Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Struktur, Jenis, dan Proses Terbentuknya Awan

Pengertian, Struktur, Jenis, dan Proses Terbentuknya Awan – Saat kita melihat keatas saat siang hari kita dapat melihat awan.

Nah, disini saya akan menjelaskan tentang pengertian, struktur, jenis, dan proses terbentuknya awan.

Oke, langsung saja saya bahas tentang awan secara mudah dan singkat.

Pengertian

Awan merupakan sesuatu benda yang ada di bumi kita yang berwarna putih dan seakan berjalan bergerak di atas kita.

Awan adalah massa yang terlihat yang terbentuk dari tetesan air hujan dan air hujan tadi bergerak di dalam tanah menuju arah laut dan mengalami penguapan dan keatas sehingga membentuk gas gas gumpalan yang disebut awan.

Proses pengendapan air dan menguap ke atas disebut proses kondensasi atau pemadatan.

Struktur

Struktur dari awan sebenarnya terbentuk dari air yang mengalami kondensasi atau menguap kemudian membentuk gumpalan gas dan menjadi awan.

Awan memiliki jenis jenis berbeda secara alami terbentuk karena ada faktor hembusan angin atau dari faktor gravitasi.

Jenis Jenis Awan

  1. Cirrus

Awan cirrus ini biasa berada pada ketinggian sekitar 5000 meter. Awan ini berbentuk tipis tipis, lembut atau tipis tipis, bisa dibilang seperti bulu.

Awan ini terdiri dari Kristal es, suhunya dingin, walaupun dalam musim panas atau musim dingin. Awan cirrus berwarna putih.

  1. Sirokumulus

Awan sirokumulus ini mengandung butiran air super dingin yang bercampur dengan Kristal es.

Butiran air ini cepat membeku. Awan sirokumulus ini memiliki umur yang sangat sedikit, dan berubah menjadi cirrostratus.

Awan ini saat hujan tidak sampai ke tanah atau ke permukaan bumi, bercampur dengan salju. Lapisan lapisan awan ini memiliki bentuk seperti biji padi.

  1. Sirostratus

Awan ini ada setelah awan sirokumulus. Gugusan Kristal es, menutupi sebagian langit yang menyerupai selaput tipis yang tembus cahaya.

Awan ini kadang juga saat hujan tidak sampai ke permukaan atau disebut vigra. Seolah cerah di permukaan. Awan ini juga terlihat seperti tirai karena matahari seperti tertutup cahayanya.

  1. Altocumulus

Bentuk awan altocumulus ini seperti bergulung gulung. Berwarna putih nampun dasarnya terlihat lebih gelap. Ketebalan awan ini beragam tergantung lokasinya. Awan ini masih bisa menjadi bentuk jenis awan hujan yang lainnya bahkan bisa jadi awan cumulonimbus.

  1. Altostratus

Awan altostratus berbentuk seperti benang halus namun sedikit abu abu gelap seperti menandakan awan mendung hujan.

Awan ini dapat menghasilkan gerimis kecil, gerimis biasa, maupun hujan sedang. Awan ini terbentuk biasanya saat sore hari atau menjelang petang atau senja.

  1. Kumulus

Awan cumulus ini berada biasanya diatas 5000 meter. Awan ini mengandung Kristal es, berbentung seperti ekor kuda, bentuknya tebal. Suhu awan ini sangat dingin meskipun musim dingin ataupun musim panas.

  1. Kumulonimbus

Awan ini mudahnya saat hujan deras atau disertai ada petir dan gelap yaitu inilah ciri mudahnya awan kumolonimbus.

Awan ini muncul saat hujan karena memang awan ini mengandung air hujan maka terjadi hujan.

Awan ini terlihat tebal menjulang kadang bisa terlihat gelap dasarnya terkadang terang.

Awan cumulonimbus ini juga bisa memberikan hujan pada saat terang bercahaya, matahari bersinar terang, bisa juga memberikan efek mendung yang gelap yang menandakan bahwa akan seperti hujan badai.

Proses Terbentuknya Awan

Proses terbentuknya awan terjadi dari uap air yang terkondensasi di atas permukaan bumi.

Sebenarnya awan terbentuk dari air. Air ini yang berada di laut mengalami penguapan atau kondensasi menjadi uap air naik ke atas permukaan, menuju ke langit.

Udara yang mengalami kenaikan akan mengembang secara adiabatik karena tekanan udara di atas lebih kecil daripada tekanan di bawah.

Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air.

Selanjutnya aerosol ini terangkat ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan selanjutnya mengembun.

Kumpulan titik titik uap air yang terperangkap dan mengembun inilah yang disebut awan. Makin banyak udara yang mengembun semakin besar pula ukuran awan tersebut. Jadi itulah proses terbentuknya awan.

Demikian artikel yang saya buat tentang pengertian, struktur, jenis, dan proses terbentuknya awan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian, Jumlah, Proses Terbentuknya Benua (kontinen)


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test