Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Struktur, Sistem Organ, Klasifikasi Dan Ciri Arthropoda

Pengertian, Struktur, Sistem Organ, Klasifikasi Dan Ciri Arthropoda – Nama Arthropoda berasal dari kata arthos berarti sendi/ruas dan podos berarti kaki. Jadi, arthropoda memiliki Arti hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas.

Golongan arthropoda mempunyai jumlah spesies dan individu paling besar.

Hidupnya di air, darat, tanah dan dilingkungan udara bahkan di kepala manusia. Jenis filum ini hampir setiap hari kita dapat menemuinya.

STRUKTUR ARTHROPODA

Filum arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral yakni apabila di belah dari satu sumbu hanya menghasilkan sisi kanan dan sisi kiri.

Tubuhnya beruas-ruas dan memiliki kerangka luar (eksoskeleton) dari bahan kitin.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Karakteristik Crustacea

Eksoskeleton ini bersendi yang fungsinya menutupi dan melindungi alat alat tubuh bagian dalam serta memberi bentuk pada tubuh.

Kerangka luar di sekresikan oleh epidermis dan mengalami pergantian kulit (eksdisis). Memiliki mata majemuk (faset) atau mata tunggal (oselus).

SISTEM ORGAN ARTHROPODA

  • Sistem reproduksi yakni terjadi secara seksual dan aseksual (parthenogenesis dan paedogenesis) memiliki sistem reproduksi terpisah yang artinya terdapat hewan jantan dan betina
  • Sistem pencernaan makanan yakni terdiri atas mulut, kerongkongan, usus dan anus. Anus terdapat pada segmen posterior
  • Sistem pernapasan arthropoda yakni bernafas dengan menggunakan trakea, insang, paru-paru buku dan permukaan tubuh
  • Sistem peradaran darah yakni terdiri atas jantung dengan pembuluh-pembuluh darah terbuka. Darah tidak mengandung hemoglobin, sehingga hanya berfungsi untuk mengedarkan sari-sari makanan
  • Sistem ekskresi yakni dengan menggunakan pembuluh Malpighi atau dengan kelenjar hijau
  • Sistem syaraf berupa alat peraba yakni berupa antena dantangga tali

KLASIFIKASI ARTHROPODA

Hewan ini dikelompokkan menjadi empat kelas yakni Crustaceae (udang-udangan), Insecta (serangga), Arachnoidea (laba-laba), dan Myriapoda (kaki seribu)

  • Crustaceae

Biasanya disebut juga kelompok udang-udangan. Habitatnya yakni di air laut, danau, dan sungai.

Tubuhnya bercangkang dengan rangka luar yang keras karena mengandung zat kitin dan zat kapur, memiliki 2 pasang antenna, memiliki sepasang kaki pada setiap ruas tubuh. Pada udang dan kepiting memiliki 5 pasang kaki jalan.

Kepala dan dada menyatu (sefalotoraks) dan dilindungi tameng berupa kulit keras yang disebut karapas. Kakinya dapat digunakan untuk berjalan, berenang atau menempel di perairan.

Pencernaannya dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus. Sisa metabolisme keluar melalui kelenjar hijau.

sistem sarafnya menggunakan susunan saraf tangga tali. respirasinya menggunakan insang. Jenis kelaminnya sudah dapat dipisahkan dan bersifat hermaprodit.

Contoh dari anggota ini adalah udang windu (Penaeus), udang galah (Macrobium resenbergi), udang air tawar (Cambarus virilis), ketam (Parathelpusa tredenlata), kepiting (Portunus sexdentalus) dan rajungan (Neptunus pelagicus)

  • Insecta

Tubuh insecta dibedakan atas kepala, dada dan perut. Pada kepala terdapat sepasang antenna yang berfungsi sebagai peraba dan pembau.

Terdapat juga mulut, mata majemuk (mata faset) ada yang bermata tunggal (oselus)

. Mulut insecta menurut fungsinya dibedakan menjadi 4 tipe yaitu tipe penjilat dan penghisap (lalat rumah), tipe pengisap (kupu-kupu), tipe penusuk dan pengisap (nyamuk), dan tipe penggigit (belalang).

Bagian dada terdiri atas 3, 3 pasang kaki beruas-ruas dan sayap. Adapun pada perut terdapat 6 sampai 11 ruas, pada ruas belakang posterior sebagai alat reproduksi. Respirasinya menggunakan pembuluh trakea.

