Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian , Fungsi dan Prinsip Manajemen

Pengertian , Fungsi dan Prinsip Manajemen – Kali ini, kami akan membahas tentang pengertian, fungsi dan prinsip manajemen.

Manajemen sendiri menjadi hal umum di tengah masyarakat, baik secara proses maupun pengertian nya.

Dalam lingkup pendidikan, manajemen juga diajarkan pada siswa-siswi dengan harapan dapat menjadi bekal ketika melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Manajemen

Artian manajemen dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran, di sisi lain, manajemen memiliki pengertian pengkoordinasian seluruh sumber daya melalui beberapa proses yaitu perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan serta pengawasa dengan tujuan untuk mencapai tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.

Dalam penerapannya, manajemen dapat dipandang dalam bidang keilmuan dan seni, mengingat ilmu dan seni merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam disiplin manajemen.

Apabila dipandang dalam keilmuan, manajemen telah lebih dahulu dipelajari. Dalam ilmu manajemen, terdapat penjelasan mengenai gejala-gejala manajemen berdasar pada penelitian menggunakan metode ilmiah serta perumusan prinsip hingga menjadi teori.

Dalam pandangan seni, manajemen dilihat dari sudut pandang pekerjaan yang menggunakan tenaga serta kerjasama dengan sesama manusia.

Proses kerjasama serta interaksi antar sesama inilah yang membutuhkan sentuhan seni, dimana maksud dan pesan dari sebuah interaksi dapat tersampaikan dengan baik.

Fungsi Manajemen

Manajemen memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  • Planning (Perencanaan)

Planning atau perencanaan dalam manajemen mencakup pengambilan keputusan terhadap suatu masalah dan juga memilih solusi yang realistis agar dalam proses pengerjaan lebih mudah dan memiliki fungsi yang lebih luas.

Visi dan misi sangat diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan tersebut. Terdapat dua elemen utama di dalam perencanaan, yakni sasaran dan rencana.

Sasaran atau goal adalah sesuatu ataupun tujuan yang perlu dicapai oleh individu atau kelompok.

Rencana atau plan ialah dokumen yang digunakan sebagai acuan dalam mencapai tujuan. Rencana sendiri terdiri dari beberapa elemen, seperti frekuensi, jangka waktu, jadwal, alokasi sumber daya dan dana.

  • Organizing (Pengaturan)

Organizing ialah proses pengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan.

Pengelompokkan tersebut bertujuan untuk mengatur sumber yang telah dimiliki, yakni tenaga kerja dan pekerjaan yang dikehendaki demi tercapai sebuah keberhasilan.

Organization sendiri memiliki empat komponen yang kemudian disingkat menjadi WERE: work, employees, relationship and environment).

  1. Work atau pekerjaan ialah fungsi mendasar yang wajib dikerjakan. Fungsi ini berdasar pada tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.
  2. Employees atau karyawan ialah orang-orang yang telah diberikan tugas tertentu untuk kemudian dilaksanakan.
  3. Relationship atau hubungan adalah elemen terpenting. Relationship mencakup hubungan antara pegawai dengan tugas yang dimiliki, hubungan interpersonal antarpegawai dan hubungan antar unit satu dengan unit yang lain.
  4. Environment atau lingkungan adalah komponen yang mencakup sarana umum dan fisik, yakni tempat menjalankan pekerjaan para pegawai dan alat-alat serta lokasi yang digunakan dalam proses pengerjaan.
  • Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan ialah usaha dalam menggerakkan anggota-anggota yang ada dalam suatu kelompok dengan cara tertentu yang kemudian membuat orang-orang tersebut termotivasi untuk melaksanakan kegiatan tertentu yang bermaksud untuk mencapai tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.

  • Controlling (Pengawasan)

Pengawasan ialah suatu kegiatan penerapan suatu taktik kerja ataupun alat sebagai penjamin rencana akan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pengawasan ini dilakukan oleh seorang manajer dan sebaik mungkin mengatasi hambatan dalam proses pencapaian tujuan.

Seorang manajer dapat melakukan pengawasan melalui media, alat ataupun pengawasan secara langsung.

