Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Hukum dan Tata Cara Khitan

Pengertian, Hukum dan Tata Cara Khitan – Siapa yang tidak mengenal khitan. Khitan mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat.

Atau sebagian masyarakat lebih mengenal khitan sebagai “sunatan”.

Bahkan khitan juga dijadikan sebagai acara pesta hajatan dan undangan yang meriah yang biasa kita sebut sebagai walimatul khitan.

Walimatul khitan tersebut kini sudah menjadi tradisi dimasyarakat setelah mengkhitankan anak-anak mereka.

Pada umumnya khitanan atau sunatan wajib dilakukan oleh setiap anak laki-laki, namun siapa sangka bahwa di beberapa daerah tertentu juga mewajibkan khitan untuk anak perempuan loh..

Baca Juga : Pengertian dan Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam

lalu apa sebenarnya pengertian dan hukum serta bagaimana tata cara khitan yang baik dan benar?

Pengertian Khitan

Menurut bahasa, Khitan berasal dari bahasa arab Khatana yang berarti memotong.

Menurut Ibnu Hajar bahwa al-Khitan merupakan kata dasar dari Khatana yang berarti memotong. Khatn memiliki arti memotong suatu benda yang khusus dari anggota tubuh yang khusus pula.

Sedangkan al-khaatin merupalan sebutan untuk tempat yang dikhitan. Menurut istilah, khitan adalah memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan (qulfah) dengan tujuan agar tidak menyimpan kotoran dan najis.

Sementara itu, beberapa ulama seperti Imam al-Mawardi dan Imam Haramain juga hampir sama dalam mendefinisikan khitan yaitu pemotongan kulit yang menutupi kepala penis sehingga tidak ada kulit yang menutupinya.

Sedangkan Imam Nawawi membedakan khitan menjadi 2 diantaranya khitan id’zaar dan khafdh.  I’dzaar yaitu khitan pada lelakin, sedangkan khafdh khitan yang hanya khusus untuk wanita.

Hukum khitan

Para ulama berbeda pendapat terhadap hukum khitan. Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum khitan adalah wajib bagi setiap laki-laki.

Menurut Ibnu Qudamah dalam kitabnya, Mughni, menyebutkan bahwa khitan hukumnya wajib bagi kaum lelaki serta kemuliaan bagi perempuan.

Sedangkan Imam Hanafi & Hasan Al-Basyri yang menyebutkan bahwa hukum dari khitan ialah sunnah.

Rasulullah SAW bersabdah:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

Artinya :

Fithrah itu ada lima; Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis. (HR. Bukhary dan Muslim)

Dari hadist tersebut dapat  kita simpulkan bahwa Islam  memang menganjurkan umat islam untuk melaksanakan khitan supaya tubuh manusia tetap fitrah. Sehingga sebaiknya khitan tidak ditinggalkan oleh umat Islam.

Tata cara Khitan

Pada laki-laki, khitan dilakukan dengan cara memotong qulfah atau kulit yang mneutupi ujung kemaluan.

Disunahkan untuk mengambil seluruh kulit sehingga tidak menutupi ujunga zakar. Khitan wajib dilakukan ketika sudah mencapai waktu baliq dan lebih baik dilaksanakan sebelum mencapai masa baliq.

Khitan juga boleh dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran.

Lalu bagaimana khitan untuk anak perempuan?

Bagi anak perempuan, khitan dilakukan dengan membuang sedikit kulit yang menutupi ujung kilotis dengan tujuan untuk menstabilkan rangsangan syahwatnya.

Menurut sunnah, memotong sebagian kecil dan tidak seluruhnya. Khitan bagi wanita ini memang kurang dikenal oleh sebagian besar masyarakat.

Padahal, khitan bagi wanita merupakan syari’at Islam yang lebih baik dilaksanakan.

Khitan pada anak perempuan diperkuat dengan hadist mam Al Hakim (3/525), dimana Rasulullah SAW berkata kepada seorang wanita juru khitan bernama Ummu ‘Athiyah radiyallahu ‘anha:

أُخْفُضِي وَلَا تُنْهِكِي فَإِنَّهُ أَنْضَرُ لِلْوَجْهِ أَحْضَى لِلْزَوْجِ

Khitanlah (anak-anak perempuan), tetapi jangan dipotong habis! Karena sesungguhnya khitan itu membuat wajah lebih berseri dan membuat suami lebih menyukainya

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Agama

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test