Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Konsep, Sejarah, Jenis, Kekurangan Dan Kelebihan Feminisme

Pengertian, Konsep, Sejarah, Jenis, Kekurangan Dan Kelebihan Feminisme – Selamat siang readers, apa kabarnya nih?

Semoga baik- baik saja yha! Mengenai feminisme tentunya tidak asing di telinga yha.

Tapi readers tahu nggak apa itu feminisme, konsep, sejarah, kekurangan serta kelebihannya apa saja?

Jika kalian belum mengetahuinya, pilihan bijak sekali kalian mengunjungi website ini.

Karena pada kesempatan kali ini, informasi yang akan dibahas yaitu mengenai feminisme.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Jenis Diferensiasi

Okelah, tanpa basa-basi, langsung aja yuk, berikut penjelasan lengkapnya! Simak baik-baik yha!

Apa yang dimaksud dengan feminisme?

Istilah feminisme ini sendiri berasal dari kata latin “femina” yang berarti wanita atau sifat-sifat yang merujuk pada wanita.

Istilah feminisme ini digunakan sebagai pengganti istilah womanism yang ada sejak tahu 1980-an.

Kata feminisme dipakai mulai tahum 1985 dan semakin luas penggunaannya.

Feminisme ini merupakan istilah untu menunjuk suatu teori persamaan kelamin (sexual equaity) antara perempuan dan juga laki-laki serta digunakan juga untuk menunjuk pergerakan bagi hak-hak perempuan.

Namun, pengertian dari feminisme ini sendiri selalu berubah-ubah sesuai dengan realitas sosio-kultural yang menjadi latar belakangnya, persepsi, tingkat kesadaran, dan lain-lain, dikarenakan teori dari feminisme ini sangat ditentukan oleh ras, kultur, dan juga budaya.

Konsep Feminisme

Tujuan dari feminisme yaitu sangat erat kaitannya dengan sejarah feminisme ini sendiri. Mayoritas masyrakat di dunia secara gender menindas perempuan sehingga diperlukan suatu adanya transformmasi ke arah yang lebih adil.

Wardah Hafidz mengkategorikan feminisme ini sebagai suatu budaya tandingan (counterculture) karena feminisme secara tajam menggugat dan menentang nilai-nilai baku yang ada dalam masyarakat, sesungguhnya budaya tandingan ini merupakan seruan peringatan bahwa pranata sosial yang berlaku sedang goyah, sistem pendukung kultural, mitos, simbol, sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya dan kepercayaan atas semua itu telah mati.

Sejarah feminisme

Lahirnya feminisme sendiri merupakan dampak dari filsafat materialistik yang melandaasi tatanan sosial yang kapalistik, akibatnya sektor publik ditempatkan sebagai posisi sentral dan juga produktif dalam masyarakat dengan menggunakan sistem gaji dan karier yang permanen.

Pada abad 15 sampai dengan abad 18 M di Eropa, berkembanglah suatu gerakan perempuan yang memperjuangkan haknya. Dalam perkembangannya, gerakan feminisme ini terbagi menjadi tiga gelombang, yaitu:

  • Gelomang Pertama (Suara Perempuan)

Gerakan ini dipelopori oleh Charles Fourier pada tahun 1837. Pada gelombang pertama ini, pergerakan yang awalnya berpusat di Eropa pindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak munculnya publikasi buku dengan Judul The Subjection of Women (1869) karya dari  Joh Stuart Mill.

Pada sekitar tahun 1830 sampai 1840-an, perjuangan wanita terhadap hak yang dimilikinya telah nampak membuahkan hasil.

Hak-hak kaum perempuan mulai diperhatikan seiring dengan pembatasan praktek perbudakan.

  • Gelombang Kedua

Setelah Perang Dunia ke II berakhir, lahirlah negara-negara baru yang terbebas dari penjajahan eropa.

Pada saat itu, gerakan feminisme mencapai puncaknya. Mereka mulai menyuarakan hak suara perempuan dalam ikut menjalankan sistem pemerintahan.

Pada tahun 1970, kaum perempuan semakin semangat dalam memperjuangkan haknya.

Yang menjadi tokoh dalam gerakan feminisme gelombang kedua yaitu para feminis asal Perancis, seperti Helene Cixous, dan Julia Kristeva.

Tujuan gerakan feminisme gelombang kedua ini yaitu untuk menuntun kebebasan bagi wanita yang sering dipandang rendah dan diperlakukan dengan tidak layak.

