Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Tahap dan Proses Pemotongan Hewan Yang Benar

Tahap dan Proses Pemotongan Hewan Yang Benar – Memotong atau menyembelih hewan merupakan cara untuk menghilangkan nyawa hewan dengan cara memotong lehernya serta urat nadinya menggunakan alat tajam sesuai dengan syariat Islam. Tujuannya adalah agar daging hewan dapat dimakan dengan halal.

Ada beberapa rukun memotong atau menyembelih hewan:

  • Penyembelih adalah orang Islam atau ahli kitab
  • Hewan yang disembelih merupakan hewan yang halal serta didapatkan dengan cara yang halal pula
  • Alat yang digunakan harus tajam agar hewan tidak terlalu menderita saat pemotongan
  • Tujuan penyembelihan merupakan tujuan yang baik dan tidak mengarah pada kemusyrikan

Baca Juga :

Setelah rukun-rukun tersebut terpenuhi, maka untuk memotong atau menyembelih hewan dilakukan dengan tahapan dan proses yang tepat. Berikut adalah uraian mengenai tahapan pemotongan hewan yang benar:

  • Memeriksa kondisi kesehatan hewan dan memastikan hewan sehat serta tidak cacat. Memperlakukan hewan juga harus dengan cara yang baik dan tidak menyiksa, dan jangan menakut-nakuti hewan.
  • Merebahkan hewan dan mengikat kakinya, kemudian dihadapkan ke rusuk sebelah kiri.
  • Hewan dijaga untuk tetap bersih misalnya dengan memberi alas supaya daging tidak terkontaminasi. Cara lain yang dapat digunakan yaitu dengan menggantungkan daging.
  • Diusahakan untuk penyembelih dan hewan yang akan disembelih untuk menghadap ke kiblat.
  • Memotong urat nadi dan kerongkongan. Dua urat nadi yang ada di sebelah kiri dan kanan leher hewan harus dipotong sampai putus agar hewan cepat mati dan tidak terlalu kesakitan. Urat tenggorokan merupakan saluran pernapasan sedangkan urat kerongkongan merupakan saluran makanan. Pemotongan ini dilakukan dengan menjaga agar leher hewan tidak terpenggal seluruhnya.
  • Membaca bacaan basmallah saat memotong hewan.
  • Apabila leher hewan panjang, pemotongan dilakukan di pangkal leher sebelah atas agar hewan cepat mati.
  • Apabila tidak memungkinkan untuk menyembelih di bagian leher karena hewan jatuh atau menjadi liar, makan diperbolehkan untuk memotong hewan di bagian mana pun di tubuhnya. Namun perlu dijaga pula karena kematian hewan harus disebabkan karena sembelihan, bukan karena alasan lain.
  • Hewan boleh dikuliti setelah dipastikan bahwa hewan benar-benar sudah mati, misalnya dengan memberika jeda selama beberapa menit. Hewan yang disembelih tidak boleh untuk disiksa. Apabila hewan belum benar-benar mati, proses pengulitan akanlah sangat menyiksa.

Baca Juga :

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test