Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Proses Terbentuknya Sperma

Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Proses Terbentuknya Sperma – Sel sperma merupakan sistem reproduksi pada pria.

Sperma berasal dari bahasa Yunani yang berarti benih. Sel sperma di bentuk dan diproduksi oleh testis.

Fungsi utama dari sel sperma adalah sebagai sistem reproduksi atau berkembang biak pada manusia dan hewan.

Fungsi kedua dari sel sperma adalah sebagai pembawa informasi genetik. Sel sperma akan dikeluarkan bersama cairan semen melalui uretra yang terdapat pada penis masuk ke dalam vagina utnuk selanjutnya bergerak menuju ovarium.

Sel sperma memiliki kemampuan untuk menembus sel telur yang nantinya akan bergabung membentuk zigot yang merupakan cikal bakal dari janin.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Bagian Bagian Vesika Urinaria (Kandung Kemih)

Proses bergabungnya atau bersatunya sel sperma dengan sel telur disebut dengan proses fertilisasi.

Sel sperma memiliki kromosom yang berjumlah 23, bersama-sama dengan sel telur akan membentuk kromosom dengan jumlah 46.

Sel sperma secara umum terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, badan, dan ekor. Bagian kepala memiliki panjang sekitar 3 hingga 5 mikrometer, sedangkan bagian ekornya memiliki panjang sekitar 50 mikrometer.

Untuk menjalankan fungsinya, sel sperma menyerap enzim sebagai bahan energi utnuk dapat bergerak hingga mencapai ovarium. Enzim tersebut didapatkan dari mitkondria yang ada di dalam sel sperma.

Sel sperma ada dua macam yaitu sel sperma yang dapat bergerak disebut dengan spermatozoid, kedua sel sperma yang tidak bergerak disebut dengan spermatium.

Struktur

Secara umum sel sperma berbentuk seperti kecebong. Struktur sel sperma terdiri atas 3 bagian yaitu kepala, badan, dan ekor. Berikut penjelasan lebih rinci dari tiap bagiannya.

  • Kepala

Bagian kepala sel sperma memiliki panjang sekitar 3 mikrometer hingga 5 mikrometer. Kepala sel sperma berbentuk lonjong dan memiliki inti sel atau nukleus.

Inti sel inilah yang menjadi tempat informasi genetik berupa DNA berada.

Saat terjadi fertilisasi, informasi genetik dari sel sperma bertemu dan bergabung dengan informasi genetik dari sel telur.

Proses penggabungan inilah yang nantinya akan menentukan apakah janin akan memiliki jenis kelamin perempuan atau laki-laki.

Untuk dapat melakukan proses fertilisasi, sel sperma terlebih dahulu harus dapat menembus dinding sel telur.

Dinding sel telur merupakan lapisan tebal yang melindungi sel telur dan sangat susah untuk dapat ditembus.

Oleh karena itu bagian kepala sel sperma dilapisi oleh dua enzim. Enzim hialuronidase, yaitu enzim yang berfungsi untuk menembus lapisan kororna radiate pada sel telur, dan enzim akrosin yang berfungsi untuk menembus zona pelusida.

  • Badan

Bagian badan atau sebagian menyebutnya dengan leher sperma, merupakan bagian yang mengandung banyak mitkondria.

Mitokondria memberikan sumber energi bagi sel sperma untuk dapat bergerak di dalam vagina hingga mencapai ovarium.

Mitokondria di dalam badan sel sperma mengandung 11 nuah mikrotubulus dan mempunyai ATP-ase yang berfungsi untuk mengolah ATP menjadi sumber energi.

  • Ekor

Bagian ekor dari sel sperma menyerupai flagella pada mikroorganisme, berbentuk sitoskeleton dengan panjang kurang lebih 50 mikrometer.

Panjang pendeknya ekor sel sperma akan mempengaruhi kecepatan sel sperma. Sel sperma sendiri dapat bergerak dengan kecepatan 30 inci per jam.

Proses pembentukan

Proses pembebtukkan sel sperma sangat dipengaruhi oleh kerja hormon, yaitu hormon LH atau lutenizing hormone.

Hormon LH ini akan merangsang produksi testosteron yang berfungsi pada proses pembelahan sel spermatogenesis dan memicu tumbuhnya sifat kelamin sekunder, seperti tumbuhnya jakun, kumis, dada menjadi bidang, dan lainnya.

Ada juga hormon FSH atau follicle stimulatinig hormone, yang ebrfungsi merangsang ABP atau androgen binding protein yang berfungsi membuat spermatogonium juga untuk memberikan makan spermatozoa.

Terakhir ada GH atau growth hormone yang mengatir pembelahan awal spermatogonia.

Secara umum proses pembentukkan sel sperma melewati tiga tahap, yaitu:

  1. Spermatositogenesis

Merupakan tahap awal yang diawali denga n proses pembelahan dirispermatogonium menjadi spermatosit primer melalui pembelahan nitosis.

Baik pada spermatogonium maupun pada spermatosit primer, masing-masing bersifat diploid (2n) dengan jumlah kromosom 23.

  1. Meiosis

Spermatosist primer akan membelah menjadi spermatosit primer melalui proses meiosis dan tetap memiliki jumlah kromosom sebanyak 23 dan bersifat haploid (n). Spermatosit sekunder akan membelah lagi dengan proses meiosis menjadi spermatid.

  1. Spermiogenesis

Proses pematangan dari spermatid menjadi sel sperma yang memiliki ekor, badan, dan kepala.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Struktur, dan Bagian Batang Otak (Brainstem)

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test