Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Proses Menstruasi

Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Proses Menstruasi – Menstruasi merupkaan sistem periodik yang terjadi pada wanita setiap bulannya.

Menstruasi merupakan proses meluruhnya dinding rahim yang mengakibatkan pendarahan saat sel telur tidak dibuahi.

Setiap bulannya hormon esterogen pada wanita akan meningkat terutama saat sel telur siap terlepas dan dibuahi.

Saat itu dinding rahim akan menebal untuk mempersiapkan diri sebagai tempat menemoelnya janin.

Saat telur yang telah metang tidak dibuahi maka dinding rahim tadi akan mengelupas dan luruh bersamaan dengan pendarahan keluar melalui vagina yang disebut dengan menstruasi.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Struktur Organel Sel

Menstruasi umumnya terjadi pertama kali pada usia 12 tahun dan berhenti saat menopause pada umur 45 hingga 55 tahun.

Siklus menstruasi terjadi setiap 4 minggu sekali dengan lama sekali menstruasi adalah selama 3 hingga 7 hari, namun dapat juga berbeda – beda, tetapi pada umumnya siklus menstruasi terjadi setiap 21 hingga 35 hari.

Proses menstruasi biasanya ditandai dengan munculnya rasa pusing, lelah, nyeri pada beberapa bagian tubuh dan sendi, muncul jerawat, dan emosi menjadi lebih sensitif.

Menstruasi sendiri mempunyai beberapa fungsi yang berpengaruh positif bagi tubuh wanita, diantaranya adalah:

  1. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang mengalami menstruasi dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan pria.
  2. Menstruasi dapat membantu membersihkan organ reproduksi dari bakteri dan kuman penyakit, juga membantu mengeluarkan kelebihan zat besi yang dapat mengakibatkan penyakit jantung, stroke, bahkan alzheimer.
  3. Saat menstruasi perubahan hormon yang terjadi dapat merilekskan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih segar dan nyaman setelah menstruasi.
  4. Menjadi bukti bahwa tubuh terutama organ reproduksi masih bekerja dan berfungsi dengan baik. Menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi indikator bahwa tubuh tidak berfungsi dengan baik atau pun tubuh mengalami kelebihan berat badan atau sebaliknya tubuh terlalu kurus.

Terdapat dau jenis menstruasi yaitu menstruasi teratur dan menstruasi tidak teratur.

Pada menstruasi teratur, siklus menstruasi terjadi selama beberapa hari dan kemudian berhenti selama beberapa minggu, umumnya selama 21 hingga 35 hari.

Sedangkan pada menstruasi tidak teratur, siklus dari menstruasi menjadi tidak tetap, berubah0ubah bahkan dapat terjad idua kali dalam sebulan.

Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena pengaruh hormon estrogen dan hormon progesteron pada wanita yang berlebihan.

Siklus menstruasi yang tidak teratur juga dapat menjadi pertanda bahwa seseorang mengalami masalah kesuburan.

Proses dari siklus menstruasi dapat dibagi kedalam 4 tahap, yaitu:

  1. Fase proliferasi. Fase proliferasi atau fase folikuler merupakan fase pertama dimana folikel dalam ovarium telah matang dan menghasilkan hormon estrogen. Pada saat sebelum kadar hormon LH meningkat, terjadi pelepasan sel telur. Saat hormon LH ( lutenizing hormone) meningkat dan mencapai puncaknya terjadi proses ovulasi. Pada tahap ini merupakan tahap paling subur.
  2. Fase luteal. Fase luteal atau fase sekresi atau disebut juga dengan fase pra menstruasi adalah tahap ketika uterus telah siap menerima zigot yang ditunjukkan dengan menebalnya dinding rahim atau endrometrium untuk mempersiapkan zigot jika terjadi pembuahan, namun jika terjadi pembuahan maka akan berlanjut ke tahap selanjutnya. Pada fase luteal hormon progesteron akan meningkat untuk menunjang penebalan dinding rahim, sebaliknya hormon estrogen, FSH ( follicle stimulating horone), dan LH justru akan menurun.
  3. Fase menstruasi. Fase menstruasi terjadi ketika tidak terjadi pembuahan yang mengakibatkan dinding rahim meluruh. Pada fase ini terjadi peningkatan hormon estrogen dan FSH, namun tidak dengan hormon LH karena produksinya telah dihentikan karena meningkatnya kadar hormon progesteron.
  4. Fase pasca menstruasi. Pada fase ini, peluruhan dinding rahim telah selesai, dan dengan bantuan hormon FSH dan estrogen dinding rahim kembali dibentuk, dan ovarium kembali membentuk folikel-folikel yang selanjutnya akan melepaskan sel telur saat telah matang.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Proses Pembentukan Sel Darah

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test