Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Titik Didih, Titik Beku, Titik lebur, dan Kalor Laten

Pengertian Titik Didih, Titik Beku, Titik lebur, dan Kalor Laten – Titik didih adalah suatu temperatur dimana air berubah menjadi uap air karena tekanan dalam air sama besarnya atau lebih besar dari tekanan yang ada disekitarnya.

Satuan dari titik didih biasanya dinyatakan dengan temperatur suhu.

Pada tekanan dan temparatur udara standar titik didih air terjadi pada suhu 100 derajat celcius.

Air untuk mengetahui apakah suatu air telah mendidih dapat dilihat dari munculnya gelembung udara yang berubah menjadi uap air.

Baca juga : Pengertian Alat Ukur Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Titik didih ditentukan oleh kekuatan daya tarik antar molekulnya hal ini disebabkan karena adanya ikatan hidrogen antar molekul.

Semakin tinggi atau kuat daya tarik menarik antar molekul yang maka semakin tinggi pula titik didihnya.

Titik Beku

Titik beku adalah suatu suhu yang dicapai oleh zat cair untuk dapat berubah menajdi zat padat.

Zat cair akan berubah menjadi zat padat ketika suhunya terus-menerus diturunkan.

Titik beku air adalah pada o derajat celcius. Kondisi membekunya suatu zat cair disebabkan karena pada suhu yang rendah jarak antar molekulnya menjadi semakin dekat menyebabkan terjadinya gaya tarik menarik yang amat kuat pada zat tersebut.

Titik lebur

Titik lebur adalah suatu suhu yang dicapai oleh zat padat untuk dapat melebur menjadi zat cair.

Pada titik lebur, faktor tekanan tidak begitu berpengaruh pada titik lebur. Faktor yang berpengaruh pada tiik lebur adalah berat dan bentuk simetris molekul zat.

Pada senyawa zat padat organik titik lebur benda padat sama memiliki temperatur yang sama dengan temperatur ketika benda padat telah habis melebur.

Kalor Laten

Kalor laten adalah suatu kalor yang diperlukan untuk merubah satu kilogram zat untuk dapat berubah wujud. Kalor laten memiliki beberapa jenis yaitu:

  • Kalor Lebur dan Kalor beku.

Kalor lebur adalah jumlah suatu kalor yang diperlukan oleh satu kilogram zat padat untuk dapat berubah menjadi zat cair pada suhu satu derajat celcius.

Kalor lebur memiliki satuan joule per kilogram ( J/kg) atau kalori per gram ( kal/gr). Faktor yang mempengaruhi kalor lebur adalah masa benda, kalor jenis benda, dan perubahan suhu benda.

Sementara untuk kalor beku merpukan kebalikan dari kalor lebur. Kalor beku adalah banyaknya suhu atau kalor yang lepaskan untuk mengubah satu kilogram zat cair menjadi zat padat pada suhuh satu derajat celcius.

Kalor beku memiliki satuan sama seperti kalor lebur yaitu joule per kilogram ( J/kg) atau kalori per gram ( kal/gr). F

aktor yang mempengaruhi kalor beku adalah massa benda, kalor jenis benda, dan peubahan suhu benda. Jumlah kalor yang dikeluarkan pada proses melebur dan membeku adalah sama.

  1. Kalor Uap dan Kalor Embun.

Kalor uap adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk merubah satu kilogram zat cair agar dapat berubah wujud menjadi zat gas pada titik suhu tertentu.

Kalor embun adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk dapat merubah satu kilogram zat gas agar berubah eujud menjadi zat cair.

Jumlah kalor pada saat menguap adalah sama dengan jumlah kalor yang dilepaskan pada saat mengembun.

Faktor yang mempengaruhi kalor uap dan kalor embun adalah massa benda, kalor jenis benda, dan perubahan suhu benda. Satuan untuk kalor uap dan kalor embun adalah joule per kilogram ( J/kg) atau kalori per gram ( kal/gr).

Baca Juga : Pengertian, Contoh dan Manfaat Gelombang Elektromagnetik

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test