Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Proses Pembentukan Gamet Pada Manusia dan Hewan

Proses Pembentukan Gamet Pada Manusia dan Hewan – Gamet merupakan sel kelamin yang dihasilkan agar organisme dapat bereproduksi menghasilkan keturunan baru.

Gamet jantan manusia dan hewan tingkat tinggi adalah sperma, sedangkan gamet betina adalah ovum.

Proses pembentukan gamet atau sel kelamin disebut gametogenesis, ada dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis.

Proses gametogenesis dibedakan menjadi dua, yaitu spermatogenesis untuk pembentukan sperma dan oogenesis untuk pembentukan ovum.

Spermatogenesis

Spermatogenesis terjadi dalam testis laki-laki, pada bagian tubulus seminiferus. Tubulus tersebut merupakan saluran melilit yang terdapat pada testis.

Sperma dihasilkan dari pembelahan sel spermatogonium dalam tubulus seminiferus. Berikut adalah proses dari spermatogenesis.

  • Ketika seorang anak laki-laki mencapai pubertas, sel kelamin jantan primitif yang belum terspesialisasi menjadi diaktifkan oleh sekresi hormon testosteron.
  • Spermatogonium akan membelah secara mitosis menghasilkan dua macam spermatogonium baru yang masing-masing berisi 46 kromosom lengkap. Satu spermatogonium akan berperan sebagai cadangan, sedangkan sel yang satunya lagi akan melanjutkan proses spermatogenesis.
  • Spermatogonium akan berkembang menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid dan akan melakukan pembelahan meiosis I menghasilkan dua macam spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder yang dihasilkan dari pembelahan tadi masing-masing memiliki 23 kromosom.
  • Masing-masing permatosit sekunder akan melakukan pembelahan meiosis II menghasilkan 4 spermatid yang bersifat diploid. Sel sperma yang terbentuk ini dapat memiliki sifat genetik yang berbeda karena terjadinya pindah silang dalam tahap profase meiosis I.
  • Spermatid akan mengalami pematangan dengan berkurangnya sitoplasma dan memperoleh ekor untuk bergerak. Proses pembentukan sperma hingga matang dan siap membuahi membutuhkan waktu sekitar 7 minggu.

Oogenesis

Oogenesis terjadi dalam ovarium wanita. Proses oogenesis dimulai ketika embrio masih berkembang.

Namun proses yang terjadi pada embrio ini akan berhenti dan berlanjut ketika embrio telah memasuki masa pubertas.

Ovum akan berkembang dalam folikel di ovariun serta memberikan nutrisi bagi calon ovum untuk berkembang hingga siap dibuahi.

Proses oogenesis adalah sebagai berikut.

  • Oogonium akan melakukan pembelahan mitosis menghasilkan 2 oogonium baru. Satu oogonium akan menjadi cadangan, sedangkan yang lainnya akan melanjutkan proses oogenesis.
  • Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer yang memiliki 46 kromosom. Oosit primer kemudian mulai melakukan pembelahan meiosis I dan menghasilkan anek sel yang memiliki ukuran yang berbeda. Proses kemudia berhenti pada tahap profase dan berlanjut kembali ketika embrio dewasa secara fisiologis.
  • Setelah pubertas, proses meiosis akan berlanjut hingga terbentuk oosit sekunder. Oosit skunder bisa mencapai ribuan kali lebih besar dari yang lain karena memeliki sitoplasma yang lebih dibandingkan oosit primer.Sel anak yang lebih kecil disebut badan polar pertama yang kemudian membelah lagi.
  • Oosit sekunder akan keluar dari ovarium melalui proses ovulasi. Apabila oosit sekunder difertilisasi, maka akan mengalami pembelahan meiosis yang kedua. Oosit sekunder akan melakukan pembelahan meiosis II untuk menghasilkan ootid.

Proses spermatogenesis dan oogenesis memiliki 4 perbedaan mendasar.

  • Spermatogenesis menghasilkan 4 sperma dalam satu kali prosesnya, sedangkan oogenesis hanya menghasilkan 1 ovum karena proses pembagian sitoplasma yang tidak merata.
  • Spermatogenesis merupakan proses yang berkelanjutan yang dimulai ketika seorang jantan memasuki masa puber, sedangkan dalam oogenesis meskipun prosesnya sudah dimulai bahkan sebelum lahir, prosesnya akan memasuki masa interupsi lalu berlanjut ketika memasuki masa puber.
  • Spermatogenesis terjadi sepanjang hidup laki-laki, sedangkan oogenesis terjadi hanya sampai perempuan berumur sekitar 50 tahun. Tahap menopause bagi wanita berusia 50 tahun ditandai dengan tidak lagi mengalami menstruasi dan tidak akan lagi merasakan gairah seksual karena produksi hormon reproduksi yang telah terbatas.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Jenis Pembelahan Sel


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 Frontier Theme