  • Gelombang ketiga

Pada gelombang ketiga ini, memiliki kaitan yang erat dengan gelombang kedua. Pada kgelombang ini feminis lebih berfokus untuk mendapatkan kedudukan dalam sistem pemerintahan.

Mereka memiliki anggapan bahwa bidang politik yaitu tempat yang harus memiliki perwakilannya agar hak-ha wanita daoat terus dijaga.

Sampai saat ini, gerakan feminisme masih ada dan aktif dalam menyuarakan mengenai is sosial (pornografi, hak reproduksi, kekerasan terhadap kaum perempuan, dan lain-lain), selain itu juga ikut memperjuangkan gerakan sosial seperti gerakan kaum gay dan lesbian.

Jenis Feminisme

  1. Feminisme Liberal

Feminisme jenis ini menganut pandangan liberalisme, yang mementingkan suatu kebebasan.

Mereka yang mengikuti jenis feminisme liberal ini menyatakan bahwa semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan diciptakan seimbang, serasi, dan semestinya tidak terjadi penindasan antara satu dengan yang lainnya.

Gerakan feminisme liberal ini lebih berfokus memperjuangkan kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki.

  1. Feminisme Marxis (Komunis)

Tujuan dari feminisme marxis (komunis) ini adalah untuk menghapuskan sistem kapitalis.

Feminisme marxis sendiri muncul dikarenakan anggapan bahwa ketertinggalan perempuan disebabkan karena kapitalisme dalam sebuah negara.

Kapitalisme yaitu suatu paham yang memberikan bpernyataan bahwa individu dapat memperkaya dirinya sendiri sebanyak mungkin.

  1. Feminisme Sosialis

Munculnya feminisme sosialis ini dikarenakan kritik terhadap feminisme marxis.

Tujuan dari feminisme sosialis ini adalah untuk menghapuskan sistem kepemilikan dalam struktur sosial.

Contohnya, mereka tidak menyetujui tentang hukum yang melegalisasi kepemilikan pria atas harta dalam sebuah perkawinan.

  1. Feminisme Radikal

Feminisme radikal berfokus pada memperjuangkan hak wanita dalam aspek biologis (nature).

Tetapi dalam perkembangannya, feminisme radikal ini dianggap ekstrim karena memusatkan perhatian hanya kepada wanita, laki-laki dianggap tidak memberikan kontribusi positif, sehingga mulai muncullah anggapan bahwa perempuan harusnya dapat melakukan apapun sesuai dengan kehendap mereka.

  1. Feminisme Anarkis

Feminisme anarkis ini juga tergolong ekstrim, karena mereka mengganggap bahwa negara dan laki-laki adalah pusat segala permasalahan yang dialami oleh wanita.

Tujuan dari feminisme anarkis ini adalah untuk menghancurkan negara dan juga laki-laki serta mewujudkan mimpi agar perempuan memegang kekuasaan tertinggi dalam struktur sosial.

  1. Feminisme Postmodern

Feminisme ini terlihat perkembangannya saat ini. Feminisme postmodern sendiri adalah gerakan yang anti dengan sesuatu dengan sifat absolut dan anti dengan otoritas.

Kaum feminis ini menyebutkan bahwa seksualitas dibangun oleh bahasa. Oleh karenanya lewat bahasa pula kita mampu mengatasi ketidakadilan terhadap perempuan. Disini bahasa yang dimaksud ialah tulisan, opini, argumen, dan lain-lain.

Kelebihan Feminisme

  • Memiliki sikap pantang menyerah dan semangat juang tinggi;
  • Peka terhadap adanya ketidakadilan;
  • Kelompoknya memiliki kesatuan yang kuat dan sangat setia

Kelemahan Feminisme

  • Hanya memandang sesuatu dengan menguraikan ketidakadilan yang dimilikinya, terkesan egois;
  • Cenderung memandang rendah kaum laki-laki;
  • Bertentangan dengan banyak agama;

Nah readers, gimana?

Sudah paham kan mengenai feminisme, sejarah, konsep, jenis, serta keebihan dan kekurangannya. Kalau belum paham, kalian bisa mengulangi dengan membacanya kembali.

Sekian dulu yha informasi kali ini. Semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kalian.

Terimakasih telah menyempatkan untuk membaca. Jangan lupa tunggu dan baca  artikel lainnya yha. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Baca Juga : Pengertian, Bentuk dan Ciri Stratifikasi


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test