Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan Teori Dividen dalam Sebuah Akuntansi

Pengertian Akuntansi – Deviden merupakan suatu pembagian laba keuntungan dari pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki pada suatu usaha tertentu.

Nilai yang dapat ditransfer umumnya berupa aktiva perusahaan, yang dapat berupa kas maupun non kas.

Sedangkan menurut Nikiforous pada tahun 2013 menjelaskan bahwa definisi dividen merupakan fungsi sebagai pembayaran tunai yang dapat dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham.

Dividen tersebut dapat menunjukkan bahwa pemegang saham terhadap penerimaan langsung maupun tak langsung atas investasi yang dilakukan di suatu perusahaan.

Baca Juga : Pengertian dan Proses Tahapan Manajemen Produksi

Jenis-jenis Dividen

Adapun beberapa jenis dividen antara lain sebagai berikut ini :

  1. Dividen Kas

Deviden kas merupakan jenis deviden yang dibagikan dalam bentuk kas. Sebelum membuat pengumuman, yang harus diperhatikan oleh pemimpin perusahaan adalah tersedianya jumlah kas yang mencukupi untuk pembagian deviden tersebut.

  1. Dividen Aktiva Selain Kas (Property Dividend)

Dividen properti merupakan jenis dividen yang apabila terdapat suatu perusahaan tidak memiliki kas yang cukup, atau mempunyai kas namun akan digunakan untuk keperluan lain, maka pembagian dividen dapat menggunakan aktiva selain kas atau dividen properti.

Umunya, masalah yang timbul adalah dalam menentukan nilai property tersebut, para akuntan biasanya menggunakan nilai pasar aktiva non kas yang diserahkan sebagai dasar untuk mencatat.

Apabila aktiva yang diserahkan tidak mempunyai nilai pasar, maka nilai buku aktiva tersebut yang akan digunakan sebagai dasar pencatatan.

  1. Dividen Likuidasi

Dividen likuidasi merupakan jenis dividen yang tidak dapat ditetapkan berdasarkan pada laba ditahan.

Dividen ini menunjukkan adanya pengembalian modal (investasi) atas pemilik atau bukan dari pembagian laba perusahaan tersebut.

Pada umumnya dividen likuidasi  ini dapat berupa donasi dari pemilik saham, tetapi biasanya dividen likuidasi juga dapat diperlakukan sebagai pengurangan agio saham atau bukan laba ditahan seperti pembagian pada jenis lainnya.

  1. Dividen Saham

Dividen saham merupakan pembagian dividen yang dibayarkan juga disertai dengan saham tambahan.

Perlu kita ketahui bahwa dividen saham tidak dapat merubah apapun, baik proporsi dari kepemilikan saham ataupun aktiva perusahaan tersebut.

  1. Dividen Hutang / Dividen Scrip

Dividen hutang atau yang biasa dikenal dengan dividen scrip merupakan pembagian deviden dalam bentuk janji tertulis untuk membayarkan sejumlah kas di kemudian hari.

Janji tersebut merupakan salah satu bentuk utang wesel yang akan dicatat sebagai hutang.

Deviden scrip juga dapat dapat berbentuk bunga ataupun tidak berbunga, selain itu juga dapat diperjual berlikan antar pemegang scrip atau antar pemegang saham.

Teori Dividen Menurut Para Ahli

  1. Teori Dividen Tidak Relevan

Modiglani dan Miller (MM) mengemukakan bahwa nilai suatu perusahaan tidak dapat ditetapkan berdasarkan nilai Dividend Payout Ratio, namun dapat ditentukan dari jumlah laba bersih sebelum dikenai pajak.

oleh karena itu, dividen tidak relevan untuk diperhitungkan karena tidak akan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.

Selanjutnya, adanya kenaikan nilai perusahaan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mendapat keuntungan (earning power) dari asset perusahaan.

  1. Teori The Bird in The Hand

Teori menurut Lintner dan Gordon mengemukakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat apabila Dividend Payout rendah, hal tersebut dikarenakan investor lebih tertarik menerima dividen daripada capital gains.

Teori ini beranggapan bahwa dividend yield lebih pasti daripada capital gains yield.

  1. Teori Perbedaan Pajak

Teori perbedaan pajak menurut Litzenberger dan Ramaswamy yang mengemukakan bahwa, dengan adanya pajak terhadap keuntungan antara dividen dan capital gains, maka para investor lebih menyukai capital gains disebabkan karena dapat menunda pembayaran pajak.

Oleh karena itu, sebagian besar investor menghendaki dibuatnya suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang dapat memberikan dividen yield tinggi dengan capital gains yield rendah daripada sebaliknya.

Apabila pajak atas dividen lebih besar dari pajak atas capital gains, maka akan lebih terasa perbedaannya.

  1. Teori Signaling Hypothesis

Teori ini beranggapan bahwa adanya suatu kenaikan dividen umumnya menunjukkan tanda-tanda kepada para investor bahwa manajemen suatu perusahaan dapat menggambarkan stabil atau tidaknya penghasilan di masa yang akan datang.

Sebaliknya, Apabila terdapat indikasi penurunan dividen atau kenaikan dividen dibawah angka kenaikan normal, maka dapat dipastikan oleh investor bahwa perusahaan akan menghadapi masa sulit dividen di masa mendatang.

  1. Teori Clientele Effect

Teori ini beranggapan bahwa terdapat beberapa kelompok (clientele) pemegang saham yang memiliki sudut pandang yang masing-masing berbeda terhadap penentuan kebijakan dividen perusahaan.

Misalnya, terdapat sebagian kelompok yang membutuhkan penghasilan pada saat ini lebih menyukai Dividen Payout Ratio yang tinggi.

Namun disisi lain sebagian pemegang saham lain tidak begitu membutuhkan uang saat ini akan merasa lebih diuntungkan apabila perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Baca Juga : Pengertian, Unsur, Indikator dan Tujuan dari Remunerasi Karyawan

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test