Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Proses, Contoh dan Dampak Akulturasi

Pengertian, Proses, Contoh dan Dampak Akulturasi – Masyarakat dunia terdiri dari berbagai ras, suku, agama dan budaya.

Masing-masing dari mereka tinggal berdampingan dengan masyarakat yang berbeda latar belakang ras, suku, agama dan budaya.

Berkembangnya teknologi dan pendidikan di skala internasional meningkatkan interaksi antar-budaya yang berdampak baik bagi masyarakat itu sendiri.

Artikel kali ini akan membahas seputar pengertian, proses, contoh dan dampak dari akulturasi.

Semoga penjelasan di bawah dapat menambah wawasan para pembaca sekalian, ya!

Baca Juga : Pengertian dan Perbedaan Antara Moral dan Etika

PENGERTIAN AKULTURASI

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), akulturasi memiliki artian proses penyerapan seorang individu atau kelompok masyarakat terhadap sifat-sifat tertentu dari sebuah kebudayaan kelompok masyarakat lain sebagai dampak dari interaksi kedua kelompok kebudayaan.

Akulturasi juga dapat diartikan sebagai bersatunya dua atau lebih kebudayaan kelompok masyarakat yang kemudian membentuk sebuah kebudayaan baru tanpa meninggalkan unsur kebudayaan asli.

Proses akulturasi akan terjadi selama individu atau kelompok masyarakat tersebut melakukan interaksi secara langsung dengan sistem sosio-budaya lokal.

Beberapa ahli telah mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian dari akulturasi, antara lain:

  • Pengertian Akulturasi menurut Hasyim

Hasyim berpendapat bahwa akulturasi memiliki pengertian perpaduan antara dua budaya yang berlangsung secara damai dan selaras.

  • Pengertian Akulturasi menurut Koentjaraningrat

Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi, Koentjaraningrat menyampaikan pandangannya mengenai artian dari akulturasi, yakni proses sosial yang terjadi saat suatu kelompok masyarakat berhadapan dengan unsur-unsur kebudayaan asing atau kebudayaan dari luar lingkaran kelompok masyarakat tersebut sehingga unsur kebudayaan asing itu perlahan dapat diterima dan melebur dalam kebudayaan asli tanpa menghilangkan identitas kebudayaan asli.

  • Pengertian Akulturasi menurut Nardy

Nardy mengemukakan pandangannya mengenai pengertian dari akulturasi, yakni proses sosial yang muncul ketika kebudayaan asli suatu kelompok masyarakat melebur dengan kebudayaan asing yang muncul di sekitar kelompok tersebut tanpa menghilangkan keaslian kebudayaan asal.

PROSES AKULTURASI DI INDONESIA

Sebelum membahas bagaimana akulturasi berlangsung di Indonesia, terdapat beberapa macam kontak kebudayaan yang dapat menimbulkan proses akulturasi itu sendiri, yaitu:

  • Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh masyarakat ataupun bagian dari masyarakat yang semata-mata terjadi antar individu dari kedua kelompok tersebut. Yang perlu digaris bawahi ialah adanya beberapa unsur asing yang bergantung pada jenis-jenis kelompok sosial dan berlaku pada status individu saat bertemu.
  • Kontak kebudayaan dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yakni kelompok bersahabat dan kelompok bermusuhan. Dalam beberapa kasus, proses akulturasi antar budaya diawali dengan permusuhan antar kelompok itu sendiri.
  • Kontak kebudayaan yang ada di masyarakat secara tidak langsung dikuasai oleh faktor ekonomi dan politik. Seperti pada negara jajahan yang kontak kebudayaan terjadi ketika para penjajah datang ke negara jajahan dan melakukan penindasan, kemudian terjadi proses akulturasi antar kedua kelompok tersebut.
  • Kontak kebudyaan yang berlangsung pada kelompok masyarakat yang besarnya dan berbeda besarnya.
  • Kontak kebudayaan juga dapat berlangsung berdasarkan aspek-aspek material dan non material dalam suatu kebudayaan sederhana dengan kebudayaan kompleks serta kebudayaan kompleks dengan kebudayaan kompleks pula.

