Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Reaksi Terang dan Reaksi Gelap pada Fotosintesis

Pengertian Reaksi Terang dan Reaksi Gelap pada Fotosintesis – Dalam rangka memenuhi kebutuhan makanannya, tumbuhan akan melakukan suatu proses yang disebut dengan fotosintesis, yaitu suatu proses pembuatan makanan yang dilakukan dengan atau pun tanpa cahaya.

Fotosintesis berasal dari bahasa Yunani, foto yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penggabungan.

Proses fotosintesis sendiri selain memerlukan cahaya juga memerlukan air, karbon dioksida, dan beberapa enzim untuk mendapatkan makanan sebagai sumber energi.

Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan hijau tingkat tinggi, alga, dan beberapa bakteri.

Zat klorofil yang hanya terdapat pada tumbuhan hijau adalah zat yang digunakan untuk menangkap cahaya dalam proses fotosintesis.

Dalam prosesnya fotosintesis terbagi menjadi dua reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Berikut penjelasannya:

Reaksi Terang

Reaksi terang adalah suatu reaksi yang membutuhkan adanya cahaya matahari. Reaksi ini terjadi pada bagian tumpukan tilakoid yang disebut grana.

Membran tilakoid akan menangkap cahaya yang kemudian akan diubah menjadi energi kimia.

Di dalam tilakoid terdapat pigmen klorofil a, klorofil b, dan karoten yang berfungsi untuk menangkap cahaya matahari.

Cahaya matahari yang diserap biasanya berwarna ungu, biru, dan merah, hal ini disebabkan ketiga warna tersebut lebih mudah diserap oleh pigmen klorofil tadi.

Untuk mengambil cahaya diperlukan suatu sistem yang disebut fotosistem merupakan sistem cahaya yang terdiri atas kumpulan protein kompleks yang terdapat pada membran tilakoid.

Ada 2 fotosistem yaitu:

  1. Fotosistem I. Fotosistem I mengandung pigmen klorofil a yang dapat menangkap cahaya dengan panjang gelombang hingga mencapai 700 nm dan biasa disebut dengan P700.
  2. Fotosistem II. Fotosistem II mengandung pigmen klorofil a yang sanagt baik dalam menangkap cahaya dengan panajng gelombang mencapai 680 dan sering seisebut dengn P680.

Saat pigmen menyerap suatu cahaya, kemudian cahaya tersebut akan diteruskan hingga mencapai inti fotosistem yaitu P700 atau P680.

Disana akan terjadi pelepasan elektron, yang akan mengalir ke tingkatan eneergi yang lebih tinggi.

Ada dua jalur elektron yang terdapat pada reaksi terang yaitu:

  1. Jalur Siklik. Pada jalur siklik ini elektron akan pergi meninggalkan pusat fotosistem I, namun akan kembali lagi. Sebelum kembali elektron tersebut akan melewati serangkaian protein yang akan membawa elektron melewati satu rangkaian ke rangkaian protein yang lain. Saat itulah energi akan dilepas dan disimpan dalam bentuk hidrogen, dan saat hidrogen melewati ATP sintesa makan akan terbentuk ATP. ATP sendiri terbentuk dari penambahan fosfat pada ADP menggunakan bantuan cahaya. Prosesnya dinamakan fotofosforilasi.
  2. Jalur Non-Siklik. Jalur ini menghasilkan oksigen melalui proses fotolisis atau penguraian air. Saat P680 menyerap energi, salah satu elektronnya akan pergi meninggalkan pusat reaksi. Maka fotosistem II akan mengambil elektron dari hasil penguraian air tadi. Oksigen yang dihasilkan akan dibuang keluar sementara hidrogen akan disimpan pada membran tilakoid. Hidrogen tadi akan dibawa melewati ATP sintesa, maka terbentuklah ATP secara kemiosmosis. Sementara itu elektron rendah akan pergi ke fotosistem I. Dan ketika elektron bermuatan tinggi meninggalkan reaksi akan doterima oleh akseptor elektron yang akan membawa elektron tersebut melewati NADP+ dan mengikat hidrogen maka terbentuklah NADPH2. ATP dan NADPH2 akan digunakan dalam proses reaksi gelap.

Reaksi Gelap

Reaksi gelap adalah reaksi tahap kedua dimana tidak memerlukan cahaya lagi. Reaksi gelap terjad ipada stroma kloroplas.

Bahan utama dari reaksi ini adalah ATP, NADPH3, dan CO2 dan menghasilkan C6H12O6 atau glukosa sebagai sumber energi. Ada 3 fase dalam reaski gelap yaitu:

  1. Pada tahap ini CO2 akan berinteraksi dengan ribulose bifosfat atau RuBP dan berubah menjadi PGA atau fosfogliserat dengan bantuan enzim ribulosa bifosfat karboksilase.
  2. Pada tahap ini ATP dan ion H+ dari NADPH2 akan mengubah PGA menjadi PGAP dan PGAL atau berubah menjadi glukosa dan fruktosa.
  3. Pada tahap terakhir ini akan terbentuk kemabli RuBP yang nantinya akan menambatkan kembali CO2 dan membuat siklus ini akan terus berlangsung.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Macam-macam Jaringan Parenkim pada Tumbuhan

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test