Ritaelfianis.com

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Pengertian dan Proses Siklus Biogeokimia di Alam

Pengertian dan Proses Siklus Biogeokimia di Alam – Dalam lingkungan ekologi akan terjadi interaksi baik antara komponen biotik dengan abiotik, komponen biotik dengan biotik, serta komponen abiotik dengan abiotik.

Hubungan yang terjadi antara komponen – komponen penyusun ekosistem tak dapat dihindari dan akan saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Ketiadaan ataupun kelebihan satu komponen saja akan dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi keseimbangan suatu ekosistem.

Baca Juga : Perbedaan Antara Karbanion dan Karbokation dalam Ilmu Kimia

Siklus biogeokimia adalah suatu siklus aliran materi dari satu komponen ke bagian komponen yang lainnya. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian dan proses siklus biogeokimian di alam.

Pengertian Siklus Biogeokimia

Siklus biogeokimia adalah salah satu jalur penting bagi peredaran materi – materi penting sebagai penyusun unsur kehidupan. Istilah biogeokimia ini muncul karena dalam prosesnya siklus ini melibatkan aspek – aspek biologi, aspek geografi dan juga aspek kimiawi.

Aliran materi ini selanjutnya akan mengalir baik dari komponen abiotik ke komponen biotik dan kemudian mengalir lagi dari komponen biotik ke komponen abiotiknya.

Begitu seterusnya karena ini merupakan sebuah siklus. Pengembalian dari unsur – unsur materi penting ini ke alam akan terjadi melalui proses biologi seperti pernapasan dan penguapan serta penguraian.

Selain itu jika dilihat dari aspek geologi ataupun kimiawi akan terjadi secara alami dari unsur – unsur penyusun materi yang ada di lingkungan.

Pentingnya Siklus Biogeokimia

Matahari adalah sumber utama energi dalam suatu ekosistem yang tak akan pernah habis, hanya saja unsur kimiawi atau materi dalam ekosistem berada dalm jumlah yang terbatas.

Sehingga kehidupan di bumi akan sangat bergantung pada sebuah siklus daur ulang materi kimiawi penyusun kehidupan seperti air dan karbon serta nitrogen.

Unsur – unsur materi kimiawi ini nantinya akan berputar dalam ekosistem baik dari hasil buangan suatu organisme yang masih hidup ataupun terjadinya perombakan organisme yang telah mati.

Pengembalian dari unsur – unsur kimia penyusun organisme selanjutnya akan terurai ke atmosfer dan air atau tanah melalui sebuah proses penguraian yang dilakukan oleh bakteri dan jamur.

Dengan terjadinya penguraian ini maka akan meningkatkan kandungan kimia organik yang ada pada tanah yang nantinya akan dibutuhkan bagi pertumbuhan tumbuhan dan juga organisme autotrof lainnya.

Perputaran unsur kimia ini akan melibatkan baik organisme hidup atau komponen biotik atau pun komponen abiotik. Inilah yang dimaksud dengan istilah siklus biogeokimia.

Proses – proses Biologis dan Geologis dalam Siklus Biogeokimia

Jalur untuk suatu unsur kimia yang spesifik pada daur biogeokimia mempunyai variasi menurut unsur yang dimaksud dan juga struktur trofik pada suatu ekosistemnya.

Siklus materi yang terjadi atau berlangsung di dalam suatu ekosistem dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk, gas dan padatannya.

Siklus materi kimia gas ini terdiri seperti unsur karbon dan unsur oksigen, sulfur dan juga nitrogen yang berlangsung di dalam atmosfer yang menjadi siklus yang bersifat global atau dalam skala besar.

Aliran yang memiliki sifat berskala besar ini merupakan pertemuan dari berbagai biosfer yang ada di permukaan bumi.

Sedangkan bentuk padatannya sendiri seperti fosfor, kalium dan kalsium serta unsur – unsur yang berada dalam jumlah kecil lainnya akan menggunakan media tanah dalam aliran unsur tersebut yang sifat alirannya lokal atau dalam skala kecil dimana hanya akan mengalir pada lingkungan atau lokal tertentu tempat dimana unsur – unsur tersebut mengalir.

Sebagian besar dari siklus materi yang ada di dalam biosfer terjadi melalui empat kompartemen utama, yaitu makhluk hidup dan atmosfer, tanah termasuk didalamnya bebatuan serta fosil, juga air.

Kompartemen – kompartemen ini saling berhubungan karena terjadinya aliran dari satu kompartemen ke kompartemen yang lainnya.

Masing – masing kompartemen ini kemudian digolongkan berdasarkan jenis unsur organik dan anorganik, juga keutuhannya pada makhluk hidup.

Unsur – unsur anorganik ini adalah unsur yang bukan menjadi penyusun utama suatu makhluk hidup, sehingga jumlahnya nanti akan sangat sedikit dibutuhkan oleh makhluk hidup. Contoh dari unsur – unsur anorganik seperti fosfor, dan kalium, kalsium, dan lain sebagainya.

Sedangkan unsur organik adalah unsur utama yang menjadi penyusun makhluk hidup, contohnya seperti karbon, air dan nitrogen, sulfur serta oksigen.

Unsur – unsur organik ini merupakan penyusun dari senyawa karbohidrat, protein dan lemak termasuk didalamnya air, yang kombinasinya berbeda.

Untuk unsur anorganik biasanya adalah sebagai kofaktor  dari enzim dan sebagai penyeimbang. Kedua unsur ini, baik unsur organik dan anorganik akan terus mengalir melalui siklusnya masing – masing, melalui proses metabolisme organisme misalnya pernapasan, fotosintesis dan penguapan, serta pembusukan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan proses siklus biogeokimia di alam. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Keuntungan dan Kerugian Letak geografis Negara Kita Indonesia

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2014 Frontier Theme