Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi dan Struktur Jaringan Ikat Tendon

Pengertian, Fungsi dan Struktur Jaringan Ikat Tendon – Tendon merupakan salah satu jaringan ikat yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara tulang dan otot.

Jaringan Ikat Tendon memiliki kemiripan dengan ligamen dan fascia karena ketiganya terbuat dari kolagen. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai Jaringan Ikat Tendon.

Pengertian Jaringan Ikat Tendon

Tendon atau yang sering pula disebut urat otot merupakan jenis jaringan ikat yang mampu menyeimbangkan tulang dan otot sehingga memudahkan terjadinya suatu gerakan.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Struktur Dan Fungsi Jaringan Saraf

Tendon yang dapat bergerak dan menempel pada tulang disebut insersio, sedangkan yang menempel pada tulang tapi tidak bisa bergerak disebut origo.

Fungsi Jaringan Ikat Tendon

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, fungsi dari jaringan ikat ini adalah membantu adanya pergerakan tubuh secara bebas seperti aktivitas berjalan, melompat, berlari, menari, mengangkat dan kegiatan fisik lainnya.

Fungsi jaringan ikat tendon sangat berhubungan dengan pemendekan dan pemajangan otot (kontraksi dan relaksi).

Saat otot mengalami kontraksi maka tendon akan meneruskan energi dari kontraksi tersebut ke tulang dan sendi.

Hal ini terjadi pula pada relaksasi otot, di mana otot akan menyesuaikan keadaan.

Struktur Jaringan Ikat Tendon

Berikut ini adalah lapisan-lapisan yang membentuk susunan tendon :

  1. Kolagen, merupakan bahan utama dalam penyusunan tendon. Kolagen memiliki sifat kuat dan fleksibel serta tahan terhadap kerusakan
  2. Endomisium, merupakan struktur otot yang saling terhubung dan terkait berupa selubung yang sangat tipis dan berfungsi menjaga serat otot yang terpisah satu sama lain.
  3. Perimisium, merupakan kelompok serat otot yang dibungkus dalam selubung endomisium dan membentuk fasikula.
  4. Epimisium, merupakan lapisan yang terdiri dari serat kolagen panjang dari lapisan yang ada dibawahnya, yaitu perimisium dan endomisium
  5. Fasia dalam, merupakan lapisan yang memegang otot bersama-sama dan memungkinkan adanya gerakan pada otot serta berfungsi menyediakan suplai darah.

Keempat lapisan tersebut kemudian bergabung membentuk tendon. Berikut penjelasan mengenai struktur jaringan ikat tendon dari susunan terkecil hingga membentuk unit tendon

  1. Fibril Kolagen, merupakan unit terkecil dari tendon dan terdiri dari untaian kolagen yang saling terikat dan terhubung satu sama lain. Fibril kolagen memiliki bentuk yang padat, kuat tapi fleksibel. Sifat kolagen membuat fibril dapat tahan terhadap dorongan maupun tarikan antara tulang dan otot. Jika dikaji lebih jauh, fibril kolagen disusun oleh beberapa tropokolagen yang membentuk mikrofibril dan mikrofibril kolagen yang membentuk subfibril kolagen. Barulah keduanya akan membentuk fibril kolagen.
  2. Serat kolagen, merupakan sekelompok fibril kolagen yang terikat dan berada dalam selubung endontenon.
  3. Bundel Serat Kolagen Primer, merupakan gabungan dari beberapa serat kolagen yang dilapisi oleh endotendon atau lapisan yang berfungsi menstabilkan sekaligus melindungi tendon.
  4. Bundel Serat Kolagen Sekunder. Serat kolagen primer yang bergabung dan memiliki lapisan endotendon akan membentuk Bundel Serat Kolagen Sekunder.
  5. Bundel Serat Kolagen Tersier, merupakan gabungan dari beberapa Bundel Serat Kolagen Sekunder. Kumpulan dari Bundel Serat Kolagen Tersier inilah yang akan membentuk struktur tendon secara sempurna bersama dengan lapisan epitendon atau lapisan luar tendon.

Mekanisme Kerja Jaringan Ikat Tendon

Mekanisme kerja jaringan ikat ini berhubungan dengan kontraksi otot, dimana saat kita bergerak secara tidak langsung otot akan mengalami peregangan.

Peregangan ini menyebabkan impuls dilanjutkan ke impuls aferen, diteruskan ke reseptor peregangan di medula spinalis, lalu dilanjutkan menjadi impuls eferen ke motor neuron sehingga terjadinya kontraksi otot.

Kontraksi otot akan menyebabkan terjadinya peregangan dan akan dilanjutkan sampai tendon untuk membuat pergerakan pada tulang.

Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, jaringan ikat tendon dibedakan menjadi dua macam yaitu :

  • Origo, merupakan tendon yang kedudukannya tidak berubah saat otot sedang mengalami kontraksi (tidak bergerak)
  • Insersio, merupakan tendon yang melekat pada tulang namun ikut bergerak saat otot sedang mengalami kontraksi.

Itulah penjelasan mengenai Pengertian, Fungsi dan Struktur Jaringan Ikat Tendon sekaligus mekanismenya.

Semoga informasi diatas dapat menambah pengetahuan anda mengenai jaringan yang ada dalam tubuh pada manusia, khususnya jaringan ikat tendon yang memiliki fungsi utama dalam pergerakan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian dan Jenis-jenis Kelenjar Saliva

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test