Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sejarah dan Asal usul Kerajaan Demak di Indonesia

Sejarah dan Asal usul Kerajaan Demak di Indonesia – Kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan di Indonesia, tepatnya kerajaan di pulau Jawa. Kerajaan ini berpengaruh besar dalam penyebaran agama islam di pulau Jawa.

Berikut adalah penjelasan mengenai Sejarah dan Asal usul Kerajaan Demak di Indonesia

Awal Berdirinya Kerajaan Demak

Kerajaan Demak atau disebut juga kesultanan Demak merupakan kerajaan islam pertama sekaligus terbesar yang ada di Jawa.

Baca Juga : Penjelasan Masa Pra Sejarah Di Indonesia

Kerajaan ini berlokasi di keraton Demak, di mana pada masa itu bertempat di tepi laut wilayah kampung Bintara.

Kerajaan Demak didirikan pada tahun 1475 oleh Raden Patah. Mulanya kerajaan Demak adalah bagian dari kerajaan Majapahit, yaitu sebuah kadipaten dimana raden patah merupakan adipatinya.

Namun setelah kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, Demak yang berada di bawah pimpinan Raden Patah akhirnya memulai pemberontakan dan perlahan mulai memisahkan diri dari kerajaan Majapahit.

Puncaknya, saat Demak menyerang Majapahit dan berdirilah kerajaan Demak dengan Raden Patah sebagai rajan pertamaya.

Raden Patah yang dikenal pula dengan nama Penambahan Timbun berhasil membawa Demak sebagai kerajaan paling besar di Jawa, setelah runtuhnya Majapahit.

Pada tahun 1507, Raden Patah akhirnya turun tahta, kemudian digantikan oleh Pati Unus sampai tahun 1521.

Setelah Pati Unus wafat, pemerintahan kerajaan Demak dipegang oleh Sultan Trenggana dimana pada masa kepemimpinannya, kerajaan Demak berhasil mencapai puncak masa kejayaan.

Dibawah kepemimpinan Sultan Trenggana Demak berhasil mengusai Sunda Kelapa (Jayakarta), Banten, dan Cirebon.

Selain itu Demak juga berhasil menyerang Portugis serta mematahkan hubungan antara Portugis dengan kerajaan lainnya, sehingga semua kerajaan yang berada di wilayah pantai utara Jawa tunduk pada Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak juga mendapat peran penting dalam penyebaran agama islam saat itu.

Kerajaan Demak menjadi salah satu pelopor penyebaran agama islam di Indonesia khususnya di pulau Jawa.

Dengan bantuan Wali Songo, kerajaan Demak berhasil menjadi pusat dalam penyebaran syiar islam.

Pada tahun 1546, Sultan Trenggana wafat dan dimulailah konflik internal pada kerajaan Demak.

Mulai terjadinya perebutan kekuasaan antar anggota keluarga. Sunan Prawata yang merupakan putra tertua dari Sultan Trenggana sekaligus menjadi ahli waris dan penerus tahta, dibunuh oleh Arya Penangsang yang saat itu menjadi Bupati Jipang.

Terbunuhnya Sultan Prawata membuat Arya Penangsang naik tahta dan menimbulkan ketidaksetujuan pada keluarga kerajaan.

Kemudian, pangeran Hadiwijaya atau yang dikenal juga dengan nama Jaka Tingkir melakukan upaya untuk mengalahkan Arya Penangsang hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan tahta.

Sejak saat itu, ibu kota dari kerajaan Demak yang mulanya ada di Bintara di pindahkan ke wilayah Pajang

Kehidupan masyarakat Kerajaan Demak dan peninggalannya

Di masa kejayaannya, kerajaan Demak berhasil menjadi pusat perekonomian terutama di bidang perdagangan maritim.

Pada masa itu, banyak kapal-kapal barang dengan berbagai komoditas berlabuh di sekitar wilayah Demak.

Selain dari bidang perdagangan maritim, kerajaan Demak juga menguasai bidang pertanian sehingga dapat menghasilkan banyak jenis makanan. Ini karena kerajaan Demak memiliki lahan pertanian yang sangat luas.

Dari segi sosial budaya, masyarakat Demak memiliki kehidupan yang teratur dan sangat baik karena penerapan hukum syariat islam yang dibawa oleh para Wali Songo.

Salah satu lambang kebesaran dari kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak.

Tidak hanya sebagai peninggalan sejarah, Masjid Agung Demak juga sekaligus menjadi bukti bahwa syariat islam di kerajaan Demak sangatlah kokoh. Berikut ini penjelasan mengenai peninggalan sejarah dari kerajaan Demak :

  1. Masjid Agung Demak

Masjid kebesaran dari kerajaan Demak ini dibangun pada tahun 1479 oleh Wali Songo dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Selain menjadi lambang kebesaran, Masjid Agung Demak jua menjadi bukti bahwa pada masa itu kerajaan Demak merupakan pusat dalam penyebaran dan perkembangan agama islam di Jawa.

  1. Bedug dan Kentongan

Kedua alat ini merupakan peninggalan kerajaan Demak yang bersejarah. Pada masa itu, kedua alat ini digunakan untuk memanggil orang-orang untuk beranjak ke masjid menunaikan shalat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan.

  1. Dampar Kencana

Pada awalnya, dampar kencana merupakan singgasana raja, namun setelah dipindahkan ke masjid agung Demak dampar kencana beralih fungsi menjadi mimbar kencana.

  1. Piring Campa

Piring Campa merupakan piring diberikan oleh Ibu Raden Patah yang merupakan seorang putri dari Campa.

Piring Campu berjumlah sebanyak 65 buah, dan saat ini bisa ditemui sebagai hiasan di dinding Masjid Agung Demak.

Itulah penjelasan mengenai Sejarah dan Asal usul Kerajaan Demak di Indonesia. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, khususnya kerajaan Demak yang merupakan kerajaan pertama dan terbesar di pulau Jawa. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Mula Berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test