Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis, Faktor, dan Dampak Terjadinnya Pelapukan

Pengertian, Jenis, Faktor, dan Dampak Terjadinnya PelapukanRitaelfianis.com – Pelapukan adalah proses penghancuran atau perusakan batuan di permukaan bumi yang disebabkan oleh gaya eksogenik atau gaya dari luar bumi yang menyebabkan batuan berubah menjadi butiran-butiran kecil.

Batuan yang terkena pelapukan akan menjadi debu dan berubah menjadi tanah yang disebut dengan tanah mineral.

Proses pelapukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alterasi, suatu perubahan komposisi material. Kedua adalah fragnisasi, yang biasa terjadi pada batuan, yaitu proses pemisahan kristal dari larutan magma.

Proses pelapukan batuan sangat bergantung pada komposisi tanah dan material asal yang membentuk batuan tersebut.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, dan Proses terbentuknya Batuan

Hal tersebut dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya suatu proses pelapukan. Pelapukan batuan sendiri terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

Pelapukan fisika

Pelapukan fisika atau yang biasa disebut juga dengan pelapukan mekanik adalah suatu proses pelapukan yang disebabkan oleh gaya fisis tanpa mengubah komponen susunan kimianya.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan fisika adalah:

  1. Perubahan suhu dari panas menjadi dingin atau sebaliknya secara ekstrim, seperti yang banyak terjadi di gurun, dapat membuat batuan memuai atau pun menyusut. Hal ini yang berlangsung secara terus – menerus membuat batuan menjadi retak dan akhirnya hancur berkeping – keping.
  2. Perubahan tekanan pada daerah disekitar batuan akan menyebabkan sedikit demi sedikit batuan mengalami retakan yang mengakibatkan batuan mengelupas yang disebut dengan peristiwa ekfoliation. Karena perbuhan lingkungan menyebabkan volume batuan berkurang, hal inilah yang mengakibatkan suatu tekanan pada batuan dapat berpengaruh membuat retakan pada batuan.
  3. Proses pelapukan batuan karena air terjadi karena air yang terus menerus jatuh di atas batuan membuat tekanannya meningkat dan menyebabkan terkikisnya batuan secara perlahan. Pembekuan air pada pori – pori batuan dapat juga terjadi yang menyebabkan terjadinya pemuaian volume batuan dan meningkatkan tekanan pada batuan. Proses tersebut disebut dengan kryoturbasi. Biasanya peristiwa pelapukan fisika ini terjadi pada daerah di pegunungan yang tinggi dan daerah dengan musim dingin.
  4. Pengkristalan Garam. Proses pengkristalan garam terjadi karena banyaknya air yang menguap menyebabkan garam seperti NaCl, KCl, dan KgSO4 ikut menguap dan mengendap pada pori – pori batuan yang menyebabkan tekanan pada batuan meningkat dan pada akhirnya melapuk. Peristiwa ini biasa terjadi pada daerah yang kering.

Selain yang disebutkan diatas faktor lainnya yang juga dapat mempengaruhi proses pelapukan fisika adalah pemuaian dan perubahan siang dan malam.

Contoh pelapukan fisika adalah batuan di gurun perlahan-lahan melapuk dan berubah menjadi debu karena adanya perubahan siang dan malam yang cukup ekstrim, perubahan suhu pada gurun yang menyebabkan batuan melapuk.

Kristalisasi garam pada batuan di tepi pantai. Longsor batuan pada daerah yangn curam.

Pelapukan kimia

Pelapukan kimia adalah suatu proses pelapukan yang disebabkan adanya reaksi kimia antara batuan dengan atmosfer atau pun mineral yang terdapat di bumi. Proses pelapukan kimia tidak hanya mengubah struktur dari batuan teteapi juga akan mengubah kandungan mineral atau kandungan dari komponen yang menyusunnya. Pelapuka kimia dikenal juga dengan sebutan dekomposisi. Ada 4 jenis pelapukan kimia yaitu:

  1. Hidrasi, suatu proses mengikat antara satu batuan dengan batuan lainnya tetapi hanya dipermukaannya saja.
  2. Hidrolisasi, merupakan pelapukan yang disebabkan oleh air, dimana air berubah dan memisahkan antara ion positif dengan ion negatifnya. Banyak terdapat pada proses pembentukan tanah liat.
  3. Proses ini terjadi pada proses pengkaratan besi. Pada batuan, ditandai dengan batuan berubah warna menjadi kecoklatan, karena komponen besi dalam batu mengalami reaksi dengan oksigen dan menyebabkannya berkarat.

Pelapukan biologi

Pelapukan biologi disebut juga dengan pelapukan organik. Pelapukan ini terjadi karena adanya kontak antara batuan dengan makhluk hidup.

Proses pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup dapat berupa kontak fisik maupun kontak kimia.

Makhluk hidup yang biasa menyebabkan terjadinya pelapukan biologi adalah baktri, jamur, tumbuhan, hewan, bahkan manusia juga termasuk.

Dampak dari terjadinya pelapukan dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Dampak positif. Dampak positif dari pelapukan adalah tersedianya mineral yang baik dan dibutuhkan oleh tanah.
  2. Dampak negatif. Dampak negatif dari pelapukan adalah dapat merusak bangunan.

Baca Juga : Pengertian Dan Macam-Macam Tenaga Eksogen

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test