Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sejarah dan Asal Usul Film Di Indonesia

Sejarah dan Asal Usul Film Di IndonesiaRitaelfianis.com – Film adalah media komunikasi massa yang menuangkan realita dalam kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya menjadi sebuah gambar tentang kehidupan masyarakat.

Dan menurut (Effendi 1986 : 239) film diartikan sebagai hasil budaua dan alat ekspresi kesenian.

Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara. Kesenian baik seni rupa dan seni teater sastra dan arsitektur serta seni musik.

Lebih dari 70 tahun film menjadi hal baru bagi kehidupan umat manusia yang sangat beraneka ragam serta sangat luas cakupannya.

Film adalah cerita dan gambar yang diiringi musik serta kata agar dapat menggiring penontonnya sebagai fenomena sosial, psikologi yang merupakan dokumen.

Sehingga dapat diringkas bahwa film merupakan produksi yang multi dimensional dan kompleks.

Kehadiran film ditengah kehidupan manusia dewasa ini semakin penting dan setara dengan media lain.

Karena dapat disejajarkan dengan kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan. Adapun kehidupan sehari-hari lainnya untuk manusia dijaman maju ini akan tersentuh dengan dunia film.

Berdasarkan sifatnya, film dibagi dalam 4 kategori, yaitu :

Film cerita atau story film

Film cerita mengandung unsur yang lazim dipertunjukkan di gedung bioskop yang biasa dimainkan oleh bintang film yang sedang populer.

Film cerita atau story film biasanya merupakan film fiksi yang karyanya dapat dinikmati oleh publik dan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.

Film berita atau news film

Dalam film berita akan diajak mendalami fakta dan peristiwa yang pernah terjadi.

Dan mengikuti sifat dari pada film berita maka akan disajikan untuk publik dan harus mempunyai nilai berita (newsvalue)

Film dokumenter

Film dokumenter dikenalkan oleh John Giersonyang dan dapat didefinisikan bahwa film dokumenter adalah hasil karya cipta mengarah kepada kenyataan-kenyataan yang menginterpretasikan kenyataan.

Fokus daripada film dokumenter adalah peristiwa yang terjadi.

Film kartun

Film kartun adalah gagasan dari seniman pelukis dan bertemunya dengan sinematografi.

Mereka membuat gambar-gambar yang mereka lukis, sehingga dapat menimbulkan sifat jenaka.

Dalam hal ini walt disney adalah contoh dari perusahaan film yang bergerak dalam kategori kartun dan mendunia dan sebagai contoh terdepan.

Karyanyapun masih disenangi oleh masyarakat hingga saat ini.

Dan menurut (Effendi, 2000 ; 207) bahwa tehnik perfilman baik peralatannya, maupun pengaturan telah berhasil memanfaatkan gambar-gambar yang semakin mendekati kenyataan.

Dalam suasana gelap dalam bioskop, penonton menyaksikan suatu cerita yang seolah-olah benar-benar terjadi di hadapannya.

Untuk perkembangan film di Indonesia dimulai sekitar tahun 1924, yaitu film China yang diputar di bioskop yang pemiliknya adalah orang China.

Sedangkan film lokal yang pertama berjudul Loetoeng Kasarung yang dibuat oleh NV Java Film Company.

Untuk film lokal yang bersuara diproduksi oleh Tans Film Company bekerjasama dengan Kruegers Film Bedrif di Bandung dengan judul Alma de Fischer di tahun 1931. Dan dari kurun waktu sekitar 5 tahun ada 21 judul baik untuk film bisu maupun suara.

Di tahun 1936 mencatat ada 227 bioskop di Indonesia. Untuk Festival Film Indonesia (FFI) I di mulai pada 30 Maret – 5 April 1955 dan di gagas oleh Djamaludin Malik.

Pembentukkan PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) pada 30 Agustus 1954, dan film Jam Malam karya Usmar Ismail menjadi  Film terbaik dalam festival ini.

Sedangkan Pembentukkan PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) pada 30 Agustus 1954, dan film Jam Malam karya Usmar Ismail menjadi  Film terbaik dalam festival ini.

Tahun 1960-an pelan namun pasti perfilman Indonesia mengalami kemunduran karena ekonomi dan politik yang sangat tidak kondusif dan perubahan kepemimpinan kepala negara mempunyai kekuatan khusus untuk kemunduran perfilman.

1970-an ada perubahan yang signifikan karena adanya keputusan No.71 tahun 1971 oleh Menteri Penerangan saat itu Budiharjo.

Kebijakan ini berisi adanya pembiayaan hingga 50 persen dari biaya produksi.

Dimasa ini “Bernafas Dalam Lumpur” dengan sutradara Turito Junaidi. Dan beberapa sutradara yang sukses adalah Wim Umboh, Asrul Sani, Teguh Karya, Syumandjaya, Nico Pelamonia, Ami Priyono, Wahyu Sihombing, Arifin C Noor dan Nya Abbas Akub.

Tahun 1980 produksi film lokal melonjak naik. Film Catatan Si Boy dan Lupus menjadi film kegemaran penonton. Untuk jenis film nya ada dari tema Seks, Komedi, seks horor hingga musik. Untuk film yang populer dijaman 1980-an. Di era 80-an ini bioskop mulai di kotak-kotakan.  Dan bioskop 21 menjadi pemenang.

Era tahun 1990 film Indonesia kembali mengalami kemunduran hanya dikarenakan banyak televisi swasta lainnya. Dan jenis box office maupun telenovela menjadi kesukaan masyarakat. Namun sisa dari kemunduran tersebut digarap dengan baik oleh Garin Nugroho hingga menjadi Cinta Dalam Sepotong Roti. Dan memenangkan festival Film Internasional.

Dan di tahun 2000-an dimulai dengan kejayaan dari film berjudul Ada Apa Dengan Cinta, yang meroketkan nama pemain-pemainnya. Di susul dengan film berkualitas lainnya seperti Petualangan Sherina, Ayat-Ayat Cinta, ketika cinta bertasbih dan laskar pelangi

Semoga sejarah film di Indonesia tak akan mengalami kemunduran namun makin baik dan meningkat.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test

Warning: require_once(/home/ritaelfianis/public_html/25f6f2eb862feef312bc0f166a3338c6c7d89844/promo.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/ritaelfianis/public_html/wp-content/themes/frontier/footer.php on line 39

Fatal error: require_once(): Failed opening required '/home/ritaelfianis/public_html/25f6f2eb862feef312bc0f166a3338c6c7d89844/promo.php' (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php71/root/usr/share/pear') in /home/ritaelfianis/public_html/wp-content/themes/frontier/footer.php on line 39