Indonesia sebagai negara yang memiliki masyarakat multikultural pastinya terdapat peleburan beberapa budaya yang kemudian menghasilkan budaya baru. Proses tersebut antara lain:

  1. Periode Awal (Abad 5 – 11 Masehi)

Dalam periode awal didominasi oleh hadirnya unsur Hindu-Budha yang kuat dan menonjol dan berakibat tergerusnya identitas asli budaya Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan berbagai temuan patung-patung dewa, seperti Syiwa, Wisnu, Brahmana dan Budha yang tersebar di hampir seluruh wilayah kerajaan, yakni Kutai, Mataram Kuno dan Tarumanegara,

  1. Periode Pertengahan (Abad 11 – 16 Masehi)

Unsur Hindu-Budha yang mendominasi pada periode sebelumnya perlahan menjadi seimbang, hal ini disebabkan semakin kuatnya identitas budaya Indonesia dan kemudian menghasilkan sinkretisme (peleburan antara dua atau lebih aliran budaya).

Hal ini dibuktikan dengan peninggalan zaman kerajaan di wilayah Jawa Timur, seperti Singasari, Kediri dan Majapahit. Periode Akhir (Abad 16 – sekarang)

Pada periode ini, ciri budaya Indonesia terlihat lebih kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Di sisi lain, unsur budaya Hindu-Budha perlahan berkurang karena adanya perkembangan di bidang ekonomi dan politik di India yang sifatnya tidak stabil.

CONTOH DAN DAMPAK AKULTURASI

Banyaknya proses akulturasi di Indonesia membawa dampak dalam beberapa unsur kehidupan masyarakat yang masih berkembang dalam kelompok masyarakat saat ini. Contoh dan dampak dari akulturasi itu diantaranya:

  • Sistem Kalender

Sebelum masuknya budaya Islam ke Indonesia, masyarakat Indonesia lebih dulu mengenal sistem kalender Saka atau kalender Hindu dimulai pada tahun 78 Masehi.

Adanya perkembangan Islam di Indonesia kemudian membuat Sultan Agung dari Mataram membuat sistem kalender Jawa yang dimulai dari perhitungan peredaran bulan.

  • Seni Rupa

Berbeda dengan unsur kebudayaan Hindu-Budha, budaya Islam tidak mengenal penggambaran wujud manusia dan hewan dalam keseniannya.

Seni ukir yang terdapat dalam masjid sebagai penghias dan makam-makam Islam menggambarkan tumbuh-tumbuhan dan pula memadukan seni logam.

  • Seni Bangunan

Proses akulturasi terlihat jelas dalam seni bangunan seperti masjid, makam dan istana.

Contohnya pada menara Masjid Kudus yang memadukan unsur budaya Islam dan Hindu-Budha dalam pembangunannya.

Masjid tersebut dibangun pada tahun 1549 Masehi atau 956 Hijriah oleh Sunan Kudus, salah satu wali yang disegani.

  • Seni Sastra dan Aksara

Berkembangnya agama Islam di Indonesia membawa pengaruh dalam bidang aksara atau tulisan, dimana masyarakat Indonesia mulai mengenal dan mempelajari tulisan Arab dan berkembang menjadi tulisan Arab Melayu atau Arab Gundul, yakni tulisan Arab yang tidak menggunakan penanda a, i, atau u. Selain itu, huruf Arab pun berkembang menjadi seni kaligrafi yang sering dijadikan sebagai motif hiasan.

Dalam bidang sastra, budaya Arab dan budaya Indonesia menghasilkan suluk, primbon, hikayat dan babad.

  • Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan Indonesia sedikit banyak terpengaruh oleh akulturasi. Sebelum adanya budaya Islam yang masuk ke Indonesia, masyarakat mengenal sistem pemerintahan berbasis kerajaan seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Kutai dan Kerajaan Mataram Kuno yang dikepalai oleh seorang Raja atau Sultan.

Baca Juga : Pengertian, Prinsip, Manfaat, Contoh dan Tujuan Ergonomi


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test