Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sejarah dan Asal-Usul Terbentuknya Bumi

Sejarah dan Asal-Usul Terbentuknya Bumi – Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya.

Bumi sendiri merupakan planet ketiga paling dekat dengan matahari setelah Merkurius dan Venus.

Bumi, dan juga planet lainnya, dalam sistem tata surya tidaklah diam, melainkan berputar.

Bumi melakukan dua macam putaran, yaitu bumi berputar pada porosnya ( rotasi) dan bumi berputar mengelilingi matahari ( revolusi).

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Atmosfer Tanah

Rotasi bumi terjadi selama 24 jam yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam, sedangkan revolusi bumi terjadi selama 365 hari atau 1 tahun.

Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh manusia. Keseluruhan dari isi bumi merupakan wilayah lautan dan daratan, dengan berbagai penampakannya seperti pegunungan, danau, lembah, dan sebagainya.

Penampakan yang terdapat pada bumi tersebut tidaklah sertamerta muncul bergitu saja.

Terdapat suatu proses yang panjang dan dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Bumi, oleh para ahli, diprediksi telah terbentuk sekitar 400 juta tahun yang lalu.

Cara dan proses terbentuknya bumi pun sebenarnya belum dapat dipastikan oleh para ahli, namun begitu berikut beberapa teori tentang proses terbentuknya bumi menurut pendapat para ahli.

Teori nebula

Teori nebula dikemukakan oleh dua orang ahli yaitu, Imanuel Kant, seorang berkebangsaan Jerman dan satu lagi Piere Simon LaPlace, seorang Perancis.

Meskipun kedua ahli tersebut mengemukakan teori nebula dalam waktu yang berbeda, Kant pada tahun 1755 dan LaPlace pada tahun 1796, namun keduanya sama-sama mengatakan bahwa tata surya awalnya berbentuk gumpalan kabut yang disebut nebula. Karena itu juga teori nebula sering disebut dengan teori kabut.

Pada teori ini dikemukakan bahwa kabut tersebut bergerak dan berputar, lalu ketika kabut mulai melambat, suhu menjadi lebih dingin dan masa terkonsentrasi pada bagian tengahnya.

Ketika kabut berputar semakin cepat terbentuk cincin-cincin atau gelang gas yang memisahkan diri dari pusatnya.

Pusat dan cincin tersebut kemudian memadat dan membeku menjadi matahari dan planet-planet.

Namun penelitian yang dilakukan selanjutnya segera membantah semua teori ini.

Teori bintang kembar

Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle. Dahulu terdapat dua buah bintang kembar. Salah satu bintang meledak dan hancur berkeping-keping.

Pengaruh gravitasi dari bintang yang lain kemudian menarik keping-keping tersebut, yang nantinya akan berubah menjadi planet.

Sedangkan bintang yang lain menjadi matahari. Namun teori ini memiliki kelemahan, karena menurut para ahli lainnya, momentum anguler pada sistem tata surya tidak dapat disebabkan oleh teori ini.

Teori tidal

Teori ini dikemukakan oleh dua orang ahli dari Inggris bernama James Jeans dan Harold Jeffereys.

Teori inin mengatakan bahwa jaman dahulu matahari masih berbentuk kumpulan gas panas dan terdapat bintang yang melewati matahari dalam jarak yang sangat dekat menyebabkan sebagian material dari matahari tertarik oleh gaya gravitasi dari bintang tadi.

Semakin jauh dari matahari gaya gravitasi tadi semakin berkurang dan menyebabkan material tadi terlepas yang pada akhirnya membentuk planet-planet.

Teori bigbang

Teori bigbang mengatakan bahwa pada awal terbentuknya, tata surya hanyalah sebuah gumpalan massa yang berputar dengan sangat cepat pada porosnya.

Karena putaran tersebut berlangsung terus-menerus, maka menyebabkan bertambahnya massa dan tekanan gumpalan tersebut. Ledakan besar pun terjadi yang menyebabkan beberapa material terlempar keluar.

Material tersebut terus bergerak menjauhi intinya, yang kemudian suhunya terus menurun dan memadat, dan akhirnya membentuk planet-planet.

Teori bigbang merupakan teori terakhir yang diyakini paling mendekati kenyataan meski pada akhirnya teori tentang bagaimana terbentuknya alam semesta belum dapat diketahui secara pasti.

Baca Juga : Pengertian, bagian-bagian, Jenis dan Proses Pembentukan Sungai

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test