Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan Sistem Pencernaan pada Manusia

Pengertian, Jenis dan Sistem Pencernaan pada Manusia – Setiap makhluk hidup memerlukan makan utnuk dapat bertahan hidup.

Proses untuk dapat mencerna makanan terjadi pada suatu sistem yang disebut dengan sistem pencernaan.

Pada sistem pencernaan, makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi molekul sederhana dalam bentuk nutrisi agar dapat diserap oleh tubuh.

Baca Juga : Pengertian,  Fungsi dan Jenis Saraf Spinal

Secara umum berikut fungsi sistem pencernaan pada tubuh kita.

  • Menerima makanan dan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih halus.
  • Mendorongnya melalui saluran cerna.
  • Mencampurnya dengan enzim pada bagian empedu dari hati.
  • Memecah makanan menjadi sari-sari atau nutrisi untuk kemudian diserap oleh tubuh.
  • Mengeluarkan sisa pencernaan keluar dari tubuh.

Pencernaan dibagi menjadi dua, yaitu pencernaan mekanik yang terjadi pada bagian mulut dengan fungsi untuk mengolah makanan kompleks menjadi bentuk yang lebih halus. Proses mekanik dilakukan oleh gigi dan lidah.

Kedua adalah proses kimiawi, yaitu proses perubahan makanan dengan bantuan enzim agar mudah diserap nutrisinya oleh tubuh.

Proses pencernaan kimiawi dapat terjadi dimana saja termasuk mulut dengan bantuan kelenjar ludah.

Bagian dari saluran pencernaan dimulai dari saat makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut hingga berakhir menjadi sisa pencernaan melalui anus. Ada 6 organ yang termasuk ke dalam sistem pencernaan, yaitu:

  • Mulut merupakan bagian paling awal dimana makanan mulai masuk kedalam tubuh. Mulut dilapisi oleh selaput lendir yang mengandung banyak pembuluh darah dan juga saraf. Mulut juga berfungsi sebagai indera perasa, yang berisi bagian-bagian perasa yang terdapat pada bagian lidah. Terdapat 4 rasa yang dapat dideteksi oleh lidah yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Pada bagian mulut terdapat gigi yang berjumlah 32 gigi. Gigi berfungsi untuk mengigit, menggiling, dan mengunyah makanan agar menjadi halus dan mudah untuk didrorong hingga ke saluran cerna. Kemudain ada lidah yang befungsi sebagai indera perasa, mendorong makanan untuk masuk ke dalam kerongkongan, menempatkan makanan di dalam mulut, dan juga untuk membersihkan mulut.
  • Bagian kedua pada sistem pencernaan adalah kerongkongan atau esophagus. Setelah makanan menjadi cukup halus di mulut, lidah akan mendorongnnya dengan bantuan otot masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan sendiri berbentuk seperti tabung berongga dengan panajng antara dua puluh hingga dua puluh lima centimeter. Kerongkongan terdapat diantara tenggorokan dibagian depan dan tulang belakang dibagian belakang. Bagian kerongkongan dimulai dari pharynx hingga kardiak lambung dibagian bawah. Proses masuk dan bergeraknya makanan pada kerongkongan disebabkna oleh gerak peristaltik. Gerakan peristaltik merupakan gerakan meremas-remas makanan sehingga makanana akan bergerak memasuki lambung. Gerakan ini didasari oleh adanya kontraksi dan relaksasi otot yang terdapat melingkari bagian kerongkongan.
  • Lambung terdapat pada bagian sebelah kiri rongga perut. Lambung merupakan organ sistem pencernaan yang elastis dan dapat melebar paling besar Terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas ( kardiak) yang berhubungan langsung dengan kerongkongan, bagian tengah( fundus) yang menghasilkan getah lambung, dan bagian bawah ( pylorus) yang berhubungan dengan usus 12 jari. Fungsi utama lambung adalah untuk menyimpan makanan dan mencampunya dengan getah lambung. Dinding lambung terdiri atas tiga otot yang berfungsi untuk mencampurkan makanan secara merata dengan getah lambung. Otot tersebut adalah otot melingkar, otot longitudinal, dan otot menyerong.
  • Usus halus. Usus halus atau intestinum adalah suatu tabung yang memanjang muali dari lambung hingga ke usus besar. Usus halus memiliki panjang kurang lebih dua setengah meter. Fungsi utama usus halus adalah untuk menyerap sari-sari makanan yang telah berbentuk cair. Ada 3 bagian pada usus halus, yaitu usus 12 jari ( duodenum) yang berfungsi untuk mensekresikan cairan dari kantung empedu dan saluran getah pankreas, kedua adalah usus kosong ( jejunum) berfungsi mencerna makanan dan melumatkannya lebih baik hingga tercipta disakarida dan monosakarida dari karbihdrat; asam lemak dan gliserol dari lemak; dan asam amino dari protein, ketiga adalah usus penyerapan ( ileum) berfungsi sebagai tempat penyerapan sari-sari makanan ke dalam pembuluh darah.
  • Usus besar. Usus besar memiliki panjang setengah meter. Hasil dari usus halus yang telah diserap sari-sarinya akan diteruskan menuju usus besar. Pada usus besar makanan tadi tinggal berbentuj cair dan tidak akan ada lagi penyerapan karena semua sari sudah terserap habis pada usus halus. Pada usu besar cairan sisa tadi akan diserap airnya sehingga bentuknya menjadi lebih padat. Selain air, garam dan glukosa juga diserap oleh usus besar. Pada usus besar terdapat bagian yang disebut usus buntu yang mengandung bakteri Escherichia coli yang berfungsi pada proses pembusukan sisa pencernaan.
  • Anus merupakan bagian terkahir pada sistem pencernaan. Sisa pencernaan pada usus besar masuk ke dalam anus, dengan gerak eristlatik. Bagian bawah anus dilingkari oleh otot polos sebagai katup yang mengontrol dan mengatur proses pembuangan feses. Dan pada bagian luar anus terdapat otot lurik yang juga membantu proses pengeluaran feses.

Baca Juga : Cara Mengubah Sel Kulit Menjadi Sel Saraf

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test