Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Sitoplasma

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Sitoplasma – Sitoplasma merupakan bagian vital pada sel yang memiliki berupa cairan pada sel dengan membran sel yang membungkusnya.

Berikut ini akan kami bahas mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Sitoplasma.

Pengertian Sitoplasma

Pengertian sederhana sitoplasma adalah cairan yang mengisi sel. Sekitar 70-90% sitoplasma tak memiliki warna, sementara sisanya berupa rangka asli serta berbagai organel.

Baca Juga : Pengertian,  Fungsi dan Jenis Saraf Spinal

Setiap sel memiliki sitoplasma dengan struktur sitoplasma antar sel yang saling berbeda satu sama lain bergantung dengan fungsi sel tersebut.

Sitoplasma merupakan salah satu dari bagian penting pada sel selain inti sel dan membran sel.

Asal muasal dari pengertian ‘cairan yang mengisi sel’, berawal dari para peneliti seperti Schleiden yang melakukan uji coba dan berhasil menemukan bahwa sitoplasma mirip seperti cairan kental seperti jelly.

Sitoplasma ditemukan di antara membran sel dengan membran inti yang memiliki organel sel, vesikel, sitosol, sitikeleton, dan zat-zat inklusi

Fungsi Sitoplasma

Fungsi utama pada sitoplasma adalah sebagai media bagi beberapa organel sel maupun zat lain yang dibutuhkan oleh sel dan inti sel. Berikut penjelasan dari beberapa fungsi sitoplasma :

1. Fungsi Glikolisis

Glikolisis merupakan sebuah reaksi katabolisme glukosa yang ada pada sel secara anaerob dalam sitoplasma.

Reaksi ini memanfaatkan beberapa enzim yang ada pada sitoplasma seperti aldolase, fosfofruktokinase, fosfoheksoisomerase, dan heksokinase.

Dengan ini dapat disimpulkan bahwa sitoplasme berfungsi sebagai tempat untuk menghasilkan energi  dalam bentuk ATP

2. Penghantar Sinyal

Sitoplasma memiliki peran dalam menghantarkan sinyal maupun tranduksi sinyal yang berasal dari membran sel menuju beberapa organel sel maupun ke inti sel atau nucleus.

Fungsi ini merupakan hasil dari kerja sama antara sitoplasma dengan membran sel.

Lebih tepatnya, antara reseptor ekstraseluler pada membran sel dengan reseptor intraseluler pada sitoplasma.

3. Fungsi transportasi

Sitoplasma juga memiliki peran dalam transportasi molekul seperti asam lemak, asam amino, sterol dan glukosa.

Molekul-molekul tersebut akan diarahkan menuju organel yang ada, begitupun sebaliknya yaitu antara organel satu dengan organel lainnya. Jika dianalogikan sitoplasma merupakan jalur untuk kendaraan.

4. Rotasi Organel

Fungsi sitoplasma sebagai rotasi organel ini memiliki hubungan dengan aliran ataupun stream dari sitoplasma.

Contohnya ada pada sel tumbuhan, dimana aliran sitoplasma membuat plastid kloroplas dapat diarahkan menuju daerah yang terkena sinar matahari agar memaksimalkan proses fotosintesis.

Selain fungsi diatas, sitoplasma juga memiliki fungsi lain sebagai berikut :

  • Sebagai tempat atau wadah beberapa organel sel
  • Berperan dalam biosintesis dan biogenetic seperti halnya sintesis lemak, sistesis protein, dan sintesis asam amino.
  • Melindungi organel sel dari benturan.
  • Menjaga konsistensi serta bentuk sel
  • Mengisi ruang sel yang tidak digunakan
  • Menjadi media transfer antara sel ke organel maupun ke inti sel
  • Melakukan pelarutan protein maupun senyawa lain dalam sel
  • Membantu kinerja pergerakan zat maupun unsur pada bagian sel satu ke bagian sel lainnya.

Struktur dan Bagian-bagian Sitoplasma

Sitoplasma memiliki 3 struktur utama, yaitu matriks sitoplasma, organel sel, dan inklusio sitoplasma. Berikut penjelasannya :

1. Matriks sitoplasma

Bagian ini merupakan cairan koloid atau campuran dua atau lebih zat homogen yang bertugas sebagai penyusun sel. Matriks memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

  • Matriks pada sitoplasma dapat mengalami perubahan fase
  • Matriks pada sitoplasma memiliki tegangan permukaan
  • Memiliki sifat iritabilitas atau peka terhadap rangsang serta memiliki kemampuan konduktivitas yang dapat memindahkan rangsangan maupun impuls
  • Memiliki kemampuan dalam pemantulan cahaya, dengan pantulan cahaya berupa kerucut. Kemampuan ini disebujt juga dengan efek Tyndall
  • Partikel penyusun bergerak secara zigz-zag. Gerakan ini disebut gerak brown, sementara untuk gerakan arus disebut dengan gerakan siklosis
  • Berperan dalam larutan buffer atau disebut juga dengan larutan penyangga.

2. Organel Sel

Bagian ini merupakan benda-benda solid yang hidup pada sitoplasma serta menjalankan beberapa fungsi kehidupan yang berkaitan. Berdasarkan fungsinya, organel pada sitoplasma dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

  • Organel Aktif yang terdiri dari Lisosom, Ribosom, Mitokondria, Badan Golgi, reticulum Endoplasma, dan Vakuola
  • Organel Tidak Aktif yang terdiri dari, Mikrotubuli, Sentriol, Mikrobodi dan Fibril-fibril

3. Inklusio Sitoplasma

Bagian ini merupakan struktur tak hidup yang ada pada sitoplasma. Seringkali Inklusio Sitoplasma disebut dengan nama paraplasma atau dentroplasma.

Inklusio Sitoplasma merupakan struktur yang dapat tersusun berupa lemak, glikogen, butiran minyak dan granula sekreterious.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian Sitoplasma. Semoga informasi ini dapat meningkatkan wawasan anda mengenai bagian pada sel, terutama mengenao Sitoplasma. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Sistem Endokrin dan Jenis Hormon pada Manusia


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test