Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri, dan Tujuan Filsafat – Filsafat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.

Secara etimologi, kata ‘filsafat’ berasal dari Bahasa Yunani, philosophia dan philoshophos.

Philo artinya cinta, shopia atau shopos artinya kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Jika digabungkan filsafat memiliki arti sejumlah gagasan yang penuh kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah.

Sejarah filsafat dimulai dari zaman pra Yunani kuno. Filsafat lahir pada abad ke-6 SM.

Mitologi yang sebelumnya sudah ada di Yunani dianggap sebagai perintis filsafat, memberi jawaban terhadap pertanyaan yang terdapat di hati manusia.

Dilanjutkan pada zaman Yunani kuno, dimana zaman ini menjadi zaman emas bagi filsafat, karena orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide dan gagasan yang dimiliki.

Pada zaman abad pertengahan, filsafat hampir dilandasi oleh ilmu agama yang ditandai dengan ilmuwan yang hampir semuanya adalah seorang teolog.

Berikutnya di zaman Renaissance terjadi kebangkitan dimana pemikiran terbebas dari dogma-dogma agama.

Dan pada zaman modern, terjadi penentuan terhadap bidang ilmiah, dimana ilmu-ilmu nya dirintis dari zaman sebelumnya. Ilmu-ilmu tersebut berlanjut ke zaman kontemporer (abad ke-20 dan seterusnya), dimana setiap ilmu dipahami lebih mendalam sehingga menimbulkan penemuan-penemuan yang kita ketahui sekarang ini.

Filsafat memiliki beberapa tujuan, diantaranya untuk mendidik manusia agar memiliki pengetahuan, sehingga mampu menilai hal-hal yang ada di sekitarnya secara objektif.

Filsafat juga bertujuan membuat manusia menjadi lebih bijaksana, memiliki pandangan luas, serta terhindar dari sifat egosentrisme. Tujuan lainnya yaitu membuat manusia memiliki pedoman dalam mendalami suatu ilmu pengetahuan, terutama bisa membedakan persoalan ilmiah maupun non-ilmiah.

Filsafat memiliki ciri-ciri, yang pertama adalah bersifat universal. Universal yaitu umum, dan tidak bersangkutan dengan objek khusus atau objek tertentu.

Ciri yang kedua yaitu tidak faktual, sesuatu yang spekulatif dengan membuat berbagai dugaan yang masuk akal tentang suatu hal namun tanpa ada bukti yang sah.

Ciri ketiga yaitu berhubungan dengan nilai, dimana penilaian berupa sesuatu yang baik dan buruk, susial dan asusila, dimana filsafat menjadi sebuah usaha untuk mempertahankan nilai-nilai tertentu.

Ciri keempat yaitu memiliki arti atau nilai, dimana kalimat-kalimat yang tercipta logis dan bahasanya tepat. Ciri terakhir yaitu implikatif, atau memiliki nilai akibat, sehingga diharapkan ada pemikiran baru yang dinamis.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test