Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Proses Daur Hidup Aurelia Aurita (Ubur-ubur)

Proses Daur Hidup Aurelia Aurita (Ubur-ubur) – Nama lain dari ubur-ubur adalah Aurelia Aurita. Aurelia diklasifikasikan dalam kelompok animalia.

Aurelia Aurita atau ubur-ubur bulan merupakan jenis yang sering ditemukan. Ubur-ubur ini memiliki habitat di daerah pantai timur Samudera Atlantik, Eropa Utara sampai pantai barat Amerika dan Kanada bagian timur.

Biota laut tembus pandang ini bisa mencapai ukuran antara 25 sampai 40 cm. Ubur-ubur menggunakan tentakelnya untuk mencari mangsa berupa plangton, moluska, dan lainnya.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Ciri Kingdom Animalia

Gerakan dari Aurelia atau ubur-ubur sangat terbatas, mereka hanya bisa hanyut mengikuti arus.

Aurelia memiliki beberapa tahapan daur hidup, berikut tahapannya:

Fertilisasi

Aurelia berkembangbiak melalui hubungan seksual. Proses ini terjadi saat gamet jantan masuk kemedusa betina lewat mulut.

Lalu pembuahan akan berlangsung saat gamet betina keluar dari ovari.

Setelah itu zigot hasil pembuahan akan keluar melalui mulut dan menempel pada oral arm. Sejenis lengan yang ada pada mulut ubur-ubur.

Perkembangan dan pembentukan planula

Zigot yang menempel pada oral arm akan berkembang, berikut urutannya:

  • Zigot melakukan pembelahan, dari pembelan itu akan menghasilkan dua sel yang sama.
  • Zigot tumbuh menjadi morula, pembelahan akan terus menerus terjadi. Hingga zigot menjadi morula. Morula merupakan sel berbentuk bola yang merupakan hasil pembelahan mitosis.
  • Morula berubah menjadi blastula, setelah menjadi morula, lalu akan muncul blastocoel yaitu rongga berisi cairan pada pusat morula. Bentuk itu disebut blastula.
  • Blastula menjadi gastrula, yaitu bentuk selanjutnya dari morula. Pada proses ini mulai terbentuk lapisan luar dan lapisan dalam.
  • Plastula terbentuk, dari lapisan luar kemudian berkembang menjadi silia dan tubuh gastrula mulai memanjang. Perubahan bentuk ini dinamakan planula, dikenal juga dengan nama larva bersilia.

Setelah planula terbentuk, larva akan terlepas dari oral arm. Kemudian larva mulai berenang bebas.

Pembentukan skifistoma

Planula atau larva ubur-ubur akan mengalami metamorphosis. Planula akan tumbuh menjadi polip kecil atau hydra tuba yang tidak mempunyai perisarc.

Dibagian dasar polip akan muncul sejenis stolon yang berfungsi menyrap makanan.

Setelah itu terjadi lah proses strobilasi yakni pembagian hydra tuba, bentuknya mirip tumpukan cangkir.

Inilah yang dinamakan skifistoma.  Pada setiap tumpukan terdapat larva elfita.

Elfira berkembang menjadi Aurelia aurita

Saat elfira tumbuh, makanan utamanya adalah protozoa. Pertumbuhan elfira ditandai dengan ukuran mesoglea yang membesar, dan mulai terbentuk lamella endoderm pada lapisan endoderm, oral arm, dan tentakel.

Elfira akan berubah menjadi dewasa pada musim panas. Saat itu, medusa sudah bisa melepaskan sel gamet.

Itulah cara berkembangbiak atau proses daur ulang hidup dari Aurelia aurita. Proses ini akan terus berulang dari Aurelia berbentuk gamet hingga menjadi dewasa.

Dari penjabaran itu, dapat disimpulkan bahwa Aurelia berkembangbiak melalui hubungan seksual.

Yaitu terjadinya penggabungan antara gamet jantan dan gamet betina, yang menghasilkan zigot. Kemudian zigot inilah yang akan menjadi bakal calon dari ubur-ubur dewasa.

Pada ubur-ubur ini tampak tembus pandang, biasanya memiliki ukuran sekitar 25 hingga 40 cm, dan dapat diidentifikasi oleh empat gonad berbentuk tapal kuda, mudah dilihat melalui bagian atas bel.

Ubur-ubur ini makan dengan mengumpulkan medusa, plankton dan moluska dengan tentakelnya dan membawa mengsanya ke dalam tubuh untuk dicerna.

Pada ubur-ubur ini hanya mampu bergerak terbatas dan hanyut dengan arus bahkan ketika berenang.

Baca Juga : Proses Pembentukan Gamet Pada Hewan Tingkat Tinggi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test