Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis, dan Bagian Miksoskop

Pengertian, Jenis, dan Bagian MiksoskopRitaelfianis.com – Mikroskop adalah suatu benda yang digunakan untuk melihat benda – benda kecil atau mikro.

Untuk dapat meneliti struktur atau pun susunan suatu benda mikro seperti sel, tidak dapat dilakukan denga menggunakan mata telaanjang oleh karena itu diperlukan bantuan dari mikroskop.

Dengan menggunakan mikroskop benda mikro dapat diperbesar 40 kali, 100 kali, 400 kali, bahkan 1000 kali.

Mikroskop berasal dari bahasa Yunani yaitu micros yang berarti kecil dan scopein yang berarti melihat.

Baca Juga : Pengertian dan Perbedaan antara LCD dengan LED

Macam – macam jenis mikroskop dapat dibedakan menurut jumlah lensanya maupun menurut jenisnya.

Mikroskop berdasarkan jumlah lensanya ada minokular, yang memiliki jumlah lensa satu dan binokular yang memiliki jumlah lensa dua.

Sedangkan menurut jenisnya terdapat mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Jenis mikroskop yang biasa digunakan untuk suatu penelitian adalah mikroskop cahaya.

Mikroskop cahaya merupakan mikroskop yang menggunakan cahaya untuk dapat melihat benda kecil.

Memiliki satu lensa okuler atau pun dua lensa okuler. mikroskop cahaya biasa terdapat pada sekolah untuk melakukan percobaan.

Mikroskop elektron memanfaatkan elektron dengan menggunakan magnet dan bukan lensa. Jauh lebih baik daripada mikroskop cahaya dalam hal  memperbesar objek karena dapat memperbesar hingga jutaan kali.

Mikroskop elektron dibedakan menjadi dua yaitu TEM ( Mikroskop Transmisi Elektron) dan Mikroskop Electron Scanning.

Mikroskop terdiri dari 15 bagian, dengan terbagi menjadi bagian optik dan bagian mekanik. Berikut penjelasan lengkapnya.

Bagian optik

  1. Lensa okuler. Lensa okuler letaknya berada paling atas dekat dengan si pengamat. Pada lensa okuler terdapat perbesaran 6 kali, 10 kali, dan 12 kali.
  2. Lensa objektif. Lensa objektif merupakan lensa yang letaknya berada di bawah dekat dengan objek pengamatan. Pada lensa objektif terdapat perbesaran 10 kali, 40 kali, 100 kali, dan 1000 kali pada jenis mikroskop terbaru. Pada tingkat perbesaran 100 kali, biasanya lensa diberi pelumas berupa minyak pelumas atau minyak emersi. Hal ini dikarenakan saat menggunakan perbesaran 100kali terkadang letak lensa dan objek menjadi sangat dekat dan tak jarang pula objek menjadi menempel pada lensa, karena itulah pelumas diperlukan menghindari menempelnya objek pada lensa.
  3. Kondensor merupakan bagian yang diputar untuk menaikkan atau pun menurunkan objek guna menadapatkan atau memperjelas gambar objek dan juga untuk memusatkan pantulan cahaya yang tepat oleh cermin.
  4. Objek yang akan diteliti biasanya ditaruh pada suatu preparat yang terbuat dari dua lempeng kaca yang saling dijepitkan pada meja atau tatakan di bawah lensa pengamatan. Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang diperlukan untuk melihat objek.
  5. Cermin merupakan bagian yang dapat diputar atau diarahkan dengan bebas guna mendapatkan cahaya dan memantulkannya pada preparat agar objek yang diteliti dapat terlihat dengan baik.

Bagian mekanik

  1. Revolver adalah bagian yang dapat diputar, letaknya disamping mikroskop dan berfungsi untuk mengatur seberapa banyak perbesaran yang diinginkan.
  2. Tabung mikroskop. Tabung mikroskop merupakan tabung panjang yang menghubungkan antara lensa okuler dangan lensa objektif.
  3. Lengan mikroskop. Lengan mikroskop berfungsi sebagai tempat pegangan bagi pengamat.
  4. Meja benda. Meja benda terletak tepat dibawah lensa objektf. Terdapat dua penjepit pada sisi kanan dan kiri meja. Meja benda berfungsi sebagai tempat meletakan preparat saat pengamatan. Fungsi penjepit pada sisi meja adalah untuk menjaga preparat agar tidak bergeser.
  5. Makrometer adalah bagian yang berfungsi untuk menaikkan atu menurunkan mikroskop secara cepat.
  6. Mikrometer adalah bagian yang berfungsi untuk menaikkan atu menurunkan mikroskop secara lembat.
  7. Kaki mikroskop. Kaki mikroskop terletak di bagian bawah mikroskop, berbentuk persegi empat dan berfungsi sebagai penyangga saat dilakukan pengamatan dan juga tumpuan bagi mikroskop untuk tetap berdiri.
  8. Sendi inklinasi. Sendi inklinasi merupakan suatu pengatur sudut pengamatan. Dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengamat sehingga dapat dibungkukkan maupun ditegakkan sesuai dengan arah lensa okulernya.

Baca Juga : Mengapa Google Tidak Mencantumkan Palestina Dalam Google Maps?, Berikut penjelasannya

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test