Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan Penyebab Pasang Surut Air Laut

Pengertian, Jenis dan Penyebab Pasang Surut Air Laut – Pasang surut air laut merupakan salah satu fenomena gerak air laut, dimana permukaan air lut mengalami kenaikan dan penurunan dari rata-rata.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pasang surut air laut, mulai dari pengertian, jenis dan penyebab terjadinya.

Pengertian Pasang Surut Air Laut

Pasang surut diambil dari dua kata yaitu pasang dan surut. Pasang merupakan kondisi saat permukaan air laut lebih tinggi dari rata-rata sedangkan surut merupakan kondisi saat permukaan air laut lebih rendah dari rata-rata.

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Gempa Bumi

Di Indonesia pasang surut air laut seringkali disingkan dengan istilah pasut.

Pasang surut air laut merupakan peristiwa terjadinya perubahan pada tinggi dan rendahnya permukaan air laut yang disebabkan oleh gaya gravitasi benda astronomi, terutama matahari dan bulan.

Periode pasang surut air laut terjadi secara bervariasi di seluruh dunia, sebagian besar terjadi antara 12 jam 25 menit sampai 24 jam 50 menit.

Pasang surut air laut merupakan salah satu dari gerak air laut selain arus laut dan gelombang laut.

Jenis Pasang Surut Air Laut

Secara umum, pasang surut air laut dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu :

  1. Pasang Surut Harian Tunggal

Pasang surut air laut jenis ini merupakan pasang surut dengan satu kali pasang dan satu kali surut dengan periode sekitar 12 menit 24 menit.

Contoh dari pasang surut tunggal ini seperti pada perairan selat Karimata antara Kalimantan dan Sumatera

  1. Pasang Surut Harian Ganda

Pasang surut air laut jenis ini merupakan pasang surut dengan dua kali pasang dan dua kali surut secara berurutan dengan teratur dan memiliki tinggi yang hampir sama. Periode pasang surut ini sekitar 24 jam 50 menit.

Contoh dari pasang surut harian ganda ini seperti pada Selat Malaka hingga Laut Andaman.

  1. Pasang Surut Campuran dengan Condong ke Harian Tunggal

Pasang surut air laut jenis ini merupakan pasang surut dengan satu kali pasang dan satu kali surut, meski kadang-kadang terjadi dua kali pasang dan dua kali surut untuk sementara waktu dengan periode yang jauh berbeda.

Contoh dari pasang surut jenis ini seperti pasang sururt yang terjadi di pantai utara Jawa Barat dan pantai selatan Kalimantan.

  1. Pasang Surut Campuran dengan Condong ke Harian Ganda

Pasang surut air laut jenis ini merupakan pasang surut dengan dua kali pasang dan dua kali surut namun dengan perioded an tinggi yang berbeda. Pasang surut jenis ini terjadi di sebagian besar perairan Indonesia Timur

Penyebab Pasang Surut Air Laut

Penyebab utama terjadinya pasang surut air laut adalah karena adanya gaya gravitasi matahari dan bulan.

Bulan sebagai satelit dari bumi memiliki gaya gravitasi kuat sehingga dapat mempengaruhi gerak air laut pada permukaan bumi.

Begitu pula dengan matahari, meskipun jarak matahari dengan bumi cukup jauh, tapi gaya gravitasi matahari juga mempengaruhi gerak air laut pada permukaan bumi.

Untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi terjadinya pasang surut air laut serta bagaimana prosesnya, terdapat dua teori yang digunakan yaitu :

2). Teori Kesetimbangan

Teori ini diperkenalkan oleh Sir Issac Newton, dimana teori ini menjelaskan tentang pasang surut air laut yang terjadi secara kualitatif.

Teori ini terjadi saat seluruh permukaan bumi ditutupi air laut dengan mengabaikan pengaruh dari kelembapan.

Teori ini menyatakan bahwa naik dan turunnya permukaan air laut berbanding lurus dengan gaya pembangkit pasang surut.

Oleh sebab itu, untuk mengetahui mengenai gaya pembangkit dari pasang surut, dibutuhkan pemisahan sistem pergerakan antara bumi, bulan dan matahari menjadi dua sistem yaitu sistem bulan dengan matahari dan sistem bumi dengan bulan.

Teori kesetimbangan ini menyatakan bahwa surutnya air laut memiliki hubungan dengan laut, massa air, serta gravitasi bulan dan matahari.

Dari teori ini, didapatkan 3 faktor utama yang mempengaruhi pasang surut yaitu :

  • Rotasi Bumi pada sumbu
  • Revolusi Bulan pada Matahari
  • Revolusi Bumi pada Matahari

2). Teori Dinamis

Teori ini dicetuskan oleh Laplace, dimana teori ini merupakan teori pelengkap dari teori kesetimbangan newton.

Teori ini menjelaskan mengenai pasang surut air laut yang terjadi secara kuantitatif.

Teori dinamis menyatakan bahwa gaya pembangkit pada pasang surut akan menghasilkan gelombang pasang surut. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya gelombang :

  • Luas dan Kedalaman Perairan
  • Rotasi Bumi pada sumbunya
  • Adanya gesekan dasar

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Jenis dan Penyebab Pasang Surut Air Laut. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga : Pengertian dan Proses Pembentukan Lempeng Bumi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test