Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Penjelasan Masa Pra Sejarah Di Indonesia

Sejarah Masa Pra Sejarah Di Indonesia – Kehidupan manusia di Bumi selalu mengalami perkembangan serta kemajuan.

Perkembangan dan kemajuan ini dikelompokkan menjadi beberapa zaman. Agar mengetahui bagaimana kehidupan manusia di masa lalu, seperti contoh pada masa pra sejarah, para ilmuwan menggunakan peninggalan berupa artefak dan fosil untuk menggali informasi seputar kehidupan di masa itu.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai perkembangan masa pra sejarah di Indonesia.

Penjelasan Masa Pra Sejarah Di Indonesia

Pra sejarah atau dikenal juga dengan nirleka secara harfiah dapat diartikan sebagai ‘sebelum sejarah’.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Mula Berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam

Kata nirleka sendiri diambil dari kata nir dan leka. Nir yang berarti tidak ada, dan leka yang berarti tulisan.

Sehingga masa ini bisa disebut juga sebagai masa sebelum manusia mengenal tulisan atau aksara.

Masa pra sejarah merupakan masa dimana munculnya perilaku dan anatomi manusia untuk pertama kali.

Berakhirnya masa pra sejarah dan dimulainya masa sejarah pada setiap bangsa mengalami perbedaan tergantung dengan peradaban bangsanya.

Masa pra sejarah di Indonesia sendiri diperkirakan berakhir pada abad ke-5 atau saat berdirinya kerajaan Kutai.

Hal ini diperkuat dengan munculnya prasasti berbentuk yupa yang berada di sekitar sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Karena pada masa pra sejarah belum mengenal tulisan maka tidak ada peninggalan tertulis pada masa ini.

Sehingga untuk mendapat keterangan mengenai masa pra sejarah, dilakukan peninjauan menggunakan beberapa bidang keilmuan seperti geologi, antropologi, paleontologi, biologi, dan astronomi.

Melalui bidang keilmuan ini didapatkan bukti sejarah berupa artefak-artefak yang berada di daerah penggalian masa pra sejarah.

Perkembangan Masa Pra Sejarah di Indonesia

Secara garis besar, perkembangan masa pra sejarah di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga masa yaitu :

1. Masa Berburu Dan Meramu

Pada masa ini, manusia purba hanya berusaha memenuhi kebutuhan dasarnya. Mereka hidup dengan cara food gathering atau mengumpulkan makanan yang berasal dari alam tanpa harus menanam atau mengolahnya lebih dulu.

Pada masa ini manusia purba mencari tempat tinggal yang dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Sehingga apabila lingkungan itu  sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan, manusia purba akan mencari tempat tinggal baru.

Ini sebabnya pada masa ini kehidupan masyarakatnya identik dengan nomaden atau berpindah-pindah.

Peralatan yang digunakan pada masa ini masih berupa alat-alat sedrhana yang terbuat dari batu seperti kapak perimpas dan kapak genggam.

Kapak perimbas digunakan untuk menebang kayu, menguliti dan memecahkan tulang binatang.

Sementara kapak genggam digunakan untuk memotong binatang buruan, menggali tanaman umbi serta untuk alat serpih yang berfungsi sebagai pisau

2. Masa Bercocok Tanam

Seiring dengan berkembangnya pola pikir, manusia purba mulai memahami kondisi tempat ia tinggal, dan mulai belajar becocok tanam untuk mendapatkan makanannya sendiri selain dengan cara berburu.

Pada masa ini manusia purba mulai menanam umbi-umbian dengan menggunakan sistem ladang berpindah, atau bergantung pada kondisi lingkungan seperti pada keseburan tanah dan curah hujan.

Jika lingkungan tersebut kurang cocok digunakan sebagai tempat bercocok tanam, mereka akan mencari lokasi baru untuk bercocok tanam.

Karena sudah dapat mengontrol kebutuhan makanan, manusia purba pada masa ini sudah mulai hidup menetap.

Selain itu, peralatan yang digunakan pada masa ini lebih beragam dan lebih canggih seperti kapak lonjong, gerabah, mata panah, dan beliung panjang.

Pada masa ini juga mulai terdapat perhiasan yang berbahan dasar batu dan kayu.

3.  Masa Perundagian atau pertukangan.

Istilah undagi pada masa ini berarti orang dengan keterampilan tertentu. Pada masa ini, mulai banyak bermunculan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan.

Contohnya seperti pembuatan perhiasan yang membutuhkan keterampilan mengolah logam, dan pekerjaan di bidang pembuatan rumah.

Dampak dari kehidupan pada masa perundagian dan pertukangan adalah berkembangnya kehidupan masyarakat terutama pada bidang teknologi.

Hal ini terlihat dari penemuan peralatan yang digunakan, seperti kapak corong yang terbuat dari perunggu, punden berundak yang merupakan bangunan menyerupai tangga batu, dan menhir yang sejenis tugu dari batu.

Demikianlah penjelasan mengenai Masa Pra sejarah di Indonesia. Semoga penjelasan ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai perkembangan masa yang terjadi di Indonesia. Sekian dan Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Sejarah Terjadinya Perang Dunia 1

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test