Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Struktur, Bagian Dan Fungsi Alat Ekskresi Pada Manusia

Pengertian, Struktur, Bagian Dan Fungsi Alat Ekskresi Pada Manusia – Proses metabolisme yang dilakukan oleh tubuh setiap hari telah menghasilkan energi dan zat-zat yang berguna bagi kehidupan kita.

Akan tetapi, selain menghasilkan zat-zat yang diperlukan, proses metabolisme nyatanya juga menghasilkan berbagai zat sisa yang akan membahayakan tubuh apabila tidak dikeluarkan.

Pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh ini dilakukan melalui proses ekskresi.

Baca Juga : Pengertian, Penyebab, dan Gejala Penyakit Cerebral Palsy

Pengertian Proses Ekskresi.

Proses ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa yang dilakukan oleh beberapa organ didalam tubuh kita yang memiliki fungsi sebagai alat ekskresi.

Alat Ekskresi Pada Manusia

Organ-organ yang memiliki peran sebagai alat ekskresi pada manusia terdiri dari 4 bagian yaitu:

  • Kulit
  • Ginjal
  • Paru-paru
  • Hati

Kulit

Kulit merupakan organ yang terdapat didalam tubuh manusia. Bentuk dari organ merupakan lapisan tipis yang tebalnya hanya beberapa milimeter saja.

Meskipun ketebalannya sangat tipis, tetapi ternyata terdiri menjadi beberapa lapisan, yaitu:

  • Kulit ari (epidermis)
  • Kulit jangat (dermis)
  • Jaringan bawah kulit (subkutan)

Keringat dihasilkan dari kelenjar keringat yang terdapat pada lapisan kulit jangat (dermis).

Cairan berupa keringat tersebut kemudian dikeluarkan dalam jumlah tertentu ke permukaan kulit untuk mengatur terjadinya keseimbangan suhu tubuh.

Jumlah  cairan keringat yang keluar dari kulit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Aktivitas yang dilakukan
  2. Suhu lingkungan
  3. Suhu tubuh
  4. Emosi
  5. Makanan
  6. Kondisi kesehatan tubuh
  7. Dll

Ginjal

Ginjal merupakan organ berbentuk seperti biji kacang merah yang terdapat di bagian sisi kiri dan sisi kanan rongga perut manusia.

Organ ini berwarna merah keunguan, berjumlah 2 buah dengan bagian ginjal pada sisi sebeelah kiri terletak lebih tinggi dibanding sisi sebelah kanan.

Meski beratnya tidak lebih dari 170 gram pada orang dewasa, namun fungsi ginjal ternyata sangat penting bagi kesehatan hidup manusia, terutama yang menyangkut dalam hal mekanisme ekskresi atau pengeluaran zat sisa yang bersifat racun dari hasil metabolisme tubuh kita.

Sebagai salah satu fungsi alat ekskresi pada manusia, ginjal tersusun atas 3 bagian yaitu:

  • Kulit ginjal (korteks)
  • Sumsum ginjal (mendula)
  • Rongga ginjal (pelvis renalis)

Bagian – bagian tersebut terhubung langsung dengan beberapa organ lainnya di dalam rongga perut seperti pembuluh arteri dan ureter.

Hubungan ini sangat menunjang fungsi ginjal sebagai alat ekskresi terutama dalam hal penyaringan darah dan pembentukan urine.

Sebagai info tambahan bahwa mekanissme pembentukan urine dilakukan ginjal dengan melalui 3 proses tahapan yaitu:

  • Filtrasi (penyaringan darah)
  • Reabsorssi (penyerapan kembali zat-zat yang berguna didalam urine)
  • Augmentasi (pengumpulan urine)

Paru-Paru

Selain berfungsi sebagai organ penting dalam sistem pernapasan, fungsi lainnya juga sebagai sistem ekskresi manusia.

Zat sisa yang dikeluarkan dari paru-paru dalam fungsinya sebagai alat ekskresi adalah berupa uap air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Kedua zat ini dihasilkan dari proses pernapasan.

Mekanisme sistem pernapasan manusia dimulai dengan masuknya udara melalui hidung kemudian menuju paru-paru setelah itu mengikat oksigen dari udara dengan menggunakan alveolus.

Alveolus: adalah bagian dari paru-paru dalam bentuk gelembung-gelembung udara berukuran kecil yang berfungsi untuk mengikat oksigen didalam tubuh dan melepaskan karbondioksida serta air.

Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar yang posisinya ada di dalam rongga perut manusia.

Kelenjar ini terletak di sisi sebelah kanan rongga perut, tepat di bawah diafragma. Beratnya sendiri dapat mencapai sekitar 2 kg dan warnanya merah.

Sebagai alat ekskresi pada manusia, hati berfungsi menghasilkan empedu.

Empedu: adalah cairan racun berwarna kehijauan, mempunyai PH netral, mengandung kolesterol, garam-garam mineral, dan mengandung zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin).

Empedu merupakan kumpulan dari racun-racun yang sudah terakumulasi secara sengaja maupun tidak sengaja, masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan, faktor udara, maupun melalui penyerapan kulit.

Fungsi hati akan bekerja sebagai penyaring racun-racun tersebut sebelum tersimpan didalam kantung empedu, sehingga tidak sampai menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh yang lain.

Demikianlah pengertian, struktur, bagian dan fungssi alat ekskresi pada manusia yang dapat diulas pada artikel ini.

Semoga bermanfaat….!

Baca Juga : Proses Pembentukan Gamet Pada Manusia dan Hewan

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test