Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Proses dan Siklus Hidrologi

Pengertian, Proses dan Siklus Hidrologi – Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting dan dibutuhkan di Bumi. Tanpa adanya air, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup lama.

Beruntung, air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, artinya tidak membutuhkan waktu lama ketika air habis karena air mengalami suatu siklus. Siklus air ini dikenal juga dengan nama Siklus Hidrologi.

Pada kesempatan ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai siklus hidrologi.

Baca Juga : Komponen-komponen dan Contoh Dalam Siklus Hidrologi

Pengertian, Proses dan Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi merupakan salah satu dari siklus biogeokimia yang terjadi di Bumi. Siklus ini merupakan sirkulasi air dari atmosfer dan kembali lagi ke atmosfer secara terus menerus.

Hal inilah yang membuat air seperti tidak pernah habis. Siklus Hidrologi memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup setiap makhluk yang ada di Bumi.

Siklus hidrologi membuat ketersediaan air di Bumi tetap terjaga serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Pada praktiknya, siklus hidrologi melalui  beberapa proses antara lain evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, Run off, dan infiltrasi. Berikut penjelasan dari masing-masing proses  terjadinya siklus tersebut.

  1. Evaporasi

Proses pertama dalam siklus hidrologi adalah evaporasi atau penguapan air yang ada pada permukaan bumi.

Air-air yang ditampung dalam badan air, seperti laut, danau, sungai atau bendungan akan mengalami perubahan menjadi uap air karena adanya panas matahari.

Evaporasi mengubah air bentuk cair menjadi air bentuk gas sehingga memungkinkan air dapat naik ke atmosfer bumi.

Semakin terik matahari, maka semakin banyak jumlah air yang akan menjadi uap air dan naik ke atmosfer bumi.

  1. Transpirasi

Bukan hanya penguapan pada badan air dan tanah, tapi penguapan air juga terjadi di permukaan bumi seperti penguapan yang berlangsung pada jaringan makhluk hidup. Penguapan inilah yang disebut dengan istilah Transpirasi.

Sama halnya dengan Evaporasi, pada transpirasi juga mengubah air yang wujudnya cair menjadi air yang wujudnya gas untuk dibawa naik menuju lapisan atmosfer.

Akan tetapi, jumlah air pada uap melalui proses transpirasi tidak sebanyak pada proses evaporasi.

  1. Evapotranspirasi

Proses ini merupakan penguapan air secara keseluruhan baik dari permukaan bumi (transpirasi) maupun dari badan air atau tanah (Evaporasi).

Dalam siklus hidrologi, laju evapotranspirasi sangat berpengaruh terhadap jumlah uap air yang naik ke atas permukaan atmosfer.

  1. Sublimasi

Sublimasi merupakan proses perubahan es yang berada di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air tanpa melewati fase cair.

Meski jumlahnya sedikit, namun proses ini juga berkontribusi pada jumlah uap air yang naik ke atas lapisan atmosfer.

Namun apabila dibandingkan dengan proses penguapan, pada sublimasi prosesnya jauh lebih lambat.

  1. Kondensasi

Ketikas uap air dari proses penguapan maupun dari proses sublimasi naik dan mencapaii titik ketinggian tertentu.

Uap air akan berubah menjadi partikel-partikel es melalui proses kondensasi. Proses ini terjadi diakibatkan suhu udara rendah di titik ketinggian tersebut.

Partikel-pertikel ini akan saling mendekat dan bergabung sehingga membentuk awan.

Semakin banyak partikel es yang bergabung, maka awan akan bewarna hitam dan bentuknya semakin tebal.

  1. Adveksi

Awan yang terbentu di proses kondensasi akan mengalami proses adveksi. Adveksi adalah proses dimana awan yang terbentuk akan mengalami perpindahan dari satu titik ke titik lain secara horizontal akibat arus angina atau perbedaan tekanan cuaca.

  1. Presipitasi

Proses ini adalah proses mencairnya awan yang mengalami adveksi dikarenakan suhu udara yang tinggi.

Pada proses inilah terjadinya hujan, dimana butiran-butiran air akan jatuh membasahi permukaan bumi.

Saat suhu disekitar awan terlalu rendah, atau bertkisar kurang dari 0 derajat celcius, proses presipitasi memungkinkan terjadinya hujan salju.

  1. Run Off

Run off adalah suatu pergerakan air yang berasal dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Melalui proses ini, air yang melalui siklus hidrologi akan kembali menuju lapisan hidrosfer

  1. Infiltrasi

Tidak semua air hujan akan mengalir melalui proses Run Off, sebagian kecil air hujan juga akan bergerak menuju pori-pori tanah, merembes dan terakumulasi dengan air tanah.

Proses inilah yang dimaksud dengan infiltrasi. Proses ini akan membawa air tanah kembali ke laut secara lambat.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Proses dan Siklus Hidrologi. Semoga informasi ini dapat membantu anda mengetahui terntang sirkulasi air dibumi dan semakin menambah pengetahuan  anda mengenai ilmu ekosistem. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, Penyebab Dan Dampak Pencemaran Lingkungan


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test