Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Tipe-tipe, Penyebab dan Tanda-tanda Alergi

Pengertian, Tipe-tipe, Penyebab dan Tanda-tanda Alergi – Alergi merupakan kondisi saat seseorang lebih rentan terhadap sesuatu dibanding orang lain.

Contohnya orang yang alergi udang, tubuhnya akan bereaksi saat mengkonsumsi udang atau olahan udang. Reaksi yang timbul dari alergi bisa bermacam-macam.

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), alergi adalah reaksi perubahan tubuh yang timbul akibat kuman penyakit atau keadaan sangat peka seseorang pada sesuatu atau keadaan tertentu.

Menurut ilmu medis, alergi merupakan bentuk kegagalan sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang menjadi sangat sensitif bereaksi terhadap bahan yang umumnya imunogenik (pembentuk imun).

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Bagian Dan Fungsi Alat Ekskresi Pada Manusia

Orang yang mengalami gejala ini dinamakan atopik, dan zat pemicu hipersensitive dinamakan allergen.

Sejatinya sistem kekebalan merupakan antibodi yang berfungsi mencegah atau melawan zat berbahaya yang masuk ketubuh.

Namun, bagi pengindap atopik, antibodi yang terbentuk juga berfungsi untuk melawan zat tidak berbahaya.  Reaksi yang umumnya terjadi berupa ruam kulit, mata gatal, pilek, sesak napas, diare, dan gatal-gatal.

Saat seseorang kontak untuk pertama kali dengan zat allergen, tidak akan ada reaksi apapun.

Tetapi reaksi akan terjadi pada kontak kedua, karena antibodinya sudah terbentuk. Kejadian ini dinamakan sensitisasi.

Antibodi yang terbentuk dilomfosit berguna untuk melawan zat berbahaya yang masuk pada tubuh. Akibat dari perlawanan antibodi tersebut, merangsang sel mast untuk menimbulkan macam-macam reaksi.

Sel mast yang diaktifkan akan mengeluarkan zat seperti histamin, leukotrin, dan prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan reaksi alergi.

Secara umum ada 4 jenis alergi yang terjadi pada manusia. Berikut diantaranya:

  1. Anafilaksis (Hipersensitivitas Tipe I)

Anafilaksis diambil dari bahasa Yunani, yang artinya kebalikan dari perlindungan. Penderita anafilaksis jika bersentuhan dengan zat allergen, tubuhnya akan menunjukan reaksi seperti turunnya tekanan darah, sulit bernapas, dan pilek. Hipersensitif tipe 1 memiliki ciri reaksi alerginya berlangsung cepat.

Berikut proses terjadinya alergi pada seorang menderita anafilaksis, diantaranya:

  • Allergen kontak dengan antibodi IgE
  • Sel mast dan basophil memproduksi amina vasoaktif serta zat lainnya
  • Lalu timbul reaksi alergi
  1. Sitoktosis ( Hipersensitivitas Tipe II)

Jenis alergi sitotoksik diakibatkan antibodi Imunoglobulin (IgG) dan immunoglobulin (IgE) yang keluar melakukan perlawanan pada zat asing yang masuk kepermukaan sel dan matriks ekstraselular.

Reaksi yang terjadi hanya pada sel atau jaringan yang berhubungan secara langsung dengan zat asing.

Proses terjadinya sitotoksis, sebagi berikut:

  • IgG dan IgM kontak dengan antigen pada permukaan sel
  • Terjadi proses perlawanan fagositosis ( memakan zat antigen) atau menghancurkan (lisis) sel antigen oleh komplemen, ADCC, dan antibody
  • Mengeluarkan mediator kimiawi tubuhnya
  • Lalu timbul reaksi alergi (anemia hemolitik, eritoblastolis fetalis, pemvigus vulgaris, atau sindrom Good Pasture
  1. Hipersensitivitas Tipe III

Alergi jenis ini terjadi karena kompleks imun. Maksudnya terjadi pengendapan antara anribodi dan antigen, lalu endapan tersebut terlarutkan dalam jaringan tubuh. Ciri reaksi alergi ini adalah munculnya inflamasi atau peradangan.

Pada manusia normal tidak akan terjadi pengendapan antigen dan antibodi secara terus menerus. Karena pada manusia normal antara antibodi dan antigen yang masuk seimbang. Berikut proses yang terjadi pada Hipersensitivitas Tipe III:

  • Terjadi pengendapan antigen dan antibodi
  • Akibatnya merangsang sel neutrophil
  • Lalu enzim lisosom terlepas
  • Keluar mediator kimiawi tubuh
  • Muncul reaksi
  1. Hipersensitifitas Tipe IV

Tipe ini dikenal sebagai alergi yang reaksinya lambat. Karena untuk munculnya reaksi dibutuhkan waktu hingga sel T, sitokin, dan kemokin aktif. Selain itu diperlukan juga pengumpulan makrofag dan leukosit. Hal itulah yang membuat reaksi alerginya lambat.

Itulah jenis-jenis alergi yang terjadi pada manusia, berikut ini akan dijelaskan mengenai penyebab-penyebab alergi, diantaranya:

  1. Makanan
  2. Bahan kimia
  3. Keturunan
  4. Debu dan bulu hewan
  5. Formalin
  6. Serbuk sari bunga
  7. Jamur
  8. Obat-obatan

Terdapat ciri-ciri umum untuk mengenali gejala alergi, yaitu:

  1. Bersin-bersin, susah bernapas, dan hidung pilek
  2. Bengkak pada wajah
  3. Diare, muntah, dan mual
  4. Pusing serta mata berkunang-kunang
  5. Tekanan darah menurun, detak jantung meningkat, pingsan
  6. Kulit gatal, dan lainnya

Seringkali alergi dianggap remeh, padahal potensi bahaya dari alergi sangat tinggi. Semoga dengan penjelasan artikel diatas, dapat membantu kita lebih waspada.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Struktur Dan Fungsi Jaringan Saraf

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test