Dalam pengawasan, dapat dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya:

  1. Feedforward Control, yakni perencanaan yang bertujuan sebagai antisipator hambatan-hambatan dan penyimpangan dalam proses mencapai tujuan serta memungkinkan adanya koreksi sebelum suatu kegiatan diselesaikan.
  2. Concurrent Control, ialah suatu proses yang mencakup aspek tertentu dalam suatu prosedur yang harus disetujui terlebih dahulu sebelum kegiatan dilanjutkan dengan tujuan menjamin ketepatan dalam pelaksanaan suatu kegiatan.
  3. Feedback Control, ialah kegiatan yang bertujuan mengukur suatu hasil dari kegiatan yang telah selesai dilaksanakan.
  4. Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen adalah dasar serta nilai keberhasilan dalam sebuah manajemen. Berdasarkan Henry Fayol, terdapat 14 prinsip dalam manajemen, antara lain:

  • Pembagian Kerja, yakni pemberian spesialisasi dalam pekerjaan kepada seorang individu dalam ruang lingkup manajemen sehingga menambah produktivitas kerja dan juga menghemat waktu pengerjaan.
  • Wewenang dan Tanggung Jawab

Hal ini ialah kunci dalam pelaksanaan kerjasama dalam pekerjaan. Seorang petinggi, contohnya pemerintah, mempunyai wewenang untuk memberi perintah dan kemudian rasa tanggung jawab akan timbul seiring kekuasaan tersebut. Tanggung jawab terbesar dipikul oleh manajer puncak dalam struktur kerja sehingga manajer puncak hendaknya mempunyai sifat dan keahlian yang lebih mumpuni dalam kepemimpinan.

  • Disiplin

Pemegang wewenang hendaknya memiliki rasa disiplin tinggi terhadap dirinya sendiri yang kemudian timbul rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya.

  • Kesatuan Perintah

Kesatuan perintah ialah sebuah prinsip dimana perintah yang diterima oleh bawahan tidak diberikan lebih dari satu orang atasannya yang kemudian membuat karyawan memiliki satu jalur jalan pemikiran.

  • Kesatuan Pengarahan

Kesatuan dalam pengarahan suatu unit kerja akan mempercepat dan mengefisienkan proses pekerjaan.

  • Subordinas Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Umum

Setiap karyawan hendaknya mengesampingkan kepentingan pribadi terhadap kepentingan perusahaan dengan tujuan untuk mencapai efisiensi dalam pekerjaan.

  • Penggajian Pegawai

Pemberian upah kerja yang adil dan maksimal untu para pegawai dapat meningkatkan rasa semangat dan menambah produktivitas dalam bekerja yang menguntungkan perusahaan.

  • Pemusatan

Pemusatan pemegang wewenang dapat menghindarkan suatu unit kerja dari kesimpang siuran ataupun penyelewengan dalam pekerjaan yang dapat menghambat pencapaian tujuan.

  • Rangkaian Perintah

Prinsip ini mewajibkan adanya perintah atasan kepada bawahan hendaknya mempunyai jarak yang tidak terlalu jauh sehingga garis otoritas yang akan terbentuk tidak terlalu besar.

  • Ketertiban

Ketertiban dalam sebuah pekerjaan adalah syarat paling utama agar dapat meningkatkan tingkat disiplin dari karyawan.

  • Keadilan

Seorang atasan yang dapat memberi keadilan diantara para karyawan dapat meningkatkan ketaatan, loyalitas dan tumbuhnya rasa patuh kepada atasan.

  • Stabilitas Masa Jabatan

Seorang karyawan dapat memiliki kinerja yang lebih baik apabila mendapat kepastian peningkatan karir dan merasa aman dalam melakukan pekerjaan.

  • Inisiatif

Inisiatif dalam melakukan pekerjaan dapat membuat jalan-jalan pintas baru dengan tujuan membuat pekerjaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas dari hasil pekerjaan tersebut.

  • Semangat Kesatuan

Semangat kesatuan ialah rasa kesetiaan dan kekompakan para karyawan dapat meningkatkan rasa semangat dalam bekerja yang menstimulasi untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Seorang atasan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dapat menumbuhkan rasa semanga kesatuan tersebut.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test