Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Proses dan Tahapan Siklus Calvin

Pengertian, Proses dan Tahapan Siklus CalvinRitaelfianis.com – Dalam memenuhi kebutuhan energinya, tumbuhan hijau akan melakukan proses fotosintesis.

Suatu proses untuk mengubah air dan karbondioksida menjadi karbohidrat dan oksigen.

Di dalam proses fotosintesis terdapat dua macam reaksi yaitu, reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang adalah suatu reaksi yang memerlukan bantuan cahaya matahari.

Cahaya matahari kemudian akan diubah menjadi energi kimia dan akan terbentuk ATP juga NADPH2.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Jenis Pembelahan Sel

Sedangkan pada reaksi gelap, terjadi proses pembentukan G3P dari karbondioksida.

Proses yang terdapat pada reaksi gelap merupakan proses lanjutan dari reaksi terang.

Dinamakan reaski gelap karena dalam prosesnya, pada tahapan in tidak diperlukan adanya cahaya matahari.

ATP dan NADPH2 dari reaksi terang akan diubah menjadi glukosa dengan bantuan CO2. Pada tahapan reaksi gelap terjadilah suatu siklus yang disebut siklus calvin.

Penemu dari siklus adalah Melvin Calvin, James Bassham, dan Andrew Benson dengan menggunakan isotop radioaktif-14.

Siklus calvin berlangsung pada stromata di dalam kloroplas. Siklus calvin terdiri dari 3 tahapan.

Tahap fiksasi Merupakan tahap pertama dari siklus clavin. Tahap fiksasi juga disebut dengan tahap karboksilasi.

Mengapa dinamakan tahap karboksilasi karena pada tahao inilah karbon dioksida akan ditangkap untuk selanjutnya digabungkan bersama ribulosa bifosfat ( RuBP).

Proses penggabungan ini dilakukan oleh enzim rubisco, yaitu enzim protein yang terdapat pada kloroplas.

Ribulosa bifosfat sendiri merupakan senyawa karbon dengan jumlah C sebanyak 5, mereka akan mengikat satu atom C dari karbondioksida, sehingga membentuk C-6. Namun mereka memiliki karakteristik yang tidak stabil dan akan pecah menjadi 2 molekul 3 fosfogliserat atau G3P.

Dalam satu tahap karbolaksi terdapat 3 molekul ribulosa bifosfat yang akan menangkap 3 atom C dari karbondioksida yang akan membentuk 3 molekul C-6, mereka pun mempunyai karakteristik tidak stabil dan akan terpecah menjadi 6 molekul G3P.

Pada tahap ini. Masing-masing molekul 3 fosfogliserat tadi akan bereaksi dengan ATP. Mereka akan mengikat molekul fosfat dari ATP sehingga terbentuk 1,3 difosfogliserat.

Karena terdapat 6 molekul 3 fosfogliserat maka dibutuhkan 6 ATP, sehingga akan terbentuk 6 molekul 1,3 difosfogliserat.

Selanjutnya molekul 1,3 difosfogliserat akan direduksi atau terjadi pengurangan molekul oleh NADPH, sehingga terciptalah gliseraldehida 3 fosfat atau G3P.

Pada proses ini diperlukan 6 molekul NAPDH untuk dapat mereduksi 6 molekul 1,3 difosfogliserat.

Dari proses ini akan tercipta 6 molekul gliseraldehida 3 fosfat, dimana 1 molekul G3P akan dikeluarkan sebagai bahan pembentuk gula daan menyisakan 5 molekul G3P.

Tahap ini disebut dengan tahap regenerasi karena pada tahap ini akan dibentuk kembali ribulosa bifosfat menggunakan 5 atom karbon dari sisa molekul G3P  pada reaksi reduksi.

Pada tahap ini 5 molekul gliseraldehida 3 fosfat akan diubah menjadi 3 senyawa ribulosa bifosfat dengan bantuan ATP.

Terdapat 3 molekul ATP yang ikut membantu dalam tahap ini. Setelah senyawa ribulosa bifosfat terbentuk kembali, selanjutnya mereka akan mengikat karbondioksida dan mengulang tahapan-tahapan diatas.

Secara keseluruhan hasil dari siklus calvin adalah 2 molekul gliseraldehida 3 fosfat atau 2 molekul G3P, 3 ADP dan 2 NADP+ yang akan digunakan kembali pada reaski terang.

Sisa 5  molekul G3P pada tahap regenerasi, selain dapat digunakan kembali untuk membentuk ribulosa bifosfat, dapat juga digunakan untuk membuat karbohidrat lain seperti pati, sukrosa, dan selulosa.

Baca Juga : Pengertian Promeristem, Meristem Dan Sekunder

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test