Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Proses Pembentukan Lempeng Bumi

Pengertian dan Proses Pembentukan Lempeng Bumi –¬†Salah satu lapisan pada permukaan bumi adalah litosfer atau yang dikenal juga dengan kerak bumi.

Litosfer merupakan lapisan paling luar pada permukaan bumi yang terdiri dari beberapa jenis bebatuan sehingga memiliki sifat lapisan yang padat dan keras.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai lempeng bumi yang merupakan bagian dari lapisan litosfer. Berikut penjelasannya.

Pengertian Lempeng Bumi

Lempeng bumi merupakan salah satu bagian pada lapisan litosfer yang merupakan lapisan paling luar pada permukaan bumi Lempeng bumi memiliki struktur padat serta keras karena tersusun oleh batuan dan tanah.

Baca Juga : Pengertian Dan Jenis-Jenis Lapisan Permukaan Bumi

Lempeng bumi terletah diatak lapisan mantel bumi yang strukturnya lebih kental dan cair berupa lava sebagai massa zatnya.

Terdapat beberapa pecahan pada lempeng bumi yang selalu bergerak ke arah tertentu, karena adanya konveksi fluida di lapisan mantel bumi.

Konveksi fluida sendiri merupakan pergerakan beberapa molekul dengan massa gas atau cairan

Proses Pembentukan Lempeng Bumi

Berikut ini beberapa teori yang menjelaskan proses pembentukan lempeng bumi :

  • Teori Kontraksi dan Pemuaian

Teori Kontraksi dan pemuaian pertama kali dicetuskan oleh Descrates pada tahun 1596-1650, kemudian didukung oleh James Dana pada tahun 1847 dan Elie de Baument pada tahun 1852.

Pada teori ini, Descrates menjelaskan bahwa bumi terus mengalami penyusutan akibat adanya proses pendingingina.

Karena proses penyusustan ini permukaan bumi akan mengalami pengerutan sehingga terbentuklah relief seperti gunung, dataran dan lembah. Analogi teori ini di ambil dari kulit buah apel yang mengering.

Pada teori kontraksi dan pemuaian dapat menjelaskan mengenai terbrntuknya lipatan yang ada di permukaan bumi, namun teori ini belum dapat menjelaskan mengenai proses pembentukan daerah-daerah tekanan.

  • Teori Dua Benua

Teori ini dicetuskan oleh Edward Zuess pada tahun 1884, ia menjelaskan bahwa pada mulanya bumi hanya terdiri dari dua benua yang di namakan Laurasia dan Gondwana.

Laurasia untuk benua bagian kutub utara, dan Godwana untuk benua bagian kutub selatan.

Kedua benua yang sangat besar ini terus mengalami pergerakan menuju ekuator bumi dan akhirnya mengalami perpecahan menjadi beberapa  benua yang lebih kecil.

Disebutkan bahwa perpecahan benua Laurasia adalah benua Eropa, Asia dan Amerika Utara, sementara Gondwana terpecah menjadi benua Amerika Selatan, Australia dan Afrika.

  • Teori Pengapungan Benua

Teori ini dicetuskan oleh Alfred Wegner pada tahun 1912, dimana teori ini menyebutkan bahwa bumi hanya memiliki satu benua yang sangat besar dengan nama Pangea.

Pangea terus mengalami perubahan dengan pergerakan dasar laut sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan benua.

Pecahan-pecahan Pangea kemudian bergerak menuju arah barat ke ekuator.

Teori ini diperkuat dengan ditemukannya bukti pada garis pantai, fosil dan batuan antara Amerika Selatan bagian timur dengan Afrika bagian barat yang memiliki kesamaan.

  • Teori Konveksi

Sekitar pada tahun 1927, Arthur Holmes pertama kali mencetuskan teori konveksi yang kemudian dikembangkan oleh Robert Diesz dan Harry H. Hess.

Pada teori ini, dijelaskan bahwa pada mantel bumi yang terdiri dari lava memiliki arus konveksi.

Arus konveksi akan membawa lava ke permukaan bumi dan menyebabkan lava membeku lalu membentuk lapisan kulit bumi dan mengganti kulit bumi yang lama.

  • Teori Lempeng Tektonik

Teori ini dicetuskan oleh Tozo Wilson sekitar pada tahun 1965. Ia menjelaskan bahwa kulit bumi terdiri dari beberapa lempeng tektonik.

Lempeng-lempeng tektonik akan selalu mengalami pergerakan karena adanya arus konveksi.

Berdasarkan arahnya, pergerakan lempeng tektonik digolongkan menjadi tiga jenis yaitu Konvergensi,

Divergensi dan Transform. Konvergensi merupakan gerakan bertubrukan antar lempeng tektonik. Divergensi merupakan gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik.

Transform merupakan gerakan saling berlawanan arah dan menyebabkan terjadinya gesekan pada lempeng tektonik

Itulah penjelasan mengenai Lempeng Bumi dari pengertian dan proses pembentukannya, Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai lapisan-lapisan yang ada di permukaan bumi, khususnya lempeng bumi yang merupakan bagian dari lapisan terluar bumi. Semoga bermanfaat.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test