Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Pengaruh, Dan Dampak Etnosentrisme

Pengertian, Pengaruh, Dan Dampak Etnosentrisme – Pengertian etnosentrisme adalah sebuah proses penilaian terhadap kebudayaan tertentu dilakukan atas dasar nilai – nilai dan standar dari budaya sendiri.

Orang – orang ‘etnosentris’ pada umumnya menilai kelompok lain di luar lingkungan mereka terhadap kondisi kelompok atau kebudayaan sendiri khususnya yang berhubungan dengan bahasa, kebiasaan, perilaku, dan agama masing – masing. Adanya perbedaan yang muncul terhadap pembagian ‘etnin’ ini akan mendefinisikan kekhasan dari identitas budaya masing – masing terhadap suku bangsa dalam skala lebih luas.

Nah terkait dengan kondisi tersebut di atas, etnosentrisme adalah ‘fanatisme’ terhadap suku bangsa yaitu sebuah ‘persepsi’ yang dimiliki oleh masing – masing individu yang menjalaninya untuk berpendapat atau menganggap bahwa sebuah kebudayaan yang sedang mereka anut adalah lebih baik dari kebudayaan lainnya dan juga menganggap bahwa cara hidup bangsanya adalah cara hidup terbaik yang patut ditiru untuk dilakukan.

Meskipun sudah menyadari, namun pada kenyataannya etnosentrisme bisa saja terlihat samar – samar dan sulit untuk dipahami di tengah – tengah kehidupan masyarakat pada suatu tempat yang memiliki kebudayaan berbeda, meskipun sudah dianggap sebagai media atau hal – hal yang wajar memiliki kecendrungan bersifat alamiah dari sudut pandang psikologi manusia, etnosentrisme tetap mempunyai ‘konotasi’ negatif hanya di dalam masyarakat tertentu saja.

Dampak Positif Dan Negatif Dari Etnosentrisme

Etnosentrisme mempunyai 2 dampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat terhadap budaya masing – masing yang mereka anut yaitu dampak positif dan negatif, berikut di bawah ini penjelasan yang dapat kami bagikan.

Dampak positif dari etnosentrisme adalah mampu mempengaruhi dengan mempertinggi sikap penuh semangat patriotisme, menjaga keutuhan dan stabilitas sebuah kebudayaan lain, dan mempertinggi rasa cinta dan bangga terhadap bangsa sendiri.

Sedangkan dampak negatif etnosentrisme adalah menghambat adanya pertukaran budaya, mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan yang terkait, menghambat terjadinya proses ‘asimilasi’ dan ‘integrasi’ serta terdapat pengaruh dari aliran politik dan mudah memicu munculnya konflik sosial diantara suku yang dimaksud.

Contoh sederhana dari etnosentrisme di Indonesia adalah perilaku ‘carok’ dalam masyarakat Madura, menurut Latief Wiyata, carok yang dimaksud adalah sebuah tindakan atau upaya pembunuhan yang akan dilakukan oleh seorang laki – laki jika merasa harga dirinya terusik.

Sepintas lalu konsep carok dianggap sebagai salah satu perilaku yang sangat brutal dan tak manusiawi. Hal ini beranggapan demikian apabila konsep carok dinilai dari sudut pandang kebudayaan pada kelompok masyarakat lainnya yang berpendapat bahwa untuk menyelesaikan sebuah masalah maka seperti sah – sah saja menggunakan kekerasan dianggap tak masuk akal apalagi logika.

Contoh kedua adalah di dalam suku Papua pedalaman, mereka memiliki masing – masing kebiasaan menggunakan ‘koteka’ yang oleh masyarakat lainnya mungkin dianggap memalukan, namun bagi warga pedalaman Papua menganggap sebagai tindakan wajar – wajar saja bahkan menjadi kebanggaan tersendiri.

Baca Juga :

Demikian ulasan singkat yang dapat kami berikan terkait dengan tema artikel kali ini yang berjudul pengertian, pengaruh, dan dampak etnosentrisme, semoga bermanfaat !

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test