Jumlah jantungnya 5 buah dan peredaran darahnya bersifat terbuka. Terdiri dari dua kelas yakni insecta yang tidak mempunyai sayap (apterygota) contohnya kutu buku dan mempunyai sayap (pterygota) yang dibagi lagi menjadi beberapa ordo dibawah ini

No Ordo Ciri-ciri Contoh
1. Orthoptera Mempunyai 2 pasang sayap lurus, sayap depan tebal, tipe mulut penggigit, metamorfosis tak sempurna Kecoa, belalang, jangkrik
2. Isoptera Semua sayapnya sama, tipe mulut penggigit, metamorfosis tak sempurna Rayap, laron
3. Hemiptera 2 pasang sayap, sayap depan tebal dan belakang tipis, tipe mulut penusuk dan pengisap, metamorfosis tak sempurna Walang sangit, kutu busuk
4. Homoptera 2 pasang sayap, sayap depan lebih keras dari sayap belakang, tipe mulut penusuk dan pengisap, metamorfosis tak sempurna Kutu daun, kutu kepala
5. Odonata 2 pasang sayap tidak dilipat, tipe mulut pengunyah dan penggigit, metamorfosis sempurna capung
6. Coleoptera 2 pasang sayap depan tebal seperti perisai, sayap belakang tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna Kepik air
7. Lepidoptera 2 pasang sayap bersisik warna-warni, tipe mulut pengisap, metamorfosis sempurna Kupu-kupu
8. Diptera Sepasang sayap tipis, tipe mulut penusuk dan penjilat, metamorfosis sempurna Nyamuk, lalat rumah
9. Hymenoptera 2 pasang sayap berupa selaput tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna Semut, lebah madu
10. Siphonophtera Tidak bersyap, tubuhnya pipih lateral, kaki pendek kuat untuk melompat, mata tunggal, tipe mulut penususk dan pengisap, metamorfosis sempurna Kutu anjing, kutu kucing, kutu tikus
  • Arachnoidea

Tubuhnya memiliki kepala (bersatu dengan dada disebut kepala dada) dan perut.

Pada kepala terdapat sepasang kelisera, bentuknya meruncing dan ujungnya berlubang sebagai alat sengat berisi kelenjar racun.

Sepasang pedipalpus sebagai alat capit berbentuk seperti gunting, dan empat pasang kaki.

Tidak mempunyai antenna, bernafas dengan paru-paru buku, trakea atau keduanya. Terdiri atas 3 ordo yakni:

  • Scorpionidae (kalajengking)
  • Arachnida (labah-labah)
  • Acarina (caplak)
  • Myriapoda

Disebut juga kelompok hewan kaki seribu. Struktur tubuhnya terdiri dari kepala dan badan tidak ada bagian dada.

Pada kepala terdapat sepasang mata tunggal, sepasang alat peraba besar, dan alat peraba kecil yang beruas-ruas. Setiap ruas badan belakang terdapat kaki berpasangan.

Pada keluwing, setiap ruas badan terdapat dua pasang kaki yang dikenal “kaki seribu” sedangkan pada kelabang terdapat sepasang kaki.

Respirasinya menggunakan saluran trakea yang bermuara pada stigma yang letaknya pada dinding ruas tubuh.

Sistem peredaran darahnya terbuka dan letak jantung pada bagian punggung. Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tali. Kelas myriapoda memiliki dua ordo yakni:

  • Diplopoda

Tubuhnya silinder, jumlah segmennya sekitar 25-100, setiap segmen hanya memiliki sepasang kaki.

Dan setiap abdomen mempunyai dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Contohnya seperti keluwing

  • Chilopoda

Tubuhnya pipih, jumlah segmen mencapai 177, setiap segmen memiliki sepasang kaki kecuali pada satu segmen dibelakang kepala dan dua segmen terakhir.

Pada bagian kepala terdapat sepasang mata yang masing-masing mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. Contohnya seperti lipan dan kelabang.

CIRI-CIRI ARTHROPODA

  • Termasuk golongan hewan triploblastik selomata yakni mempunyai rongga sejati dan tiga lapisan tubuh
  • Tubuh dan kakinya berbuku-buku/beruas-ruas
  • Mempunyai rangka luar (eksoskeleton) dari bahan kitin yang berfungsi melindungi alat alat tubuh bagian dalam dan dapat memberikan bentuk tubuh
  • Tubuhnya terdiri dari kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen)
  • Jika di potong menjadi dua, maka bersifat simetri bilateral
  • Mulutnya terdapat pada bagian ujung anterior dan anus terdapat pada ujung posterior
  • Mempunyai alat tubuh yang sudah lengkap meliputi alat pencernaan yakni mulut, kerongkongan, usus, dan anus. Respirasi dengan insang, trakea, permukaan tubuh atau dengan paru-paru buku. Sudah mempunyai sistem saraf, peredaran darah, ekskresi serta indera.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Dan Jenis-Jenis Simbiosis Makhluk Hidup

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test