Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Meteor, Meteorit dan Meteoroid

Pengertian Meteor, Meteorit dan Meteoroid – Rita Elfianis Alam semesta ini terdiri dari Galaksi yang memiliki jumlah yang sangat banyak benda luar angkasa. Mulai dari planet, bintang, dan batu-batuan luar angkasa lain.

Sebagian besar orang mungkin belum mengenal dunia luar angkasa, karena jaraknya yang cukup jauh sehingga informasi yang didapat juga terbatas.

Dari permukaan bumi, kita hanya dapat melihat sebagian kecil benda-benda luar angkasa pada waktu-waktu terntentu pula, seperti matahari, bulan, dan bintang.

Lalu, pernahkah kalian melihat ke atas langit dimalam hari dan menemukan “bintang jatuh” yang bergerak cepat dan memiliki ekor?

Baca Juga : Pengertian dan Jenis-jenis Gerhana

atau apa sih sebenarnya Meteoroid, meteor dan meteoroid itu?

Daripada penasaran, mari simak penjelasan berikut ini,

Meteoroid

Meteoroid merupakan benda-benda angkasa berukuran kecil-kecil yang melayang-layang bebas di angkasa dan bergerak cepat.

Meteoroid biasanya berada di ruang antarplanet. Lintasan meteoroid tidak beraturan dan tidak mengorbit kepada Matahari.

Meteoroid terdiri dari dua macam yaakni meteorid logam serta meteorid batuan.

Pada meteorid logam mengandung komposisi Besi (Fe) paling banyak yaitu sebesar 91%, Nikel (Ni) sebesar 8% dan sejumlah kecil Co, P serta unsur-unsur lainnya. Sedangkan pada meteorid batuan mengandung komposisi Oksigen (O) sebanyak 36%, Besi ( Fe) sebanyak 26%, Silikat (Si) sebanyak 18%, Magnesium (Mg) sebanyak 14% dan sejumlah kecil unsur lainnya.

Terkadang, meteoroid dapat tertarik oleh gaya gravitas bumi dan masuk ke dalam atmosfer dengan kecepatan yang tinggi.

Gesekan yang ditimbulkan akibat benturan antara meteoroid dengan atmosfer bumi mengakitabkan panas yang terlihat berpijar atau bercahaya dilangit pada malam hari.

Ukuran meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi beraneka ragam mulai dari sebutir padi hingga seukuran batu besar.

Meteoroid yang berukuran kecil biasanya habis karena terbakar sebelum sampai dipermukaan bumi akibat gesekan tadi.

Namun meteoroid yang besar tidak terbakar atau terbakar sebagian dan dapat mencapai permukaan bumi.

Meteor

Meteor merupakan meteoroid yang bebas bergerak di luar angkasan kemudian tertarik masuk ke dalam atmosfer bumi akibat adanya pengaruh gravitasi.

Saat meteoroid ini jatuh, terjadi gesekan yang hebat oleh atmosfer dengan gerakannya yang cepat menuju bumi. gesekan tersebut menyebabkan panas dan membakar sebagian atau seluruh meteoroid yang jatuh.

Meteoroid yang terbakar inilah yang disebut meteor.

Penduduk bumi biasa menyebut meteor yang terbakar ini sebagai bintang jatuh yang tampak pada saat malam hari.

Ketika meteor ini jatuh menuju bumi terdapat 2 kemungkinan, yaitu yang pertama meteor jatuh dan sebagian terbakar namun dapat mencapai permukaan bumi.

Kemungkinan kedua adalah meteor terbakar di atmosfer dan habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.

Meteorit

Sedangkan Meteorit merupakan meteor yang masuk ke dalam atmosfer bumi dan telah mengalami gesekan di atmosfer, kemudian akhirnya mampu mencapai permukaan bumi.

Sebenarnya meteoroid adalah meteor itu sendiri, dengan kata lain meteor yang jatuh dan bisa mencapai permukaan tanah di bumi.

Dari temuan-temuan meteorit yang jatuh ke bumi inilah, para ilmuwan mampu mendeteksi bahwa meteoroid terdiri atas batuan, besi, dan nikel melalui penelitian kandungannya.

Biasanya meteorit yang jatuh berupa gumpalan yang kecil, Namun ada juga yang memiliki massa sebesar 34.000 kg seperti Meteorit Ahnighito yang pernah ditemukan di Greenland, pada tahun 1897.

Selain itu, ditemukan pula sebuah meteor yang sangat besar pernah jatuh di Arizona sehingga membentuh kawah dibawahnya yang dikenal sebagai kawah Barringer (Barringer Crater) yang memiliki diameter sekitar 1.400 m dengan kedalaman sekitar 190 meter, diduga, massa meteor tersebut sebesar 50.000 ton!

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Komet

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test