Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Komet

Pengertian, Jenis dan Proses Pembentukan Komet – Dalam tata surya kita terdapat banyak benda-benda langit yang bergerak mengelilingi matahari sebagai pusatnya.

Benda-benda langit tersebut meliputi, planet-planet, asteroid, meteori dan komet. Pernahkah kalian melihat langit di malam hari?

kemudian melihat sesuatu yang bercahaya seperti bintang namun memiliki ekor? yap, sebagian besar orang menyebutnya komet atau yang juga dikenal dengan bintang berekor.

Tapi tahukah kalian apa saja jenis-jenis komet dan bagaimanakah proses terbentuknya?

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Ciri Lubang Hitam (Black Hole)

yuk, daripada penasaran, langsung saja kita simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Komet

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, komet merupakan benda langit yang memiliki ukuran yang kecil yang memiliki ekor.

Dalam tata surya kita, komet juga bergerak mengelilingi matahari namun bukan termasuk kelompok planet ataupun bintang dan juga asteroid.

Dalam Bahasa Yunani sendiri, Komet memiliki arti rambut panjang. Komet sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu bagian inti, koma dan ekor.

Bagian yang biasa disebut ekor pada komet merupakan kabut tipis yang mengandung debu yang terbentuk melali penguapan material komet ketika mendekati matahari saat melewatinya.

Panjang ekor komet dapat mencapai jutaan kilometer, sehingga panjang komet mempengaruhi waktu yang dibutuhkan komet untuk mengelilingi matahari. Sedangkan diameter inti komet dapat mencapai 8 hingga 25 km saja.

Jenis-jenis Komet

Adapun jenis-jenis komet terbagi menjadi 2 bagian yaitu berdasarkan bentuk dan panjang lintasan serta jumlah kemunculannya.

Jenis komet berdasarkan bentuk dan panjang lintasanya terdiri dari :

  • Komet Berekor Panjang, merupakan komet yang memiliki garis lintas yang sangat jauh dan lintasannya melalui daerah yang dingin, sehingga memungkinkan terjadinya proses penyerapan gas pada daerah yang dilaluinya. Pada saat komet mendekati matahari, komet akan membentuk koma dan ekor yang terlihat sangat panjang.
  • komet Berekor Pendek, merupakan komet yang memiliki garis lintas yang cukup pendek sehingga penyerapan gas pada daerah yang dilaluinya cukup rendah. Pada saat komet mendekati matahrai, komet kemudian melepaskan sedikit gas sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang pendek.

Sedangkan berdasarkan jumlah kemunculannya, komet terbagi menjadi 2, yaitu :

  • Komet Periodik, merupakan komet yang pernah diamati lebih dari satu kali oleh ilmuan atau astronom. anggota kelompok komet periodik ini telah mencapai 150 komet. diantaranya ada yang memiliki periode revolusi beberapa tahunan, puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
  • Komet Non Periodik, merupakan komet yang sampai saat ini hanya pernah ditemukan satu kali oleh para ilmuan. jenis kelompok komet ini diperkirakan memiliki orbit yang sangat panjang dan cukup lama sehingga langka ditemukan.

Proses Pembentukan Komet

Terdapat banyak teori dan dugaan dari ilmuan terhadap proses pembentukan komet pada kurun satu abad terakhir ini.

Teori yang umum diperkenalkan yaitu menerangkan bahwa komet terbentuk pada saat yang sama dengan saat dibentuknya tata surya

. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa pembentukan tata surya diawali saat matahari di kelilingi oleh kabut besar yang material penyusunnya juga mirip dengan komet.

kemudian gangguan dari objek diluar tata surya menyebabkan beberapa material dari kabut tersebut keluar dan menyebar memasuki tata surya.

Selanjutnya didalam tata surya benda-benda tersebut dipengaruhi oleh aktivitas planet dan bintang sehingga memilik jarak yang berbeda-beda dengan matahari.

Didalam tata surya kita, komet berasal dari dua tempat di tepi tata surya yakni di Sabuk Kuiper dan Awan Oort.

Sabuk Kuiper adalah sabuk dari benda-benda es yang dimulai dari orbit platen neptunus hingga keluar orbit pluto.

Sedangan Awan Oort merupaka kumpulan benda-benda es yang mencakup seluruh tata surya dengan bentuk awan bulat.

Diperkirakan bahwa jumlah komet yang berada pada Sabuk Ekuiper dan Awan Oort bisa mencapai trilliunan!

Baca Juga : Sejarah, Asal Usul, Jenis dan Proses Terbentuknya Galaksi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test