Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sejarah Perkembangan Struktur Dna

Sejarah Perkembangan Struktur Dna – DNA adalah kepanjangan dari “Deoxyribonucleic Acid” . Tentunya kita sudah tidak asing dengan istilah DNA, dalam artikel ini akan membahas lebih jauh terkait DNA yaitu sejarah ditemukan dan berkembangnya DNA, namun sebelumnya kita harus mengetahui pengertian dari DNA tersebut. Apa sih DNA itu?\

Pengertian DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menjandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus. Instruksi-instruksi genetika ini berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, fungsi organisme dan virus.  Singkatnya, DNA merupakan sekumpulan senyawa kimia yang menyimpan informasi biologis atau keterangan genetik pada setiap makhluk hidup dan beberapa virus.

Sebagaimana kita ketahui, DNA mempunyai beragam fungsi, salah satu dari beberapa fungsi tersebut adalah membawa informasi genetik, membentuk RNA, serta mengontrol aktivitas sel baik secara langsung ataupun tidak langsung. DNA juga berperan penting pada proses sintesis protein. Peran dan fungsi DNA sangat penting dalam keberlangsungan makhluk hidup khususnya pada bagian genetis.

Tak hanya pada hewan, DNA juga ditemukan pada manusia. Setiap manusia mempunyai karakter DNA masing-masing yang bisa menggambarkan ciri-ciri, karakter, dan risiko kesehatan melalui keturunan. DNA dapat mereplikasi dirinya dan akan diwariskan pada semua sel. DNA juga dapat mengendalikan aktivitas sel dengan cara menentukan sistesis enzim dan protein.

Pada era 1950-an sejumlah ilmuwan mulai meneliti dan mengamati DNA manusia, namun mengalami kendala dan belum terpecahkan. Molekul DNA pertama kali ditemukan oleh Friedrick Miescher seorng ahli kimia dari Jerman pada tahun 1869. Ia menemukan bahwa inti sel mengandung fosfor dalam jumlah yang tinggi dan dinamai dengan “Nuclein” yaitu berdasarkan lokasinya di dalam inti sel. Nuklein selanjutnya dikenal sebagai gabungan antara asam nukleat dan protein. Nuklien juga sering disebut nucleoprotein.

Namun, penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20 bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel. DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.

Pada tahun 1880, Fischer menemukan DNA dan RNA yang keduanya memiliki dua basa nitrogen yaitu adanya pirimidin dan purin dalam asam nukleat. Penemuan ini kemudian dikembangkan oleh Albreent Kossel yang menemukan adanya dua pirimidin, yaitu sitosin dan timin serta adanya dua purin lainnya yaitu adenin dan guanin. Selain basa purin dan pirimidin dalam asam nukleat, Levine pada tahun 1910 mengenali gula berkarbon lima, yaitu ribosa dan deoksiribosa. Ia juga menyatakan adanya asam fosfat dalam asam nukleat . Pada 1953, James.D Watson dan Francis Crick dari Universitas Cambridge menemukan struktur helix ganda pada DNA yang mengandung gen manusia. Kedua rantai yang menyusun helix ganda DNA ini mengandung nukleotida. Menurut penemuan, DNA dapat mereplikasi dirinya menjadi rantai tunggal yang masing-masing dapat menjadi wadah bagi dua helix.

Struktur DNA 

DNA memiliki struktur berupa heliks ganda. Struktur heliks ini terdiri dari dua rantai polinukleotida yang terikat oleh ikatan hidrogen lemah. Setiap satu nukleotidanya terdiri dari nitrogen, gula pentosa, dan gugus fosfat. Di dalam basa nitrogen terdapat basa purin dan basa pirimidin.

  • Basa Purin
  • Adenin
  • Guanin
  • Basa Pirimidin
  • Timin
  • Sitosin

Adenin berpasangan dengan timin dan terhubung oleh ikatan rangkap dua. Sedangkan guanin berpasangan dengan sitosin dan terhubung oleh ikatan rangkap tiga. Basa nitrogin ini terhubung dengan gula deoksiribosa pada rantai punggung DNA. Gula deoksiribosa yaitu gula ribosa yang memiliki 5 atom karbon, namun kehilangan atom oksigennya pada atom karbo nomor dua. Pada rantai punggung DNA, gula deoksiribosa ini terhubung dengan gugus fosfat pada atom karbon nomor 5. Basa nitrogen, gula pentosa (gula deoksiribosa), dan gugus fosfat bersama membentuk molekul nukleotida. Nukleotida yang tidak memiliki gugus fosfat dinamakan nukleosida. Jadi, nukleotida adalah nukleosida yang bergabung dengan gugus fosfat. Gabungan dari beberapa nukleotida disebut juga dengan polinukleotida.

Baca Juga :

DNA dapat menentukan sifat genetik suatu individu karena setiap makhluk hidup mempunyai urutan pasangan basa yang spesifik dan berbeda dengan yang lain. Perbedaan urutan pasangan basa antarindividu dapat dilihat pada saat sequence (proses pengurutan basa) dalam analisis DNA. DNA dapat berfungsi sebagai heterokatalitik (mensintesis molekul lain seperti RNA) dan otokatalitik (replikasi diri)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai sejarah perkembangan struktur DNA, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test