Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Perbedaan Antara Moral dan Etika

Pengertian dan Perbedaan Antara Moral dan Etika – Dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, kita tidak dapat lepas dengan moral dan etika.

Mungkin kita masih bingung dengan perbedaan antara moral dan etika. Banyak orang menganggap bahwa moral dan etika adalah sama.

Padahal sesungguhnya moral dan etika memiliki makna yang berbeda. Untuk dapat membedakan antara moral dan etika, sebaiknya kita terlebih dahulu memahami pengertian dari dua kata tersebut.

Moral merupakan ajaran tentang baik dan buruknya suatu perbuatan, sikap, akhlak dan susila.

Baca Juga : Pengertian, Sejarah, Kelebihan Dan Kekurangan Hedonisme

Tindakan atau perbuatan kita  yang bernilai positif, itu disebut sebagai moral.

Sedangkan lawan kata dari moral yaitu amoral yang berarti tidak bermoral. Mengapa disebut tidak bermoral?

disebut tidak bermoral apabila tindakan yang kita lakukan tidak bernilai positif dimata orang lain.

Manusia yang bermoral dapat bertingkah laku dengan baik dan sesuai dengan nilai yang ada dalam masyarakat. Moral dibagi menjadi 2 yaitu moral murni dan moral terapan.

  • moral murni merupakan moral yang terdapat dalam hati nurani manusia. sedangkan
  • moral yang kita dapatkan dari ajaran agama, adat maupun filosofi disebut moral terapan.

lalu apa pengertian etika?

Etika merupakan ilmu yang mempelajari pandangan mana yang baik maupun mana yang buruk dari suatu perbuatan ataupun tindakan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tiga arti etika yang dirumuskan diantaranya adalah;

  1. Ilmu mengenai mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
  2. Nilai-nilai yang berkenaan dengan moral.
  3. Nilai yang dianut oleh suatu golongan masyarakat mengenai benar atau salah suatu perbuatan atau tindakan

Sehingga dapat dikatakan bahwa etika sebagai nilai benar atau salah tentang suatu perbuatan yang sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

Etika didasari dari akal pikiran kita sendiri dan lebih mempersoalkan bagaiman manusia itu seharusnya bertindak.

Etika bersifat berubah-ubah atau fleksible sesuai dengan berubahan zaman.

Dalam kehidupan sehari-hari, etika bermanfaat untuk membantu manusia dalam berpendirian dalam beragam pandangan maupun moral, membantu manusia dalam menentukan pendapat dan membantu manusia dalam mengambil sikap yang mana dapat dipertanggungjawabkan.  ada dua macam etika yaitu :

  • Etika pribadi adalah aturan yang telah ada untuk mengukur baik buruknya perbuatan kita yang berkaitan dengan diri sendiri. sebagai contoh : kita rajin beribadah dan tidak pennah meninggalkan sholat lima waktu. maka perbuatan kita tersebut tergolong baik dan sudah sesuai dengan etika pribadi.
  • Etika sosial adalah nilai-nilai yang menjadi acuan seseorang atau kelompok dalam masyarakat untuk mengukur perbuatan kita dalam bersosialisasi. Sebagai contoh: Kita menyapa tetangga yang kita kenal ketika bertemu di Pasar. maka perbuatan kita tersebut dikatakan sudah sesuai dengan etika.

Dari makna-makna tersebut, dapat kita simpulkan bahwa moral merupakan ajaran baik atau buruknya perbuatan manusia sedangkan etika sebagai ilmu dasar dari terbentuknya moral manusia.

Sebab, jika kita menggunakan etika sebagai pandangan dalam berbuat sesuatu dan perbuatan kita tergolong baik sesuai dengan etika, maka kita dianggap telah bermoral.

Moral dan etika merupakan aspek penting dalam kehidupan bermasyarat.

Tanpa moral dan etika, manusia akan sulit bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya etika kita dapat membedakan baik dan buruknya suatu perbuatan manusia.

Letak berbedaan etika adalah pada pemakaian sehari hari, moral digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang sudah ada.

Kendati moral dan etika tetap saling berkaitan dan saling melengkapi satu sama lain.

Baca Juga : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Nilai Revolusi Mental

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test