang tersusun atas osteoklas, osteoblas, saraf, sumsum merah, hingga pembuluh darah limfa akan memasuki rongga dan osteoblas akan menghasilkan jaringan tulang spons.
  • Ketika osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons, maka akan terbentuk rongga medulla dan akan semakin membesar mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer ke bagian ujung tulang.
  • Jaringan tulang padat, menggantikan tulang rawan pada bagian luar tulang.
  • Didalam tulang panjang, pusat osifikasi sekunder akan terbentuk di episifis.
  • Tulang rawan persendian, akan terbentuk dari sisa tulang rawan yang berada di luar epifisis.
  • Dari tulang rawan yang tersisa lainnya anatar pusat perkembangan osifikasi primer dan osifikasi sekunder yang membesar, lempeng epifisit akan terbentuk.
Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2014 Frontier Theme