Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sistem Reproduksi Pria

Sistem Reproduksi Pria – Ritaelfianis.com – Alat Reproduksi Pria merupakan Organ-organ pada pria yang berperan penting dalam sistem reproduksi.

Kali ini akan dibahas mengenai system reproduksi pada pria. Secara Garis besar, Alat Kelamin Pria dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu:

ALAT REPRODUKSI PRIA BAGIAN LUAR

Penis (zakar) adalah alat kelamin luar pada pria. Penis berfungsi untuk memindahkan sperma ke dalam saluran kelamin wanita melalui pertemuan keduanya atau yang biasa disebut Kopulasi.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Bagian-bagian dan Fungsi Sistem Organ Reproduksi Wanita

Penis ini tersusun atas otot yang dilapisi oleh lapisan kulit tipis. Penis terdiri atas tiga silinder jaringan erektil yang menyerupai spons yang berasal dari kapiler darah yang termodifikasi, tiga bagian yaitu :

  1. Glan Penis
  2. Batang (corpus) Penis
  3. Pangkal Penis

Skrotum yaitu pelipatan dinding berupa kantung dan merupakan tempat testis. Fungsi Skrotum adalah untuk menjaga suhu testis supaya tidak terlalu tinggi.

Pada skrotum terdapat otot polos yang disebut juga otot dartos yang membuat testis dapat mengerut dan mengendur.

Pada saat suhu rendah (dingin) maka skrotum akan mengkerut, sedangkan saat suhu tinggi skrotum mulai mengendur.

ALAT REPRODUKSI PRIA BAGIAN DALAM

1). Testis

Testis adalah organ kelamin dalam pria dengan bentuk oval dan terletak di dalam skrotum.

Testis berjumlah sepasang dan berfungsi sebagai penghasil sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon seks testosterone.

Tempat pembentukan sperma dalam testis adalah tubulus seminiferous dan juga terdapat sel sertoli yang menyediakan makanan bagi spermatozoa..

Kemudian terdapat pintalan-pintalan tubulus seminiferus yang terdapat di dalam ruang testis yang disebut lobulus testis, pada satu testis mengandung sekitar 250 lobulus testis.

2). Saluran Reproduksi

  • Epididimis

Epididimis adalah saluran berkelok – kelok yang menyerupai huruf C dan memiliki panjang sekitar 6 meter dan terletak di dalam skrotum, diluar testis. Epididimis berfungsi dalam pengangkutan, penyimpanan, dan pematangan sperma. Setelah melalui epididymis, sperma akan masuk ke vas (duktus) deferens.

  • Vas (duktus) Deferens

Vas Deferens adalah saluran berbentuk tabung lurus ke atas yang berfungsi untuk menampung sperma sementara dan penyaluran sperma ke vesikula seminalis. Duktus deferens ini mendorong sperma dengan gerak peristaltik lambat untuk menuju ke vesikula seminalis.

3). Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin adalah organ kelamin dalam pria yang berfungsi untuk menghasilkan cairan tempat berenangnya sperma yang biasa disebut air mani atau semen.

Fungsi lain dari cairan ini adalah untuk menjaga sperma tetap hidup dengan cara menetralisir asam. kelenjar kelamin ini terbagi menjadi 3 , yaitu :

  • Vesikula seminalisatau yang biasa disebut kantung semen/mani merupakan kelenjar yang bentuknya berlekuk-lekuk dan letaknya berada di belakang kandung kemih serta memiliki jumlah sepasang.
  • Kelenjar prostatadalah kelenjar yang melingkari bagian atas uretra. Letaknya berada dibawah kandung kemih.
  • Kelenjar bulbouretralisatau kelenjar cowper adalah kelenjar yang memiliki saluran langsung menuju uretra dan berjumlah sepasang.

4). Uretra (Saluran Ejakulasi)

Uretra adalah saluran yang terletak di dalam penis.  Fungsi uretra adalah untuk tempat keluarnya sperma dan urin.

PROSES SPERMATONESIS

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma yang terletak di dalam tubulus seminiferus pada testis oleh sel spermatogonium. Proses ini memerlukan waktu 65 – 75 hari.

Pertama, spermatogonium dalam tubulus seminiferus akan mengalami pembelahan dan membentuk spermatosit primer yang kemudian akan membelah secara meiosis I untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder.

Pada tiap spermatosit sekunder selanjutnya melakukan pembelahan meiosis II dan membentuk 2 spermatid sehingga terdapat 4 spermatid.

Spermatid tersebut selanjutnya berkembang menjadi sperma yang matang dan siap menuju epididymis.

Sperma matang tersusun atas bagian kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Pada kepala sperma memiliki inti haplois dan ditutupi badan (akrosom) yang mengandung enzim untuk membantu sperma menembus sel telur.

Bagian tengah mengandung mitokondria spiral yang memiliki fungsi sebagai penyedia energi untuk gerak ekor.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Struktur Kelenjar Cowper (Bulbouretral)


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test