Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Rumus Kalor, Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor

Pengertian dan Rumus Kalor, Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor – Setiap benda pasti menyerap panas, baik benda padat berupa logam maupun zat cair.

Panas disebut juga sebagai kalor atau suhu. Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), kalor adalah tenaga panas yang bisa diterima dan diteruskan.

Dari satu benda kebenda lainnya, baik melalui media hantar (konduksi) maupun tanpa media hantar (radiasi).

Sedangkan menurut pengertian ilmu fisika, kalor merupakan salah satu bentuk energi yang bisa berpindah atau mengalir dari satu benda kebenda lainnya.

Kalor selalu berpindah dari benda yang memiliki kalor (panas) tinggi ke benda yang lebih rendah. Mudahnya dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Kapasitansi

Teori tentang kalor ditemukan oleh Benjamin Thompson pada akhir abad ke-18.  Dia menerbitkannya dalam laporan berjudul  “An Experimental Enquiry concerning the Source of Heat excited by Friction” pada tahun 1798.

Meskipun awalnya teori ini mendapat penolakan karena bertolak belakang dengan teori yang sudah ada.

Tapi akhirnya diterima setelah James Maxwell mengenalkan teori kinetik kalor pada tahun 1871. Satuan kalor dalam satuan internasional adalah Joule (J), satuan lainnya yakni kalori.

Pernahkan anda melakukan percobaan memanaskan dua benda yang berbeda secara bersamaan?

Jika penah pasti tingkat panas atau titik didih dari benda-benda itu berbeda.

Jika seng atau alumunium dan besi dipanaskan pada saat bersamaan, pasti besi lebih lama panas dibandingkan dengan alumunium.

Kenapa?

Karena setiap benda memiliki kalor jenis yang berbeda.

Apa sih kalor jenis itu?

Kalor jenis adalah jumlah kalor yang mampu diserap atau diperlukan oleh satu benda atau zat  untuk menaikan suhu sebesar 1 derajat celcius (1⁰C ), atau disebut juga kapasitas kalor.

Jadi kalor jenis dapat diartikan sebagai kemampuan zat untuk menerima atau lepaskan kalor. Kalor jenis dinyatakan dalam satuan J/Kg⁰C.

Saat melakukan percobaan mengenai mengenai besar kecil kalor yang dapat diterima zat atau benda, ditentukan oleh 3 faktor, yakni:

  1. Massa zat
  2. Jenis zat (kalor jenis)
  3. Perubahan suhu

Berikut rumus dari kalor, kalor jenis dan kapasitas kalor:

Rumus kalor

Q = m.c.ΔT

keterangan:  Q adalah jumlah kalor yang diterima atau lepaskan zat dalam saruan joule (J), m adalah massa benda dalam satuan kilogram (kg), c adalah kalor jenis zat (J/Kg⁰C), dan ΔT adalah perubahan suhu (⁰C).

Rumus Kalor Jenis

C = Q / m.ΔT

keterangan: C merupakan kalor jenis zat (J/Kg⁰C), Q adalah jumlah kalor yang diterima atau lepaskan zat dalam saruan joule (J), m adalah massa benda dalam satuan kilogram (kg), dan ΔT adalah perubahan suhu (⁰C).

Rumus Kapasitas Kalor

C = Q / ΔT

Keterangan: C merupakan kalor jenis zat (J/Kg⁰C), Q adalah jumlah kalor yang diterima atau lepaskan zat dalam saruan joule (J),dan ΔT adalah perubahan suhu dalam satuan celcius (⁰C).

Rumus-rumus ini merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kalor, kalor jenis, dan kapasitas kalor dari suatu benda atau zat.

Jadi dibelahan bumi manapun, rumus dan satuan inilah yang akan digunakan dalam teori kalor.

Nah setelah melihat uraian ini, jadi tidak perlu lagi bingung kenapa setiap benda memiliki waktu yang berbeda untuk mencapai titik panas tertentu.

Karena memang setiap benda pasti mempunyai kalor, kalor jenis dan kapasitas kalor yang berbeda.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Jenis-Jenis dan Proses Terbentuknya Senyawa


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 Frontier Theme