Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis, dan Proses terbentuknya Batuan

Pengertian, Jenis, dan Proses Terbentuknya Batuan – Batuan atau batu sering sekali ditemukan dimana saja, selalu terlihat mata, dan menjadi suatu bagian penting yang berguna bagi kehidupan manusia.

Batuan merupakan sekumpulan dari mineral yang telah membeku dan padat. Batuan juga merupakan elemen elemen yang dimiliki oleh bumi.

Batuan ini menyediakan sejumlah mineral anorganik melalui proses yaitu pelapukan dan menjadi proses terjadinya tanah.

Seperti yang dikatakan sebelumnya batuan memiliki kandungan mineral, batuan memiliki sifat dan ciri ciri fisik, serta memiliki umur yang berbeda beda pula.

Umumya batuan merupakan kumpulan dari dua atau lebih beberapa mineral, yang kemudian berubah menjadi batu karena membeku.

Baca Juga : Pengertian, Ciri dan Proses Terbentuknya batuan Malihan (Metamorf)

Mineral sendiri adalah suatu unsur zat anorganik yang mempunyai komposisi atom dan struktur kimia tertentu.

Jumlah dari mineral ini sangat banyak jenis dan bentuk bentuk kombinasinya.

Batuan juga memiliki jenis jenis atau macam macam batuan. Macam macam batuan sebagai berikut.

Jenis Jenis Batuan dan Cara Terbentuknya

Jenis jenis batuan yaitu Batuan Beku, Batuan Sedimen, dan Batuan Metamorf. Batuan tersebut memiliki anak anak batuan lagi yang dijabarkan sebagai berikut:

1). Batuan Beku

Batuan beku merupakan batu yang terbentuk karena pembentukan magma atau lava yang membeku.

Magma merupakan batuan cair yang sangat panas yang berada di dalam permukaan bumi dan lava adalah magma yang sudah mencapai permukaan  bumi. Batuan beku ini memiliki beberapa jenis, yaitu :

  • Batu apung

Batu apung ini berbentuk berongga, berlubang, berwarna keabu abuan, ringan dan dapat terapung di air. Terbentuk karena gelembung magma yang mengeras yang berbentuk gas.

  • Batu obsidian

Batu ini berbentuk seperti kaca namun tidak terdapat Kristal Kristal. Terbentuk karena lava yang mengalami pembekuan sangat cepat. Batu ini bisa di jadikan sebagai kerajinan.

  • Batu granit

Terbentuk dari Kristal Kristal kasar, berwarna putih, abu abu maupun jingga. Di temukan di pinggiran sungai atau sungai besar. Batu ini bisa juga di jadikan sebagai lantai.

  • Batu basalt

Batuan ini terdiri dari Kristal Kristal kecil, berwarna hijau, keabu abuan dan memiliki lubang lubang. Batu ini terbentuk dari pendinginan lava dari gas yang telah menguap. Berfungsi sebagai bahan baku poles, bahan bangunan dan lain sebagainya.

2). Batuan Sedimen

Batuan ini terbentuk dari pengendapan hasil pelapukan dan pengikisan yang terbawa oleh tiupan angin. Endapan ini menjadi melekat akibat tekanan atau zat yang menyatukannya. Batuan sedimen memiliki beberapa jenis :

  • Batu konglomerat

Batuan ini terbuat dari material kerikil kerikil bulat, batu dan pasir melekat satu dengan lainnya. Batu ini berguna di bahan bangunan namun bukan bahan baku utamanya.

  • Batu pasir

Batu ini sesuai namanya terbentuk dari butiran pasir, biasanya berwarna abu abu, kuning dan sebagainya. Di bidang bangunan berfungsi sebagai material penyusun bangunan maupun kontrukinya

  • Batu serpih

Merupakan batu yang memiliki bau seperti tanah liat. Memiliki berbagai macam warna. Terbentuk dari bahan yang lepas dari gaya beratnya sehingga terpadatkan dan saling terikat.

  • Batu gamping

Batu gamping atau yang dikenal juga batu kapur memiliki warna putih, sedikit keabu abuan. Dapat menjadi karbon dioksida jika ditetesi asam. Terbentuk dari kangkang hewan seperti siput, keong dan lain sebagainya. Batu ini biasanya digunakan sebagai bahan baku semen seperti semen gresik atau sekarang semen Indonesia.

  • Batu breksi

Terbentuk dari pecahan pecahan ledakan gunung berapi. Terbentuk saat telempar tinggi dan mengendap di tempat jatuhnya. Bisa menjadi bahan bangunan dan bahan kerajinan.

  • Stalagtit dan stalagmite

Batuan ini biasanya ditemui di dalam goa goa dan bisa menjadi tempat wisata. Stalagmite dan stalagtit terbentuk dari tetesan air yang terjadi dari atas goa ke dasar goa. Karena mengandung garam menjadikan tetasan itu mengeras dan berbentuk dengan sendirinya.

  • Batua lempung

Terbentuk karena pelapukan batuan beku yang menghasilkan material lempung dan biasa ditemukan disekitar induk batuan tersebut. Batu lempung ini mudah dibentuk sehingga dapat dijadikan bahan kerajinan.

3). Batuan metamorf

Biasa juga disebut batuan malihan berasal dari batuan sedimen atau beku yang berubah karena panas atau tekanan. Jenis batuan metamorf dibagi menjadi sebagai berikut :

  • Batu pualam atau batu marmer

Batua ini berasal dari batu kapur atau gamping dan memiliki campuran warna yang beragam. Bentuk kristalnya berbentuk halus hingga kasar. Batu ini bisa mengkilap jika di poles. Batu ini juga bisa sebagai ubin atau lantai.

  • Batu sabak

Batu ini berasal dari batu serpih, dapat dibelah menjadi lempengan tipis dan memiliki bermacam warna. Batu ini terbentuk karena tekanan atau suhu tinggi.

  • Batu gneiss atau ganes

Berwarna putih keabu abuan, memiliki goresan yang tersusun dari mineral, memiliki bentuk jajaran tipis dan terhilat urat yang mengandung mineral. Batu ini terbentuk pada saat sedimen atau batuan beku terpendam yang memiliki tekanan dan temperature tinggi.  Batu ini juga bisa dibuat kerajinan.

  • Batu sekis

Umumnya memiliki warna hitam. Mineralnya terpisah sehingga seperti berkas gelombang berkilau.

Batu ini memiliki warna keabu abuan, kekuningan, coklat, atau merah, berlapis dan biasa mengandung fosil. Batu ini merupakan terbentuk dari batu pasir yang mendapat suhu yang tinggi.

Demikian artikel tentang pengertian, jenis, dan proses terbentuknya batuan, semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca artikel ini.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Sifat Batuan Beku Bumi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test