Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Gempa Bumi

Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Gempa Bumi – Gempa bumi merupakan salah satu fenomena terjadinya getaran pada permukaan bumi.

Gempa bumi dapat berdampak besar pada lingkungan baik secara fisik maupun social.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Gempa Bumi, mulai dari pengertian, jenis dan bagaimana proses terjadinya. Berikut adalah penjelasannya

Pengertian Gempa Bumi          

Gempa bumi dapat diartikan sebagai suatu getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi akibat adanya pelepasan energi secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan adanya gelombang seismic.

Baca Juga : Pengertian Dan Jenis-Jenis Lapisan Permukaan Bumi

Gempa bumi juga dapat disebabkan oleh pergerakan pada lempeng bumi atau kerak bumi. Besar kekuatan gempa bumi dapat diukur dengan alat seismometer.

Seismometer akan mengukur kekuatan gempa dengan mencatat getaran dan cepat rambat gempa.

Gempa bumi dapat digolongkan sebagai tenaga endogen atau tenaga yang berasal dari dalam bumi, karena gempa bumi dapat mengakibatkan adanya perubahan pada permukaan bumi

Jenis Gempa Bumi

Jenis-jenis gempa bumi dapat digolongkan menjadi 3, yaitu berdasarkan penyebab, kedalaman dan getaran atau gelombang. Berikut adalah penjelasannya:

1). Gempa Bumi berdasarkan penyebabnya

  • Gempa bumi tektonik

Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik.

Aktivitas tektonik sendiri adalah pergeseran pada lempeng tektonik secara tiba-tiba dengan dimulai dari kekuatan yang sangat kecil ke kekuatan yang sangat besar.

Gempa bumi tektonik banyak mengakibatkan kerusakan atau bencana alam di bumi sebab getaran gempa bumi dapat menjalar secara kuat ke seluruh bagian bumi.

Gempa bumi ini diakibatkan oleh pelepasan tenaga pada pergeseran plat tektonik. Jika di analogikan seperti gelang karet yang ditarik kuat kemudian dilepas secara tiba-tiba.

  • Gempa bumi tumbukan

Gempa bumi tumbukan merupakan gempa bumi yang diakibatkan oleh tumbukan dari benda langit seperti meteor atau asteroid yang akhirnya jatuh ke permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini merupakan gempa bumi yang jarang terjadi.

  • Gempa bumi runtuhan

Gempa bumi runtuhan merupakan gempa bumi yang biasanya terjadi di sekitar daerah kapur maupun daerah pertambangan. Gempa bumi jenis ini juga merupakan gempa bumi yang jarang terjadi dan lebih bersifat lokal

  • Gempa bumi buatan

Gempa bumi buatan meupakan gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti peledakan nuklir dan dinamit, atau saat palu dipukulkan ke permukaan bumi.

  • Gempa bumi vulkanik

Gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas magma. Gempa bumi ini biasanya terjadi sebelum meletusnya gunung api.

Jika gunung api memiliki aktifitas tinggi, maka semakin tinggi kemungkinan ledakan yang akan ditimbulkan akan mengakibatkan gempa bumi. Gempa bumi vulkanik hanya terasa pada wilayah sekitar gunung berapi.

2). Berdasarkan Kedalaman

  • Gempa bumi dalam

Gempa bumi dalam merupakan gempa bumi dengan hiposentrum yang berada pada jarak lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini umumnya tidak terlalu bahaya.

  • Gempa bumi menengah

Gempa bumi tengah merupakan gempa bumi yang memiliki hiposentrum pada pada jarak 60 sampai 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini umumnya dapat mengakibatkan kerusakan. ringan dengan getaran yang lebih terasa

  • Gempa bumi dangkal

Gempa bumi jenis ini memiliki jarak hiposentrum kurang dari 60 km pada permukaan bumi. Gempa bumi jenis ini umumnya dapat mengakibatkan kerusakan yang besar dan getarannya dapat terasa dengan jelas.

3). Berdasarkan Getaran atau Gelombang Gempa

  • Getaran Primer

Getaran primer atau disebut juga dengan gelombang longitudinal merupakan gelombang atau getaran yang merambat pada tubuh bumi dan memiliki kecepatan antara 7-14 km/detik. Getaran primer berasal dari hiposentrum

  • Getaran Sekunder

Getaran sekunder atau disebut juga dengan gelombang transversal merupakan gelombang atau getaran yang merambat sama halnya dengan getaran primer namun memiliki kecepatan yang telah berkuran yaitu antara 4-7 km/detik. Getaran sekunder tidak dapat merambat pada lapisan cair.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi dapat terjadi karena adanya tekanan dahsyat oleh pergerakan lempeng pada batuan di kerak bumi. Tekanan dahsyat inilah yang mendasari adanya landasan benua.

Saat dua lempengan pada kerak bumi saling bergesekan, maka akan terjadi gelombang kejut yang kita sebut sebagai gempa bumi.

Saat dua lempeng samudera bertabrakan, maka lempeng samudera yang memiliki massa jenis lebih rapat akan bergerak dengan menyusup ke bawah. Di sekitar area tersebut maka akan terjadi tarikan, tekanan dan gesekan.

Saat batas elastisitas lempeng terlewati, maka akan terjadi patahan pada batuan kemudian disusul dengan lepasnya energi dengan cepat. Pada sekitar patahan itulah, gempa bumi terjadi.

Itulah penjelasan mengenai Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Gempa Bumi. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan anda mengenai fenomena gempa bumi yang tidak jarang kita temui. Sekian dan semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian dan Proses Pembentukan Lempeng Bumi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test