Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Fungsi dan Proses Pembentukan Tulang Manusia

Pengertian, Fungsi dan Proses Pembentukan Tulang Manusia – Tulang merupakan salah satu jaringan kuat yang bertugas membentuk tubuh.

Tanpa tulang tubuh kita dipastikan tidak akan bisa berdiri tegak. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Pengertian,

Fungsi dan Proses Pembentukan Tulang Manusia. Berikut penjelasannya

Pengertian Tulang

Tulang merupakan jaringan ikat yang tersusun oleh sel, serat dan matriks ekstraseluler.

Baca Juga :

Matriks pada tulang merupakan bagian yang paling keras dan terletak di lapisan luar tulang. Selain sebagai pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai alat gerak.

Setiap makhluk hidup pasti melakukan gerakan, dan tulang termasuk komponen utama dalam gerak sebagai alat gerak pasif.

Sementara untuk alat gerak aktif adalah otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat bergerak sendiri tanpa otot.

Fungsi Tulang

Tulang memiliki bentuk yang berbeda-beda. Untuk itu fungsi tulang akan menyesuaikan dengan bentuknya. Berikut adalah beberapa fungsi tulang pada manusia :

  • Sebagai pemberi dan penunjang bentuk tubuh
  • Sebagai penyusun rangka tubuh
  • Melindungi alat-alat vital seperti paru-paru, jantung, otak dan sebagainya
  • Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
  • Sebagai tempat melekatnya otot
  • Tempat penyimpanan mineral seperti kalium dan fosfor

Proses Pembentukan Tulang

Tulang terbentuk melalui sebuah proses yang dinamakan Osifikasi. Proses pembentukan tulang dimulai dari perkembangan jaringan penyambung seperti kartilago atau tulang rawan menjadi tulang keras.

Tulang mulai tumbuh sejak usia embrio menginjak 6-7 minggu. Pertumbuhan tulang akan menjadi lengkap saat berada dalam bulan ketiga kehamilan.

Pertumbuhan tulang pada bayi yang masih berada dalam kandungan dipengaruhi oleh dua hormon yaitu plasenta dan kalsium.

Setelah bayi lahir, proses pertumbuhan tulang tidak hanya dipengaruhi oleh hormon kalsium tapi juga hormon pertumbuhan serta bagaimana aktifitasnya dalam sehari-hari.

Dalam osifikasi, terdapat osteoblas dan osteoklas yang sangat mempengaruhi dalam pembentukan tulang.

Keduanya bekerja secara bertolak belakang, karena osteoblas bertugas dalam memicu pertumbuhan tulang sementara osteoklas bertugas untuk menghambat pertumbuhan tulang.

Osifikasi dimulai dari masuknya sel-sel masenkim ke daerah osifikasi. Bila daerah osifikasi mengandung banyak pembuluh darah maka akan terbentuk osteoblas, sementara jika tidak ada pembuluh darah maka akan membentuk kondroblas.

Mulanya, pembuluh darah akan memasuki perichondrium yang terletak di tengah batang tulang rawan.

Pembuluh darah akan merangsang sel perichondium untuk merubahnya menjadi osteoblas sehingga akan membentuk lapisan tulang kompakta dan merubah perichondrium menjadi periosteum.

Sementara itu, pada tulang rawan, sel-sel akan membesar hingga pecah kemudian akan membuat pH mengalami kenaikan menjadi basa dan berakibat pada zat kapur yang didepositkan.

Hal ini akan membuat sel-sel tulang rawan mengalami gangguan nutrisi dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan.

Kerusakan dan kematian sel-sel tulang rawan akan mengakibatkan adanya degenerasi atau mundurnya fungsi dan bentuk serta adanya pelarutan pada zat-zat intraseluler sehingga terbentuknya rongga untuk sum-sum tulang.

Selama proses osifikasi, sel-sel tulang pada cakram epifise akan terus mengalami pembelahan hingga hancur dan membuat tulang rawan diganti dengan tulang yang ada di daerah diafise.

Dengan demikian ketebalan cakram epifise akan tetap sementara tulang akan terus tumbuh memanjang. Untuk pertumbuhan lebar atau diameter tulang, tulang yang berada di daerah rongga sum-sum akan dihancurkan oleh osteoklas dan membuat rongga sum-sum semakin membesar, pada waktu yang sama osteoblas yang berada di periosteum akan mengalami pembentukan lapisan-lapisan tulang baru yang berada di daerah permukaan.

Berikut adalah jenis-jenis osifikasi:

  • Osifikasi endokondral, merupakan proses pembentukan tulang dari tulang rawan dan terjadi pada tulang panjang.
  • Osifikasi intramembranosus merupakan proses pembentukan tulang yang berasal dari mesenkim, seperti halnya tulang pipih di tengkorak.
  • Osifikasi heterotopik, merupakan proses pembentukan tulang yang berada di luar jaringan lunak

Demikianlah pembahasan Pengertian, Fungsi dan Proses Pembentukan Tulang Manusia. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan anda mengenai alat gerak manusia yaitu tulang. Semoga bermanfaat.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test