Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Proses Terbentuknya Eritrosit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Proses Terbentuknya Eritrosit – Ritaelfianis.com – Eritrosit atau sel darah merah merupakan sel paling sederhana yang paling banyak berada dalam tubuh kita.

Pada kesempatan ini akan dibahas secara menyeluruh mengenai sel darah meraah mulai dari pegertian hingga proses terbentunya. Berikut penjelasannya

Pengertian Eritrosit

Eritrosit berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata erythos yang memiliki arti merah dan kytos yang berarti selubung darah.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Dan Mekanisme Siklus Krebs

Eritrosit disebut sebagai bagian dari sel darah yang memiliki jumlah terbanyak dalam tubuh.

Eritrosit dibentuk dalam sumsum merah tulang pipih dan tersebar ke seluruh tubuh. Umumnya sel darah merah berumur kurang dari 120 hari, dimana sel darah merah yang tua dan rusak akan di rombak oleh limpa dan hati.

Eritrosit memiliki warna merah karena mengandung hemoglobin dengan bentuk bulat pipih dan bagian tengah yang cekung atau bikonkaf serta tiidak memiliki inti sel.

Fungsi Eritrosit

  • Mengedarkan darah kaya Oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Eritrosit dibantu oleh Hemoglobin (Hb) yang merupakan senyawa besi protoporfirin
  • Berperan sebagai dapar asam basa
  • Meningkatkan kecepatan katalisis reaksi antara karbondioksida (CO2 ) dan air (H2O) dalam pembentukan asam karbonat (H2CO3) dengan enzim karbonik anhydrase yang ada pada eritrosit.
  • Berperan dalam pelebaran pembuluh darah
  • Berperan dalam menangkal bakteri dan patogen dengan Hemoglobin yang ada pada eritrosit

Struktur Eritrosit

Sel darah merah memiliki struktur yang lebih sederhana dengan sel lainnya. Sel darah merah tidak memilki mitokondia, lisosom, nucleus dan badan golgi.

Struktur eritrosit umunya tak memiliki inti dengan bagian inti yang cekung atau bikonkaf. Eritrosit memiliki diameter antara 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer.

Rata-rata eritrosit memiliki volume sebesar 90-95 mikrokubik dengan jumlah sel yang bergantung pada jenis kelamin dan dataran tinggalnya.

Pada pria normal, jumlah sel darah merah rata-rata adalah 5.200.000 per millimeter kubiknya.

Pada wanita merah jumlah sel darah merah berjumlah 4.700.000 per millimeter kubiknya.

Untuk orang yang tinggal di dataran tinggi, jumlah sel darah merah cenderung lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tinggal di dataran rendah.

Proses terbentuknya eritrosit

Proses pembentukan eritrosit terjadi pada sum-sum merah tulang pipih, proses ini disebut juga dengan eritropoietin.

Sel pertama yang dikenali pada proses pembentukan ini adalah proeritroblas.

Setelah Proeritroblas terbentuk, maka sel ini akan membelah berulang kali. Pembelahan pertama disebut basophil eritroblas karena warna basanya yang sedikit mengandung hemoglobin

Pada pembelahan selanjutnya, jumlah hemoglobin mulai meningkat, sel pada tahap ini disebut polikromatofil eritroblas.

Sel kembali mengalami pembelahan, dan pada tahap ini jumlah Hb telah memberikan warna merah pada sel, sel tersebut dikenal dengan nama ortokromatik eritroblas.

Tahap selanjutnya, sel telah terkonsentrasi Hb sebanyak 34% dengan nucleus yang memadat menjadi kecil, sel pada tahap ini disebut retikulosit dimana sel masih mengandung sejumlah materi basofilik seperti sisa-sisa apparatus golgi, sedikit organel sitoplasma, mitokondria, dan lainnya.

Materi basofilik pada retikulosit umumnya menghilang dalam waktu 1 sampai 2 hari, setelah itu akan menjadi eritrosit matur.

Setelah eritrosit berada dalam sirkulasi, maka sel darah merah umumnya hanya memiliki masa hidup 120 hari.

Sel-sel yang telah matang akan mengalami perubahan selaput plasma, sehingga fagosit  dapat menentukan sel-sel yang sudah tua untuk menghasilkan fagositosis.

Sel darah merah yang rapuh akan menuju pembuluh darah sempit dan akan pecah dalam limpa. Hemoglobin diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu, kemudian ditampung dalam kantong empedu.

Pada tahapan pembentukan sel darah merah, penting untuk memerhatikan kadar O2 di udara, protein, cobalt (Co), hormon eritopoietin, tembaga (Cu), besi (Fe) dan vitamin B12 yang merupakan faktor berpengaruh dalam proses pembentukan eritrosit.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Proses Terbentuknya Eritrosit. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian dan Peranan Sirkulasi (Sistem Peredaran Darah pada Manusia)

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test