Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Struktur, Fungsi, Jenis dan Mekanisme Kerja Ligamen

Pengertian, Struktur, Fungsi, Jenis dan Mekanisme Kerja Ligamen – Ligamen adalah jaringan berbentuk pita yang tersusun dari rangkaian serabut yang berfungsi sbagai penghubung antara tulang yang satu dengan dengan tulang lainnya pada sendi.

Ligament adalah pita jaringan elastis yang mengikat luar ujung tulang dan saling membentuk persendian, membantu mengontrol rentang gerak, serta menstabilkannya sehingga tulang dapat bergerak secara laluasa.

Tanpa adanya jaringan ini, antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya tidak akan dapat menyatu dengan baik dan tidak dapat melakukan gerakan yang diinginkan saat otot berkontraksi.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi Dan Bagian-Bagian Telinga

Ligament pun memiliki sifat elastisitas yang tinggi sehingga dapat memperpanjang dan mengubah bentuk mereka ketika berada dalam ketegangan dan kemudianmemposisikannya kembali ke bentuk aslinya saat ketegangan itu mereda.

STRUKTUR LIGAMEN

Ligament merupakan jaringan ikat yang memiliki elemen komponen biomekanik yang unik.  Dapat digambarkan sebagai pita padat jaringan ikat kolagen.

Struktur ligament terdiri dari protein yang disebut dengan kolagen yang berbentuk panjang, fleksibel, dan berbentuk menyerupai benang atau serat.

Serat kolagen terdapat didalam tubuh manusia maupun didalam tubuh mamalia lainnya. Sedangkan fungsi jaringan kolagen ini jugan dapat membuat kulit menjadi elastis dan membentuk sebagian besar jaringan ikat.

Sifat elastis yang dimilikinya dapat membuat kulit meregang saat tubuh melakukan gerakan tertentu seperti melipat siku, dan lain sebagainya.

Serat kolagen dapat diatur pola penyimpangannya, untuk dapat membantu mencegah sendi tubuh bergerak melebihi batas kewajaran yang ditetapkan.

FUNGSI UMUM LIGAMEN

  1. Menentukan rentang gerakan

Ligament yang berada dalam setiap sendi tubuh bertanggung jawab didalam menentukan sejauh mana rentang gerakan dari sendi tersebut,untuk mencegah terjadinya dislokasi sendi.

Ligament juga dapat membantu mencegah hiperekstensi tulang atau sendi. Pada dasarnya ligament mempunyai fungsi didalam membuat stabil persendian dan menjaga mereka selama melakukan gerakan.

  1. Perlindungan tulang dan sendi

Ligament dapat memberikan perlindungan terhadap tulang dan sendi dari patah. Hal ini disebabkan karena saat terjadi ketegangan pada sendi, ligament dapat berubah bentuk di bawah beban konstan.

  1. Proprioseptif

Fungsi lain dari ligament adalah untuk mempertahankan postur seseorang dengan sistem proprioseptif.

Seperti ketika sendi lutut dibengkokkan, maka yang akan terjadi adalah saraf proprioseptif akan terangsang untuk melakukan kontraksi otot pada saat yang bersamaan.

JENIS

Ligament dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utaman, yaitu:

  1. Ligament Articular

Ligament articular adalah jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang untuk membentuk sendi.

Jaringan ini mempunyai struktur yang kuat dan juga mempunyai struktur jaringan serat yang cukup padat.

Fungsi dari ligament ini agar penggabungan jaringan yang terbentuk akan dapat membantu melenturkan atau memperpanjang jaringan tubuh.

  1. Ligament Remnant Fetal

Merupakan jaringan yang sudah terbentuk sejak lahir dan masih tetap terus berkembang hingga menjadi jaringan yang menyerupai ligament.

  1. Ligament Peritoneal

Adalah ligament yang terbentuk di sekitar lapisan membran didalam rongga perut. Ligament ini membungkus sejumlah pembuluh darah didalam perut, termasuk pembuluh darah portal ke hati, fungsinya sanga berperan penting dalam sistem reproduksi wanita.

  1. Ligament Aksesorium

Adalah jaringan dengan sistim struktur yang dapat memperkuat keberadaan ligament lain. Contohnya ligament yang ada di bagian tulang belakang yang dapat memberikan stabilitas tulang atau tulang rawan.

MEKANISME KERJA LIGAMEN

Kesimpulannya adalah, prinsip kerja dari ligament ini sangat berkaitan erat dengan tendon yang merupakan jaringan pasif yang tidak memiliki kemampuan penuh didalam melakukan kontraksi untuk menghasilkan gerakan.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Struktur Kelenjar Cowper (Bulbouretral)

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test