Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Proses Pembentukan Gamet Pada Hewan Tingkat Tinggi

Proses Pembentukan Gamet Pada Hewan Tingkat Tinggi – Mahluk hidup dewasa memerlukan sel kelamin atau gamet untuk berproduksi.

Masing-masing mahluk hidup memilik cara reproduksi yang berbeda-beda. Pada hewan tingkat tinggi dan manusia, gamet jantannya dinamakan sperma. Sedangkan gamet betina yaitu ovum atau sel telur.

Melalui proses fetilisasi, gamet jantan dan betina akan menyatu. Lalu menghasilkan organisme baru.

Sel gamet, seperti sperma dan ovum dihasilkan dalam organ reproduksi. Tempat diproduksinya sperma dinamakan testis, dan sel telur dihasilkan dalam ovarium.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Ikan (Pisces)

Dan proses pembentukan gamet dinamakan gametogenesis. Tahapan ini dibagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Berikut penjelasannya:

Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses terbentuknya atau dihasilkannya sperma ada organ reproduksi jantan. Organ reproduksi jantan dinamakan testis.

Sperma merupakan hasil dari pembelahan sel spermatogonium pada tubulus seminiferus. Berikut proses yang terjadi:

  • Spermatogonium membelah dengan cara mitosis dan menghasilkan 2 spematogonium baru
  • Spermatogonium pertama berfungsi sebagai cadangan, sedangkan yang satunya meneruskan proses spermatogenesis. Pada sel spermatogonium terdapat materi genetik diploid (2n)
  • Kemudian spermatogonium berubah menjadi spermatosit primer dan masih bersifat diploid (2n)
  • Spermatosit primer menjalani proses pembelahan meiosis I dan menghasilkan 2 spematosit sekunder. Kedua spermatosit sekunder memiliki sifat haploid (n)
  • Selanjutnya pada spermatosit sekunder terjadi pembelahan meiosis II dan menghasilkan 4 spermatid bersifat diploid (n)
  • Spermatid mengalami proses pemantangan, yaitu berkurangnya sitoplasma dan mempunyai ekor untuk bergerak.

Dari proses seprmatogenesis menghasilkan 4 sperma. Empat sel sperma ini memiliki sifat genetik yang berbeda.

Hal ini disebabkan proses pindah silang pada fase profase meiosi I. sperma tersebut akan menuju epididimis untuk proses pematangan lebih lanjut, sampai siap untuk membuahi. Proses ini memakan waktu hingga 7 minggu.

Oogenesis

Proses ini tejadi pada ovarium wanita. Sel induk yang bernama oogonium menghasilkan ovum atau sel telur.

Tahapan pembentukan ovum pada oogonium dimulai saat embrio masih berkembang diperut induknya.

Namum proses ini akan berhenti dan berlanjut saat sel induk memasuki masa pendewasaaan atau pubertas.

Kemudian kantung-kantung kecil dalam ovarium yang dinamakan folikel menjadi tempat berkembangnya ovum.

Sel yang terdapat pada folikel akan menyuplai nutrisi untuk calon ovum. Nutrisi ini berguna agar ovum berkembang dan masak, hingga siap untuk dibuahi. Berikut proses yang terjadi pada proses oogenesis:

  • Oogonium membelah secara mitosis dan menghasilkan 2 oogonium baru
  • Oogonium pertama berfungsi sebagai cadangan, dan yang kedua melanjutkan proses oogenesis.
  • Oogonium tumbuh menjasdi oosit primer dan bersifat diploid (2n). kemudian oosit primer membelah lagi secara meiosis I dan berhenti di tahap profase. Proses tersebut berada didalam embrio. Tahap ini akan berhenti hingga embrio dewasa secara fisiologis.
  • Setelah dewasa atau pubertas, proses meosis dilanjutkan sampai terbentuk oosit sekunder. Pada proses ini terjadi pembelahan yang tidak merata. Dalam satu sel mendapatkan seluruh sitoplasma dan tumbuh menjadi oosit sekunder. Tapi sel lain hanya mendapatkan sedikit sitoplasma. Dalam oosit sekunder terdapat materi genetik yang bersifat haploid (n). oosit sekunder kemudian keluar dari folikel dan ovarium lewat proses ovulasi.
  • Proses berikutnya terjadi saat oosit sekunder diluar ovarium. Oosit sekunder kemudian membelah secara meiosis II dan menghasilkan ootid. Tapi ada fase ini pembagian sitoplasma tidak merata sehingga terbentuk 1 ootid dan 1 badan polar.
  • Setelah itu ootid akan berubah menjadi ovum.

Proses oogenesis dapat menghasilkan 1 sel telur atau ovum dari 1 sel induk oogonium.

Folikel ovarium akan berubah menjadi korpus luteum jika sudah mengeluarkan oosit sekunder, dan menghasilkan hormon reproduksi wanita.

Pada embrio wanita dapat menghasilkan 400 ribu oosit primer saat dalam kandungan. Tetapi tidak semua menjadi ovum.

Kaum pria dapan menghasilkan sperma sepanjang hidupnya, namun wanita tidak bisa menghasilkan ovum jika sudah berumur lebih dari 50 tahun.

Tahapan wanita tidak bisa menghasilkan ovum dinamakan menopause. Proses ini ditandai dengan tidak mengalami lagi menstruasi. Wanita yang sudah menopause produksi hormone reproduksinya terbatas.

Beritulah ulasan secara singkat proses terbentuknya gamet pada hewan tingkat tinggi dan manusia.

Prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Semongga dengan penjabaran diatas bisa memberikan gambaran dari proses reproduksi yang terjadi.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Ciri Kingdom Animalia


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test