Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Tahapan dalam Kultur Jaringan

Pengertian dan Tahapan dalam Kultur Jaringan – Kultuir jaringan disebut juga dengan kultur in vitro atau tissue culture, yaitu salah satu cara untuk mengembangbiakan tanaman secara vegetatif atau buatan.

Kultur jaringan menggunakan teknik pengisolasian beberapa bagian tanaman seperti daun, mata tunas, ataupun organ tanaman lainnya dalam wadah atau media buatan yang telah disterilkan dan berisi nutrisi untuk tumbuh kembang tanaman dalam wadah tertutup.

Teknik kultur jaringan dalam wadah tertutup ini dimaksudkan agar bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan tumbuh menjadi tanaman baru yang lengkap.

Namun definisi dari wadah tertutup bukan berarti tidak ada cahaya yang dapat menyinari tanaman tetapi pada wadah tersebut harus bisa tertembus cahaya agar tanaman dapat tersinari.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi dan Reproduksi Bryophyta (Lumut)

Tanaman pertama yang berhasil dibudidayakan menggunakan proses kultur jaaringan adalah tanaman anggrek, sekarang banyak tanaman hias dan tanaman holtikultura lainnya yang menggunakan teknik kultur jaringan. Berikut beberapa manfaat dari kultur jaringan, antara lain:

  1. Mampu melestarikan sifat tanaman induk
  2. Menghasilkan tanaman dengan sifat yang sama seperti induknya
  3. Menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat
  4. Mampu menghasilkan tanaman yang bebas virus
  5. Dapat digunakan untuk melestarikan plasma nutfah
  6. Mampu menciptakan varietas baru dari rekayasa genetika
  7. Tanaman dapat tumbuh tanpa harus menunggu musimnya

Teknik kultur jaringan mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Berikut beberapa kelebihan dari teknik kultur jaringan.

  1. Bibit dapat selalu tersedia tanpa melihat musim
  2. Bibit bebas penyakit
  3. Bebas gangguan hama dan penyakit tanaman
  4. Dapat memperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
  5. Bibit yang dihasilkan dapat seragam
  6. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang relatif cepat.
  7. Biaya pengangkutan bibit tanaman murah

Adapun kekurangan dari teknik kultur jaringan adalah:

  1. Modal awal yang relatif mahal
  2. Memerlukan keahlian khusus atau hanya orang ahli saja yang dapat melakukannya
  3. Bibit perlu dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu

Tahapan dalam melakukan teknik kultur jaringan untuk memperbanyak tanaman, khususnya tanaman yang sulit untuk dibudidayakan secara generatif, dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pembuatan media sebagai tempat tanaman nantinya akan tumbuh. Media yang digunakan harus steril dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tanaman untuk dapat tumbuh, seperti garam, mineral, vitamin, dan juga hormon lainnya. Beberapa zat juga dapat ditambahkan untuk dapat membatntu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman seperti agar dan gula. Media tumbuh tanaman sendiri terbagi menjadi media padat yaitu gel atau agar, dan media cair seperti air yang telah diberi nutrisi. Tanaman indukan yang nantinya akan diambil bagian tubuhnya haruslah sehat dan bebas dari segala kontaminasi.
  2. Inisiasi merupakan tahapan pengambilan bagian tanaman yang nantinya akan diletakan pada media tanam. Bagian yang biasa diambil adalah tunas, kecambah, maupun dengan mengambil salah satu jaringan dari tanaman dewasa yang mengandung jaringan meristem.
  3. Teknik kultur jaringan haruslah melalui tahapan yang steril dan juga media yang streil. Untuk mensterilkan media dapat disemprotkan etanol lalu dibakar. Para ahli atau teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril agar tidak menkontaminasi jaringan tanaman yang akan dibudidayakan.
  4. Multiplikasi merupaakn tahapan untuk memperbanyak tanaman baru dengan cara meletakan jaringan tanaman tadi pada tempat atau wadah tertutup yang telah disterilkan terlebih dahulu, dan diletakan pada suhu kamar.
  5. Setelah tanaman diletakan pada tempat steril selanjutnya harus diperhatikan secara teratur untuk dapat mengamati pertumbuhan akar. Apabila telah terlihat akar yang muncul, maka itu menunjukan proses kultur jaringan telah berhasil. Namun juka terdapat warna putih atau biru maka terdapat jamur yang tmbuh pada tanaman, sedangkan jika tanaman membusuk maka tanaman terserang bakteri.
  6. Pada tahap terakhir ini merupakan tahapan adaptasi bagi tanaman. Tanaman yang tadinya berada pada ruang tertutup dengan keadaan yang terkendali harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang tak terkendali. Untuk mengubah tanaman yang sebelumnya heterotrof menjadi autotrof maka diperlukan penutup atau sungkup. Setelah tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka sungkup tadi dapat mulai dilepaskan, dan perawatan tanaman selanjutnya sama dengan merawat tanaman pada umumnya.

Baca Juga : Pengertian Dan Fungsi Cagar Alam Dan Suaka Margasatwa

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test