Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Sifat Batuan Beku Bumi

Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Sifat Batuan Beku Bumi – Struktur bumi terdiri dari berbagai jenis batuan pada permukaannya.

Batu sendiri merupakan sebuah benda padat yang keras dan keberadaannya sangat mudah ditemukan di muka bumi ini.

Batuan tersebut dibedakan berdasarkan jenis materi penyusunnya serta proses terbentuknya. Jenis-jenis batuan tersebut antara lain batuan sedimen, batuan beku dan batuan metamorf.

Adanya perbedaan jenis jenis batuan ini dapat diamati dari terkstur maupun berat dari batuan tersebut, selain itu juga pada proses pembentukannya.

Baca Juga : Pengertian dan Jenis Rawa

Mengenal Batuan Beku

Pada kenyataannya batuan beku atau disebut juga batuan igneus ini sering digunakan oleh sebagian besar orang, namun hanya mengerti tentang manfaatnya saja.

Padahal proses terbentuknya cukup unik, yaitu batuan ini terbuat dari magma yang dingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kristalisasi, yang terjadi di bawah permukaan batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan batuan ekstrusif (vulkanik).

Magma tesebut berasal dari batuan setengah cair ataupun oleh batuan yang sudah ada sebelumnya, yang terletak di mantel ataupun di kerak bumi.

Pada umumnya, proses pelelehan tersebut dapat terjadi akibat proses dari kenaikan temperatur, penurunan tekanan, ataupun perubahan komposisi.

Tahukah kamu? Bahwa proses pembentukan batuan beku ini juga tergantung pada jenis batuan bekunya masing- masing. jenis dari batuan beku ini ternyata beragam, beberapa jenis batuan beku dan proses pembentukannya antara lain:

  • Batuan beku dalam atau batuan plutonik

Batuan ini terbentuk karena adanya pembekuan yang terjadi di dalam dapur magma secara lambat sehingga tubuh batuan terdiri dari kristal- kristal yang cukup besar.

Contoh dari batuan ini adalah batuan granit, batuan peridotim, dan juga batuan gabro.

  • Batuan beku gang atau korok

Batuan ini terbentuk karena adanya proses yang terjadi pada celah- celah antar lapisan di dalam kulit bumi. Proses pembekuan ini berjalan lebih cepat daripada batuan beku dalam, sehingga di dekat kristal besar biasanya terdapat pula banyak kristal kecil.

Contoh dari batuan jenis ini antara lain batu granit porfir

  • Batuan beku luar atau batuan lelehan

Batuan ini terbentuk ketika gunung api mengeluarkan lava cair pijar kemudian melewati tanah atau batuan disekitarnya dan terkena udara. Pembekuan batuan ini tidak hanya terjadi di sekitar kawah gunung api saja, namun juga terjadi di udara. Proses pembekuan ini berlangsung sangat cepat dan hampir tidak mengandung kristal (armorf).

Sifat Penting Batuan Beku

Jika dilihat dari segi geologis, batuan beku ini sangatlah penting. Terdapat alasan batuan beku ini penting secara geologis, atas dasar :

  • Kandungan mineral- mineral serta kimia globalnya dapat memberikan informasi mengenai komposisi dari mantel bumi, dimana hal tersebut dapat diamati ketika batuan beku tersebut terekstrasi. Serta faktor lain, yaitu nilai temperatur dan juga tekanan yang memugkinkan terjadinya prosen ekstraksi ini, atau batuan asal yang mulai meleleh.
  • Umur absolut dari batuan ini dapat diperoleh dengan mengamati berbagai jenis penanggalan radiomatik. Dengan begitu, dapat dibandingkan dengan kelas geologi atau batuan yang berdekatan sehingga urutan waktu kejadian atau usia pun dapat ditentukan.
  • Komposisi atau susuna dari batuan tersebut merupakan karakteristik dari lingkungan- lingkungan tektonik wilayah tertentu, sehingga memungkinkan terjadi rekonstruksi tektonik.
  • pada beberapa kondisi lingkungan tertentu, batuan beku merupakan tempat keberadaan dari endapan biji seperti tungsen, timah, dan juga uranium. sehingga pada batuan beku biasa ditemukan material tersebut.

Baca Juga : Keuntungan dan Kerugian Letak geografis Negara Kita Indonesia


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test